
Motor Arka melaju dengan kecepatan rata -rata, keluar dari gerbang SMA Permata Indah. Setelah adanya tragedi tawar- menawar dengan Ara, adiknya. Kini motor itu berhenti di sebuah cafe yang tak jauh dari sekolah mereka.
"Turun!"
"Eh..eh..kok di tinggal sih bang?" gerutu Ara
"Makanya jangan ngelamun mulu"
Ara segera turun dari motor dan mengejar bang Arka yang sudah melangkahkan kakinya ke dalam cafe.
"Tungguin napa bang!!"
"Eh itu mereka" bang Arka menunjuk orang-orang yang berkumpul di meja paling pojok.
Ara diam.
"Ayoo" menarik paksa tangan Ara.
Mereka berjalan mendekati meja yang disana terdapat kumpulan laki-laki yang memakai seragam sama seperti Ara.
"Woi" bang Arka bertos dengan mereka.
"Ngapain aja, baru nongol?"
"Biasalah" bang Arka dan menarik kursi untuk Ara duduk.
"Eh..siapa nih? Cantik bener." celetuk Irga.
"Adek gue, kenalin namanya Ara."
"Haloo neng Ara." selak Oji mengulurkan tangan.
Namun hanya dibalas Ara dengan anggukan dan tersenyum kikuk. "Ara."
"Bhahah..kasian banget sih Lo. Lebih mahal kacang." ledek Irga.
Oji hanya menggaruk
-garuk kepalanya yang tidak gatal. Mereka melanjutkan aktivitasnya kembali. Arka dan Ara juga sudah memesan menu terhits di Lolipop cafe.
Ketika diperhatikan, banyak yang mengunjungi cafe ini. Tak hanya dari anak- anak SMA Permata Indah, tetapi juga banyak dari sekolah lain.
"Si Elon kemana?" tanya Arka.
"Tadi katanya mau ke bengkel dulu." jawab Laskar seadanya.
Seseorang memasuki cafe dengan tangan yang berada di saku celana. Berjalan dengan tenang dan tidak menghiraukan tatapan orang-orang yang melihatnya dengan kagum.
"Eh itu si Elon." Oji menunjuk ke arah pintu cafe.
"Sorry telat." kata El.
Ara masih tidak sadar ketika ada orang yang duduk di depannya. Ara mengangkat kepalanya karena merasa diperhatikan. Pandangan mereka bertemu sekilas, tetapi Ara segera memalingkan wajahnya.
Tanya El dengan mengangkat dagunya ke arah Ara.
"Ini adek gue, yang tadi malam mau gue ajak itu." jawab Arka sambil mengaduk- aduk minuman.
"Oh"
"Tapi kok kita nggak pernah liat Ara sih?" Irga mulai kepo.
"Yaiya lah, orang dia tinggal bareng nenek di Jogja."
Dibalas dengan anggukan kepala Irga.
Tak terasa hari sudah menjelang sore. "Bang pulang yuk, nanti dicariin sama bunda." ajak Ara.
"Gue pulang dulu bro, kabarin aja kalo ada job." jawab Arka sekilas.
"Ara duluan ya kak." sambil berdiri dari kursi dan mengikuti Arka.
"Hati-hati nweng Ara!" teriak Oji.
Arka dan Ara meninggalkan cafe dan melajukan motor menuju ke rumah.
*****
"Assalamu'alaikum." teriak Ara memasuki rumah.
"Waalaikumsalam, loh abang kemana Ra? Kok kamu sendirian." tanya bunda.
"Di garasi bun, lagi markirin motor."
"Ara langsung ke atas ya bun" pamit Ara.
Ara menaiki tangga dan menuju ke kamar. Setelah selesai bersih-bersih dan tak lupa menjalankan kewajibannya, terdengar notifikasi dari ponsel di atas nakas.
Grup Ciwi-Ciwi😘
* Natasya invite you*
Natasya_ap:
__ADS_1
Woee
Peee
Haluu
Karin.K:
Bukan nya salam malah
Natasya_ap:
Eh assalamu'alaikum ukhti..
A.Febby:
Waalaikumsalam
Karin.K:
Waalaikumsalam.
Ara mana nih?
Yuhuu Ara
A.Febby:
Woii berisik tau
@Senja Paramita nongol dong:)
Natasya_ap:
Diem - diem bae buk..
Tugas matematika udah pada selesai belom?
Karin.K:
Belom sih, baru ngerjain dikit aja udah pengen muntah:(
A.Febby:
Tenang, kasih slow aja!
Natasya_ap:
Sok iye lu,
Paling² juga belom.
