Sepatuku Cintaku

Sepatuku Cintaku
27. Jalan-jalan


__ADS_3

Hari ini merupakan hari libur, sejak kemarin Bu Anisa berpesan jika hari ini Sheila harus datang ke rumahnya. Entah ada apa, tapi Sheila akan berusaha datang ke rumahnya. Pagi-pagi sekali Sheila sudah bangun dan mulai mengerjakan pekerjaan rumah.


Semenjak ibunya tidak ada, mau tidak mau Sheila harus belajar mengurus rumah. Mulai dari menyapu, mengepel lantai bahkan pekerjaan rumah yang lain harus bisa ia lakukan.


Tidak hanya itu, Sheila juga di tuntut untuk bisa masak sendiri. Awal nya memang sulit, akan tetapi setelah biasa semua pekerjaan menjadi bisa. Selesai membereskan rumah dan memasak Sheila segera bergegas pergi ke rumah Bu Anita.


Sheila pergi menuju rumah Bu Anisa menggunakan angkutan umum. Tiga puluh menit kemudian tibalah Sheila di rumah Anisa.


Ting.. tong..


"Assalamualaikum bu," ujar Sheila sesampainya di teras rumah.


"Waalaikumsalam, eh Sheila sudah datang," tukas Bu Anisa yang menyambut kedatangan Sheila sambil tersenyum simpul.


Sheila segera bergegas masuk dan duduk di ruang tamu.


"Dian, Sheila sudah datang," ujar Bu Anisa.


"Iya bu tunggu sebentar," teriak Dian dari dalam kamarnya.


Tak berapa lama Dian sudah bersiap akan segera pergi.


"Ayo bu!" ajak Dian.


"Ayo Sheila," ajak Bu Anisa.


"Loh kita mau kemana bu?" tanya Sheila sambil menautkan kedua halisnya. Sheila merasa bingung karena ia baru saja tiba dan akan pergi kembali.


"Kita akan mengajakmu jalan-jalan Sheila," jawab Dian.

__ADS_1


"Wah kita mau kemana kak?" tanya Sheila antusias.


"Kita kemana ya, gimana kalau kita ke toko buku," jawab Dian.


"Beneran kak?" tanya Sheila tidak percaya.


"Iya beneran," tukas Dian sambil tersenyum.


Sheila merasa senang karena ia bisa jalan-jalan bersama. Dia merasa begitu beruntung karena Sheila seperti memiliki ibu dan juga kakak perempuan. Mereka pergi menggunakan taksi online.


Mereka pergi ke salah satu mall yang ada di kota itu. Hanya butuh satu jam saja agar mereka tiba di sana. Sesampainya di sana mereka di suguhkan pada toko-toko besar yang menjual aneka barang.


Mulai dari tas, pakaian, sepatu bahkan makanan berbagai jenis juga tersedia di sana. Tujuan mereka yaitu langsung pergi ke toko buku. Salah satu toko buku terbesar dan terlengkap di tempat itu.


Dian langsung memilih buku-buku yang ia cari untuk keperluan skripsinya. Sedangkan mata Sheila tertuju pada sebuah deretan novel yang berjajar rapi yang ada di hadapannya.


Sheila begitu antusias melihat beberapa judul novel yang membuat ia tertarik. Membaca blurnya saja susah membuat Sheila tertarik. Namun saat melihat novel ini ingatan Sheila seolah tertuju pada seseorang.


"Kenapa aku harus mengingatnya," gumam batin Sheila yang tiba-tiba terdiam.


"Ada apa Sheila?" tanya Dian yang tiba-tiba melihat Sheila terdiam padahal sejak tadi dia tidak berhenti berbicara.


"Tidak apa-apa kak," jawab Sheila yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Cukup lama mereka berada di toko itu. Sambil menunggu Dian, Sheila membaca sebuah novel. Sedangkan Bu Anisa sedang sibuk melihat buku aneka masakan. Beberapa menit kemudian akhirnya Dian selesai memilih beberapa judul buku.


"Aku udah selesai bu, ayo kita pulang," ajak Dian.


"Ayo nak, kita bayar dulu," tukas Bu Anisa.

__ADS_1


Dian pun segera membayar beberapa bukunya dan tanpa sepengetahuan Sheila, dia membelikan beberapa judul novel. Sheila bergegas mengekor di belakang Bu Anisa. Merasa keroncongan, Dian membawa ibunya dan juga Sheila untuk makan terlebih dahulu.


"Oiya bu, bagaimana kalau kita makan dulu disini," ajak Dian.


"Boleh, kebetulan ibu juga lapar. Kalau kamu gimana Sheila?" tanya Bu Anisa.


"Kalau aku sih gimana kalian aja," timpal Sheila yang merasa tidak enak walaupun sebenarnya ia merasa lapar. Tapi tidak mungkin jika ia harus jujur.


Akhirnya sebelum pulang mereka mampir ke salah satu restoran yang ada di mall itu. Mereka makan di salah satu tempat menjual chicken yang terkenal. Sebelum makan mereka harus mengantar terlebih dahulu untuk memilih makanan yang mereka inginkan.


Sebenarnya Sheila sendiri merasa malu dan canggung ketika di suruh memilih makanan, tapi karena Bu Anisa terus memaksanya akhirnya ia memilih makananan dan satu minuman.


Setelah beberapa menit mengantri akhirnya mereka membawa makanan masing-masing. Mereka makan dalam satu meja. Di tempat itu juga begitu ramai oleh para pengunjung.


"Makan yang banyak Sheila," ujar Bu Anisa.


"Iya bu," jawab Sheila yang malu-malu.


Tak berapa lama setelah makanan habis akhirnya mereka segera bergegas untuk pulang karena hari sudah menjelang sore. Sheila merasa sangat senang karena ia bisa jalan-jalan.


Sesampainya di rumah, Dian baru memberikan buku yang dibelinya tadi.


"Oiya Sheila ini ada sesuatu untuk kamu," ujar Dian sambil mengeluarkan beberapa buku dari dalam kantong kereseknya.


"Wah novel, ini untuk aku kak?" tanya Sheila.


"Iya lah ini buat kamu, masa buat ibu. Tadi kakak liat kamu anteng baca novel itu makanya kakak belikan," jelas kak Dian.


"Makasih banyak ya kak," ujar Sheila.

__ADS_1


"Sama-sama Sheila.


Setelah diberikan buku akhirnya Sheila pamit untuk segera pulang karena hari mulai gelap.


__ADS_2