
Ara dan ketiga temannya keluar dari laboratorium, sehabis praktikum kimia. Mereka berjalan beriringan melewati koridor kelas XII untuk menuju ke kelasnya.
"Eh besok kita hangout yuk!" kata Natasya bersemangat.
"Ide bagus tuh!" sahut Febby.
"Wah boleh-boleh. Udah lama juga gak hangout bareng kalian." Karin menatap ketiga temannya.
"Gimana Ra? Lo ikut kan?" tanya Natasya.
"Ayo dong Ra! Masa elo gak ikut sih!" desak Karin.
Ara yang dari tadi hanya mendengarkan celotehan dari teman-temannya, kini mengetuk jari telunjuknya di dagu. "Emm..boleh deh!" jawab Ara.
"Yeee!" ucap ketiganya serempak dan memeluk Ara.
Ara yang tidak bisa bernapas pun langsung mengeluarkan suara, "Ih lepasin dong, gak bisa napas." ucapnya karena pengap.
Ketiganya melepaskan pelukan, "Hehe maap, kita kan seneng banget." kata Febby menampilkan deretan giginya.
Mereka berjalan sambil tertawa karena saling melempar celotehan satu sama lain. Di depan kelas XII IPA 2 terdapat segerombol siswa yang tengah asyik bercanda.
"Eh neng Ara." sapa Oji sambil tersenyum manis.
Ara yang merasa di panggil, dia pun juga ikut tersenyum.
"Permisi, mau numpang lewat kak." kata Ara sopan.
Oji yang mendengar ucapan Ara langsung tersenyum senang, "Manggak..manggak atuh neng." katanya.
"Wah gak bisa bentar, disini dulu." cegah Irga.
"Apaan sih kak, kita mau lewat!" jawab Natasya sewot.
"Pantun dulu Ji." kata Laskar yang bersandar di tembok.
Oji langsung mengacungkan kedua jempol tangannya. Oji nampak berpikir.
"Pantun buat siapa Ji?" celetuk Arka yang sedari tadi hanya diam.
"Buat dedek Ara dong.." jawab Oji cengengesan.
"Heh, jangan macem-macem lo! Ntar ada macam ngamuk mati lo!" balas Irga.
"Gue cuma punya satu macem..ya gak?" Oji mengedipkan sebelah matanya kepada Natasya.
"Eaaa.." balas teman-teman Oji kecuali Elon yang hanya tersenyum singkat.
"Dengerin-dengerin!" Oji memperbaiki kerah seragamnya. "Ikan kerapu ikan hiu.." Oji mulai berpantun.
"Manteepp!!"
"Aku cuma mau bilang I love you.." lanjutnya.
"Ya elah jomblo ae sombong lo!" celetuk Natasya.
__ADS_1
"Gini-gini gue single bukan jomblo. Gimana lo mau sama gue biar gue gak single lagi?" balas Oji sambil menaik turunkan alisnya.
"Hih jijik!" kata Natasya sambil menghentak-hentakan kakinya meninggalkan kelas XII IPA 2.
Ketika Ara dan teman-temannya sudah pergi. Tawa merekapun pecah seketika, "Hahahaha.."
"Gila lo Ji, anak orang lo bikin malu gitu. Kalo nanti dia baper lo mau tanggung jawab?" kata Laskar yang masih meredekan tawanya.
"Ya, gue tanggung jawab kalo dia mau..eaaa" jawabnya lalu tertawa keras.
"KALIAN NGAPAIN MASIH DI LUAR KELAS! BUKANNYA BELAJAR MALAH NGERUMPI!" teriakan Bu Dayu yang berkacak pinggang di depan pintu kelas XII IPA 3.
Seketika tawa mereka berhenti setelah mendengar teriakan dari Bu Dayu. Tanpa menjawab apapun mereka langsung masuk ke dalam kelas.
"Gila tuh guru, sewot bener!" kata Oji mendudukkan dirinya di bangku.
"Jangan ngomong sembarangan lo, Ji. Kena azab baru tau rasa lo!" sarkas Arka.
"Judul azabnya, jenazah seorang siswa yang mulutnya penuh busa karena mengata-ngatai guru sewaktu SMA." kata Irga sambil menahan tawanya.
"Astaghfirullah, amit-amit." balas Oji sambil menggelengkan kepalanya.
Guru sudah memasuki kelas. "Assalamu'alaikum wr.wb. Oke jadwal kita hari ini adalah ulangan." ucap pak guru to the point.
"Yah pak, kok dadakan sih."
"Saya belum sempet belajar pak."
"Pak, tadi malam mati lampu jadi gak bisa belajar."