A.Febby:
Kan ada Ara cantikk:0
Senja Paramita:
Eh grup apa nih? kok rame²
Natasya_ap:
Grup khusus ukhti² cantik
Karin.K:
Howeekk
A.Febby:
(2)
Ra, matematika udah selesai?
Senja Paramita:
Udah nih, tinggal sedikit lagi
A.Febby:
Bagi cara dong Ra:)
Natasya_ap:
Hilih, bilang aja nyontek!
Jangan ra, keenakan nanti.
A.Febby:
Apasihh lu? ngegas ae dari tadi
Karin.K:
Lah motor dong ngegas?
Senja Paramita:
Iya, udah aku share:) tenang aja
Udah dulu ya, dipanggil bunda nih
__ADS_1
A.Febby:
Tq..Araku sayanggg:))
Karin.K:
Tadi kok ngegas² apasih?
Natasya_ap:
Mana gue tau!!
Senja left group
Natasya left group
Febby left group
Karin.K:
Lah kok gue di tinggal
Ara segera meletakkan ponsel di atas meja dan keluar dari kamar, karena bunda sudah memanggilnya dari tadi.
"Ada apa bun?" tanya Ara mendekati bunda.
"Tolong beliin bunda bahan- bahan ini di supermarket di depan komplek." bunda menyerahkan selembar kertas.
"Oke bun, Ara langsung berangkat ya.." pamit Ara.
"Mau di anterin bang Arka nggak?"
"Nggak usah Bun, Ara jalan kaki aja. Deket kok. Assalamu'alaikum." Ara meninggalkan bunda masih ribet di dapur.
Ara menuju ke supermarket dengan berjalan kaki dan sesekali bersenandung kecil. Ara sudah mengambil semua bahan- bahan yang akan di beli. Dia menuju rak berisi snack. Karena tubuh yang tidak terlalu tinggi, dia pun kesusahan mengambil snack paling atas.
"Ihh..kok tinggi banget sih." gerutu Ara sambil mencoba mengambil snack.
Tiba- tiba ada sebuah tangan mengambil snack. "Kalo nggak bisa tuh minta tolong."
Ara mendongak untuk melihat siapa yang mengambil snacknya.
"Nihh.." kata Elon menyodorkan snack ke Ara.
"Eh kak Elon, makasih." Ara segera meninggalkan Elon dan menuju kasir.
"Cantik." gumam Elon.
"Semuanya Rp250.000." kata kasir sambil menyerahkan plastik.
Ara segera keluar dari supermarket. "Eh tadi kak Elon ngapain sih?" batin Ara.
"Ini kan supermarket jadi kan bebas untuk umum." Ara sambil menggelengkan- gelengkan kepala.
Tiba- tiba ada yang mengagetkan Ara dari belakang. "Mau bareng nggak?"
"Eh nggak usah kak, aku jalan kaki aja." jawab Ara sambil berjalan terus.
"Udah mau malam ini, nggak baik buat cewek jalan sendirian. Ayo naik!"
Diperjalanan pulang tak ada yang membuka suara sedikitpun. Ara yang masih kaget dan Elon yang fokus menyetir motornya. Akhirnya suara membuyarkan lamunan Ara.
"Oh iya, tadi nama lo siapa?"
"Lah dia dari tadi nggak tau nama ku." tanya Ara dalam hati.
"Senja Paramita kak, biasanya dipanggil Ara." jawab Ara agak kikuk.
"Oh Senja.." balas Elon dibalik helm.
Ara bahkan tak tau jika Elon tersenyum dibalik helm full face nya.
"Mau diatas terus?" Elon membuyarkan lamunan Ara, sampai ia tak sadar jika sudah sampai di depan rumahnya.
"Eh..makasihh kak udah di anterin." Ara gugup dan segera turun dari motor.
"Mau mampir dulu nggak kak?" tanya Ara.
"Nggak usah, lain kali aja." jawab Elon singkat.
"Oh ya udah aku masuk dulu ya kak."
Ketika sudah berbalik badan dan hendak membuka pagar rumah. Elon memanggil Ara sekilas. Dan membuat Ara berbalik badan menatap Elon.
"Senja"
"Eh ada apa kak?"
"Gapapa" jawab Elon dan menstater motornya.
Ara segera membuka pagar dan cepat- cepat masuk ke dalam rumah. "Dasar nggak jelas!" gerutu Ara sambil menghentakkan kakinya.
Elon hanya tersenyum kecil melihat tingkah Ara. Dan segera melajukan motornya meninggalkan rumah Ara.
__ADS_1