
Hari ini merupakan hari yang spesial bagi Sheila karena hari ini merupakan hari pertama bekerja bagi Sheila. Pagipagi sekali Sheila sudah bangun dan membereskan rumahnya.
Dengan cekatan Sheila menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga ayahnya. Meski hanya menu sederhana tapi hal itu membuat ayah Sheila merasa senang. Walau bagaimanapun Sheila harus banyak belajar.
Setelah pekerjaannya selesai Sheila segera mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian hitam putih. Sheila membawa surat pengantar yang di berikan petugas HRD kemarin saat wawancara.
Sesampainya di tempat kerja, Sheila segera menunjukan surat pengantar itu kepada supervisor yang ada di tokonya tempat bekerja. Pagi itu suasana masih sangat sepi karena Sheila sengaja datang lebih awal.
"Permisi Bu, saya disuruh datang ke sini dan ini surat pengantarnya," ujar Sheila sambil menyerahkan selebaran kertas berisi surat pengantar.
"Oiya kamu karyawan baru ya?" tanya Rika yang merupakan supervisor di toko itu.
Dengan seksama Rika membaca surat itu. Selesai membaca dan di rasa surat itu memang surat yang resmi, Rika mulai membawa Sheila ke tempat ruang HRD. Di dalam ruangan HRD sheila di daftarkan namanya untuk finger scan serta dibuatkan kartu nama.
Sheila merasa senang karena hal ini merupakan pengalaman baginya. Rika mulai menunjukan pekerjaan apa yang harus di lakukan Sheila. Pertama Sheila harus membersihkan toko terlebih dahulu.
__ADS_1
Setelah membersihkan toko, Sheila harus merapikan pakaian yang ada di toko sesuai konter yang ia tempati. Dalam toko itu doi bagi ke dalam beberapa konter. Di lantai paling bawah terdapat konter peralatan bayi.
Di lantai 1 terdapat konter khusus baju anak. Di lantai 2 khusus mainan anak. Meski tidak terlalu besar tapi toko itu cukup lengkap dan selalu ramai. Menjelang siang karyawan yang lain pun mulai berdatangan.
"Hai karyawan baru ya?" sapa karyawan yang lain pada Sheila.
"Iya aku Sheila," ujar Sheila sambil tersenyum dan menyambut hangat tangan orang itu.
"Aku Ana," tukas karyawan itu yang kini menjadi teman pertama Sheila.
"Ayo Sheila kita ambil alat kebersihannya disana!" tunjuk Ana sambil menarik tangan Sheila.
Sepanjang perjalanan Ana menjelaskan sedikit-sedikit tentang toko ini. Ana menjelaskan jika toko ini merupakan mahar dari suaminya. Mendengar hal itu membuat Sheila merasa kagum.
"Wah hebat ya, maharnya ini pasti mahal," ujar Sheila.
__ADS_1
"Pastinya Sheila, aku juga merasa iri dan jadi mau," timpal Ana.
Tak terasa hampir seharian penuh Sheila bekerja di toko. Merasa sibuk tak terasa akhirnya waktu pulang pun sudah tiba. Waktu menunjukan pukul 4 sore dan itu artinya mereka sudah diperbolehkan untuk pulang.
Di tempat kerjanya Sheila terbagi menjadi 3 shift. Yang pertama shift pagi, shift siang dan middle. Untuk mekanismenya mereka bekerja seminggu-seminggu. Setelah satu minggu barulah mereka bergantian Shift. Sheila merasa senang bekerja di toko ini karena pekerjaannya tidak terlalu melelahkan.
Pekerjaan Sheila hanya melipat pakaian dan menjaga toko saja. Saat pulang pun toko itu persis berada di pinggir jalan.
"Kamu pulang kemana An?" tanya Sheila.
"Aku ke daerah atas Sheila, kalau kamu?" tanya Ana balik.
"Aku ke daerah bawa tuh angkotnya sudah datang," tunjuk Sheila yang segera menghampiri angkot yang sudah menepi.
"Ya sudah kalau begitu aku duluan ya," pamit Ana.
__ADS_1
"Dah Ana," timpal Sheila.