
Kring..kring..kringg. Bunyi alarm menginterupsi pemilik nya untuk segera bangun. Ara segera ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan menunaikan ibadah sholat, karena merupakan kewajiban bagi seorang muslim.
Kemudian dia keluar kamar untuk membantu bunda nya menyiapkan sarapan.
"Pagi bun" ucap Ara sambil menuangkan air kedalam gelas.
"Lohh, kamu sudah bangun sayang?". Dijawab Ara dengan mengangguk.
"Mau dibantu apa ini bun?" tanya Ara
"Sudah selesai, mending kamu bantu bunda bawa ini ke meja makan." jawab bunda sambil memberikan mangkuk berisi sayur.
"Udah nih bun, apalagi yang bisa Ara bantu?"
"Nggak usah, sekarang kamu siap-siap ke sekolah dan jangan lupa bangun kan abang mu." tolak bunda dengan halus.
"Okee Bun " jawab Ara berbalik badan dan menabrak dada seseorang.
"Aduhh.." keluh Ara
"Kamu gapapa kan dek?" tanya bang Arka karena khawatir.
"Gapapa kok bang, cuma kaget sedikit aja. Abang sih.." Ara sambil mengusap-usap keningnya.
"Habisnya kamu sih, balik badan nggak liat-liat dulu." elak bang Arka.
"Ya udah Bun, aku ke kamar dulu yaa.." kata Ara sambil melenggang meninggalkan bunda dan bang Arka.
"Udah bang, sekarang kamu siap-siap gih. Bunda mau ke kamar dulu manggil ayah." ucap bunda meninggalkan Arka yang bengong dengan sikap bunda dan adiknya ini.
"Nggak emak nggak adek sama aja" gumam Arka
***
Sedangkan di kamar, Ara sedang sibuk memperhatikan wajah nya di pantulan cermin.
"Hduhh, hari pertama di sekolah kok gugup sih. Semoga punya temen baru." batin Ara
"Ehemm...tuh muka nggak bakal berubah jadi Jenny Blackpink dipandangin terus kalii neng." ucap seseorang.
"Lah emang power rangers bisa berubah." jawab Ara melenggang pergi.
"Yee disamperin malah di tinggal." gerutu bang Arka
"Pagi yah bun" ucap Ara dan Arka bersamaan
"Pagi sayang, ayo kita makan dulu."
Setelah menyelesaikan ritual makan tanpa obrolan.
"Ara nanti kamu berangkat sama bang Arka ya, ayah ada meeting di kantor jadi harus cepet-cepet berangkat."
"Iya yah, ini udah selesai kok. Ayo bang."
"Arka sama Ara berangkat dulu, assalamu'alaikum." sambil menyalami tangan kedua orangtuanya.
"Waalaikumsalam, hati-hati di jalan sayang. Jangan ngebut-ngebut." kata bunda sambil menggelengkan kepala melihat tingkah kedua anaknya.
__ADS_1
Ke sekolah hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Ara turun dari motor dan menunggu abangnya memarkirkan motornya.
"Udah bang? Anterin ke ruang kepala sekolah dong." pinta Ara dengan puppy eyes nya.
"Ayokk" ucap bang Arka sambil menggandeng tangan Ara.
"Ihh bang, di liatin orang itu..." kata Ara mencoba melepaskan tangannya.
"Eh itu siapa kok bareng sama Arka ya?"
"Anak baru songong bener tuh"
"Bebep Arka makin ganteng aja deh"
"Tapi kok mukanya mirip sama Arka ya?"
Dan masih banyak lagi ucapan-ucapan siswi yang berada di koridor.
Setelah selesai ke ruang kepala sekolah, Ara akhirnya menemukan kelasnya yaitu XI Mipa 1.
"Oke anak-anak, Assalamu'alaikum. Disini ibuk akan mengenalkan teman baru kalian, ayo silahkan masuk nak." ucap Bu guru mempersilahkan Ara masuk.
"Silahkan perkenalkan diri kamu" kata bu guru lagi.
"Haii..saya Senja Paramitha pindahan dari Jogja. Biasa di panggil Ara. Semoga kita bisa berteman dengan baik." kata Ara sambil tersenyum.
"Ya sudah Ara, sekarang kamu bisa duduk di samping Natasya. Natasya angkat tangan mu." Setelah ada yang mengangkat tangan Ara pun langsung menuju ke bangku nya.
