Sepatuku Cintaku

Sepatuku Cintaku
20. Terasa Berbeda


__ADS_3

Hari ini merupakan hari pertama masuk sekolah dalam ajaran baru. Semua siswa datang lebih awal karena diantara mereka masih ada yang tidak tahu jika mereka dipisahkan ke dalam beberapa kelas.


Termasuk Agam dan Sheila, mereka melihat kembali kertas yang bertuliskan nama mereka. Mereka ingin memastikan jika mereka berbeda kelas. Dan benar saja setelah Agam dan Sheila melihat kembali nama mereka,mereka berada di kelas yang berbeda.


Namun hal itu tidak bisa membuat mereka bertindak apa-apa karena memang gurulah yang sudah mengatur semuanya.


"Yah jadi beneran kita beda kelas nih," ujar Agam setelah melihat namanya benar-benar berpisah dengan Sheila.


"Iya nih, kita ga bisa bareng lagi," timpal Sheila.


"Kita kan masih bisa ketemu kalau istirahat, terus pulangnya juga masih bisa ketemu."


"Tapi aku takut," lirih Sheila.


"Loh takut kenapa?" tanya Agam yang menakutkan kedua halisnya.


"Aku takut kalau kamu akan berubah," lirih Sheila.


"Berubah kenapa? Sampai kapanpun aku tidak akan pernah berubah," timpal Agam.


Mendengar kata-kata Agam membuat Sheila sedikit lega. Namun tetap saja ada ketakutan dalam diri Sheila. Sheila merasa takut jika Agam akan berubah lagi. Sementara Sheila tahu jika sekarang kelas Agam dan Vanes bersebelahan.


"Aku takut kamu makin deket sama Vanes," lirih Sheila.


"Ga akan aku mah ga bakalan suka sama anak teater," jawab Agam asal.


"Berarti kalau dia bukan anak teater kamu suka dong," ujar Sheila sambil cemberut dan melipat kedua tangannya.


"Ih bukan gitu juga, aduh gimana aku jelasinnya ya," timpal Agam sambil menepuk keningnya.


Agam sendiri merasa bingung harus menjelaskan seperti apa kepada Sheila. Agam memang tidak memiliki perasaan apa-apa pada Vanes. Hanya saja selama ini Vanes lah yang selalu mendekati Agam terlebih dulu.


Beberapa minggu berlalu, Agam dan Sheila kini sudah terbiasa berada di kelas yang berbeda. Hanya saja terkadang Agam menghampiri Sheila ke kelasnya saat istirahat tiba.

__ADS_1


Terkadang mereka juga berbicara di depan kelas Sheila. Semua teman satu kelas sudah tahu jika Agam dan Sheila berpacaran. Terutama Mawar teman sebangku Sheila sejak kelas satu sampai sekarang sudah kelas 3.


Mawar lah yang menjadi saksi hidup hubungan antara Agam dan Sheila. Bahkan Mawar selalu tahu masalah yang terjadi pada Sheila, karena ia hanya membagi kisahnya kepada Mawar saja.


Beberapa bulan berlalu, hampir setengah tahun hubungan Agam dan Sheila berjalan. Namun semakin ke sini Agam tidak pernah menemui Sheila ke kelasnya saat istirahat tiba.


Padahal dulu setiap jam istirahat Agam selalu menghampiri Sheila di kelasnya. Bahkan tak sungkan Agam selalu berbincang di dalam kelas atau hanya sekedar di depan kelas.


Tapi akhir-akhir ini entah apa yang terjadi. Agam menjadi lebih cuek dan tidak terlalu perhatian. Padahal biasanya Agam selalu mendatangi Sheila di kelasnya setiap hari.


"Kamu kemana aja sih? kok akhir-akhir ini jarang ke kelas lagi," tanya Sheila saat pelajaran sudah berakhir.


"Maaf aku lagi banyak tugas, makanya aku ga sempet ke sini," jawab Agam.


"Tapi apa bener? Karena itu?" tanya Sheila yang menautkan kedua halisnya.


"Iya Sheila beneran," tukas Agam.


"Wah beneran? Kapan? Ayo aku mau banget main kesana," timpal Sheila antusias.