"Pak jangan dadakan dong, cinta saya ke dia aja butuh proses gak bisa dadakan." celetuk Oji.
Terdengar seruan-seruan dari kelas XII IPA 2. "Sudah-sudah. Jangan banyak protes! Saya beri waktu 15 menit, belajar sekarang!" kata pak guru menghentikan perdebatan.
Mau tidak mau mereka akhirnya pun belajar. Entah dapat nilai jelek atau bagus itu urusan belakangan.
****
Ara segera memasukkan semua bukunya ke dalam tas. Karena bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Dia terlihat tergesa-gesa karena ingin menghindari Elon.
Febby yang melihat itu langsung mendekati meja Ara, "Ra, elo buru-buru banget mau kemana sih?"
"Mau pulang lah." jawab Ara sambil menggendong tasnya. "Duluan ya Feb, Nat, Kar." lanjutnya dan segera berlari keluar kelas.
"Lah si Ara kenapa tuh?" tanya Karin.
"Mana gue tau, kan gue bukan emaknya si Ara." jawab Natasya yang sudah berdiri.
Saat ini Ara sedang melewati parkiran, tetapi dia belum melihat Elon disana. Ini kesempatan untuk Ara agar bisa pulang.
Ara celingak-celinguk untuk memastikan keberadaan Elon lalu dia berjalan lagi untuk keluar gerbang. Langkah Ara terhenti karena mendengar suara seseorang.
"Mau kemana lo?" tanya Elon sambil memegang tas Ara.
Ara yang kenal dengan suara itu segera berbalik badan. "Pulang lah, emang mau kemana lagi." jawab Ara dengan santai.
__ADS_1
"Ikut gue." kata Elon menarik tangan Ara menuju ke parkiran.
"Lepasin kak, mau kemana sih!" gerutu Ara.
Namun Elon hanya diam saja. Sesampainya di parkiran, dia langsung naik ke atas motornya dan memakai helm.
"Tadi kan gue udah bilang, kita mau ke suatu tempat." ucap Elon yang melihat Ara hanya diam saja.
"Aku kan belum bilang iya." jawab Ara sambil mengerucutkan bibirnya.
"Cepet naik." perintah Elon.
"Sabar kenapa sih." kata Ara yang sudah naik ke atas motor.
Motor itu pun melaju meninggalkan area sekolah. Selama di perjalanan keduanya sama-sama diam.
Elon menjalankan motornya dengan kecepatan sedang. Membelah kota Bandung yang sedang ramai dengan lalu lalang kendaraan.
"Ayo." Elon menggandeng tangan Ara untuk mengikutinya.
Ara yang kaget dengan perilaku Elon, seperti mendapat sebuah sengatan di dalam dirinya. Kenapa dia selalu merasakan hal ini? Ini sebuah perasaan apa?
Ara segera menepis semua pikirannya. Dia pun mengikuti Elon. Mereka sampai di sebuah danau yang sangat jernih airnya, danau itu juga terlihat sangat indah.
Ara begitu takjub dengan pemandangan tersebut, "Bagus banget." gumamnya sambil merentangkan tangannya untuk menghirup udara segar.
"Gue sering kesini kalau lagi banyak pikiran." kata Elon yang sudah duduk di rerumputan di pinggir danau.
"Kak Elon, tau tempat bagus gini darimana?" tanya Ara yang mulai duduk di samping Elon.
"Tau aja, gue suka sama tempatnya aja. Bisa menghirup udara segar meski gak harus ke gunung dulu." balasnya yang mulai merebahkan tubuhnya.
"Oh." kata Ara sambil memandang ke danau.
"Kak Elon suka naik gunung ya?" tanyanya lagi.
"Lumayan, biasanya juga sama abang elo sama yang lain juga." kata Elon.
"Wah keren dong." Ara menoleh ke samping.
"Nanti akhir semester rencana kita juga mau camping bareng." kata Elon yang ikut menoleh.
"Ikut dong kak." balas Ara dengan bersemangat. "Yayaya boleh ya." lanjutnya dengan menampilkan puppy eyes nya.
Elon yang melihat Ara seperti itu langsung tertawa kecil, "Boleh." jawab Elon sambil mengacak rambut Ara.
"Ih berantakan tau."
"Mau makan es krim gak?" tawar Elon.
"Boleh, tapi traktir ya kak." katanya sambil menampilkan deretan giginya.
"Iya, ayok." Elon sudah berdiri dan membantu Ara untuk berdiri juga.
Di perjalanan Ara begitu senang setelah mendengar kata es krim. Elon yang melihat itu juga ikut tersenyum dibalik helm full face nya.
__ADS_1
"Mungkin gue mulai sayang."