"Hai Ara, aku Natasya." sambil mengulurkan tangan.
"Oh hai, aku Ara." kata Ara tersenyum kikuk dan membalas uluran tangan Natasya.
Kringg...kringg..bunyi bel istirahat.
"Kita lanjut pelajaran nya besok. Assalamu'alaikum." Bu Rina kemudian meninggalkan kelas.
"Oh ya, kenalin ini Febby dan ini Karin." kata Natasya memperkenalkan dua sahabatnya.
"Febby"
"Karin" kata mereka sambil mengulurkan tangan.
"Panggil aja Ara, Senja juga boleh." jawab Ara
"Mending sekarang kita ke kantin keburu rame." tawar Febby.
Mereka pun bergegas menuju ke kantin. Dan celingak-celinguk mencari bangku yang kosong.
"Eh kita duduk disana aja yuk" ajak Karin sambil menunjuk bangku kosong di pojok kantin.
"Kalian mau pesen apa nih? Biar gue yang mesen." tawar Febby.
"Aku siomay aja deh sama air putih." jawab Ara
"Samain aja deh, tapi minumnya es teh." jawab Natasya.
"Oke bentar yaa" kata Febby menuju penjual siomay.
"Eh Ara, kenapa sih kok kamu pindah?" tanya Karin.
__ADS_1
"Oh dulu aku di Jogja itu di rumah nenek, sekarang pindah ke Bandung karena disuruh ayah. Biar bisa kumpul bareng keluarga katanya." jawab Ara
"Oh" jawab Natasya dan Karin serempak.
"Eh ada apa nih? ketinggalan berita dong." kata Febby sambil membawa siomay.
"Mending kita makan aja, nanti keburu istirahatnya selesai." kata Ara menengahi.
Ketika didalam kelas dan bel pulang sekolah sudah berbunyi.
"Ara, kapan-kapan kita mau main ke rumah lo dong?" tanya Febby.
Febby itu emang orangnya agak tomboy, tapi orangnya juga welcome banget. Tinggi, lumayan putih, dan badannya juga body goals.
Kalau Natasya, dia itu cantik, putih, ramah, dan penggila K-Pop. Sedangkan Karin, orangnya agak pendiam tapi kalo udah di gabungin sama Febby dan Natasya. Mereka bisa jadi kumpulan tukang gosip, wkk.
"Iya boleh" jawab Ara
"Kita pulang duluan ya Ra, mau bareng nggak?" kata Natasya.
"Enggak usah, aku bareng sama bang Arka soalnya."
"Bang Arka? Cowok kelas 12 Mipa 2 itu Ra?" tanya Karin memastikan.
"Iyaa...emang kenapa sih?" tanya Ara.
"Ih ya ampun, enak banget bisa bareng bang Arka." kata Natasya sambil terpukau.
"Si Nesya yang dari dulu suka sama bang Arka aja nggak pernah tuh bis pulang bareng. Lah elo anak baru tapi dengan mudahnya bisa pulang bareng..Wow..wow.." kata Febby menggebu
-gebu.
"Wah bakalan jadi berita heboh nih" tamah Karin.
"Lah emang kenapa sih? Kan aku adiknya bang Arka ." jawab Ara dengan santai.
"Apaaa!!" teriak mereka bertiga.
"Ihh..berisik tau. Biasa aja dong." kata Ara sembari menutup telinga.
"Eh maap maap, kan kita kaget Ra."
"Kalo gitu aku duluan ya, udah di tungguin bang Arka di parkiran soalnya." ucap Ara meninggalkan teman-temannya yang masih terkejut.
"Bang Arka" teriak Ara menuju parkiran.
"Bisa nggak sih, nggak usah teriak-teriak dek. Telinga abang pengen pecah nih." gerutu bang Arka.
"Yaudah ayok pulang." ajak Ara
"Temenin Abang dulu, mau kumpul bareng temen-temen di cafe deket pertigaan." ucap bang Arka sambil memakai helm dan naik ke motor.
"Janji deh nanti abang beliin es krim disana." ucap bang Arka lagi.
"Okee, tapi bentar doang ya." kata Ara dan naik ke motor bang Arka.
"Berangkat neng..."
__ADS_1