"Nanti deh kalau kita libur sekolah ya!"


"Oke deh!"


Hari ini merupakan hari Minggu. Sheila masih mengingat janji Agam jika libur nanti dia akan mengajaknya jalan-jalan ke air terjun. Satu jam dua jam, bahkan sampai beberapa jam berlalu tapi Agam belum menghubungi Sheila juga.


"Agam kemana ya? Kok sampai sekarang masih belum ngabarin? katanya kalau hari libur mau ngajak jalan-jalan," gumam batin Sheila yang sejak tadi memegangi ponselnya.


Sementara Agam ternyata lupa akan janji yang di buatnya sendiri. Dia ternyata sibuk bermain dengan teman-temannya tanpa ingat sedikitpun akan janjinya.


Keesokan harinya. Di sekolah hari ini merupakan jadwal olah raga. Dan olah raga kali ini kita harus praktek berenang di kolam dekat kampus yang tidak jauh dari sekolah.


Agam dan Sheila pergi bersama ke tempat berenang yang mereka tuju. Sepanjang perjalanan mereka berbincang sekaligus membahas soal janji Agam kemarin.

__ADS_1


"Oiya Gam, kemarin kamu kemana? Katanya mau ngajak jalan-jalan ke air terjun?" ucap Sheila membuka pembicaraan.


"Ya ampun maaf aku lupa, kemarin aku malah main sama teman-teman aku. Terus hp aku juga mati makanya aku jadi lupa ngabarin kamu," jawab Agam panjang lebar.


"Mmh, pantesan seharian ga ada kabar. Orang lagi asyik main," tukas Sheila yang merasa sedikit kesal.


"Iya, hehe. Maafin aku ya," timpal Agam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Jarak sekolah ke kampus yang lumayan dekat membuat mereka berjalan kaki sampai ke sana. Meski ada angkot yang sampai ke sana, tapi Agam dan Sheila enggan menaiki angkot.


Padahal jaraknya lumayan beberapa meter dari sekolah. Tak terasa karena sepanjang perjalanan terus berbincang akhirnya mereka tiba di kolam renang. Di sana sudah banyak siswa yang lain yang sudah berdatangan.


"Woy Gam, pacaran mulu!" teriak Fadhil yang meneriaki namanya.


"Ish apaan sih, bikin malu aja!" pekik Agam yang merasa kesal karena siswa yang lain mengalihkan pandangannya kepada Agam.


"Hehe, emang bener kan. Dari tadi barengan terus sama Sheila," timpal Fadil sambil menyenggol tangan kanan Agam yang ada disebelahnya.


"Sirik aja lu emang," gerutu Agam sambil bergegas menarik tangan Sheila.


Agam dan Sheila pun akhirnya bergegas masuk ke dalam kolam renang tanpa menghiraukan ucapan Fadil. Sementara Fadil setengah berlari mengejar Agam dan Sheila.


"Eh tunggu Gam."


Sebelum di tes renang, semua siswa melakukan pemanasan terlebih dahulu agar otot-otot mereka tidak tegang. Beberapa menit melakukan pemanasan kini tiba saatnya untuk di tes berenang menggunakan gaya bebas.


Setiap siswa di panggil 5 orang, 5 orang sekali tes. Agam yang berada di absenan paling atas mendapatkan panggilan pertama. Sementara Sheila hanya bisa menyaksikan Agam dari kejauhan karena mereka berbeda kelas.


Beberapa jam kemudian akhirnya seluruh siswa selesai di tes. Selesai berenang Agam dan Sheila segera mandi dan mengganti pakaian mereka. Selesai mengganti pakaiannya seperti biasa Agam mengantar Sheila pulang sampai ke tempat biasa.


Hanya saja jalan dari kolam renang menuju angkot yang di tuju Sheila agak berbeda. Namun meski begitu Agam tetap mengantar Sheila terlebih dulu sebelum ia pulang. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Agam dan Sheila terus saja mengobrol.


Tapi kali ini Fadil ikut bersama mereka karena rumah Fadil searah dengan angkot yang di tuju Sheila.

__ADS_1


__ADS_2