
Beberapa tahun berlalu, rasanya baru kemarin Sheila lulus sekolah. Tapi kini ternyata Sheila sudah bekerja selama beberapa tahun. Bahkan ada diantara temannya yang sudah menikah.
Saat itu Sheila baru saja pulang bekerja. Sheila yang kebetulan masuk shift pagi pulang lebih awal sekitar pukul 4 sore. Saat Sheila sedang menunggu angkot tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang menepi di dekatnya.
tidid..
Terdengar suara klakson mobil.
"Itu mobil siapa berisik banget," gerutu Sheila.
"Sheila!" panggil seseorang dari dalam mobil itu.
"Siapa ya? Perasaan ada yang memanggil namaku," gumam batin Sheila yang celingukan mencari sumber suara itu.
"Hai Sheila!" panggil seseorang itu sekali lagi.
Tak berapa lama Sheila melihat seseorang yang baru saja turun dari mobil. Sheila merasa bingung siapa yang memanggil namanya.
"Apa kabar Sheila?" tanya seorang pria yang menghampirinya.
"Agam? Kamu beneran Agam?" tanya Sheila yang merasa tidak yakin.
"Ya Sheila aku Agam," jawab Agam sambil membuka kacamatanya.
__ADS_1
Sheila masih tidak percaya jika laki-laki yang berada di hadapannya ternyata Agam, mantan kekasihnya saat sekolah dulu. Laki-laki yang berperawakan tinggi, hidung mancung dan berkulit putih itu ternyata Agam.
"Kamu sedang apa disini?" tanya Agam.
"Aku lagi nunggu angkot mau pulang," jawab Sheila.
"Ya sudah biar aku saja yang akan mengantarmu pulang," tawar Agam lagi.
"Ah tidak perlu repot-repot. Aku bisa pulang sendiri," ujar Sheila yang merasa tidak enak karena ia merasa jika Agam kini terlihat begitu berbeda.
"Tidak repot kok, ayo cepat aku antar pulang," timpal Agam lagi yang benar-benar ingin mengajak Sheila pulang.
Setelah beberapa saat berdebat, akhirnya Sheila mau juga diantar pulang oleh Agam. Agam segera membukakan pintu mobil untuk Sheila.
"Sama-sama."
Di dalam mobil Sheila masih tidak percaya jika ia akan bertemu lagi dengan mantan kekasihnya. Padahal sudah beberapa tahun mereka tidak pernah berhubungan lagi. Bahkan Sheila tidak pernah membayangkan jika ia akan bertemu lagi dengan Agam.
"Bagaimana kalau kita makan dulu, aku lapar nih. Sekalian kita ngobrol-ngobrol," ujar Agam membuka pembicaraan.
"Mmh, bagaimana ya.." tukas Sheila yang merasa bingung.
"Yah mau yah," pinta Agam sekali lagi.
__ADS_1
Akhirnya setelah beberapa saat berfikir, Sheila mengiyakan ajakan Agam. Sheila juga merasa bingung jika pulang tidak ada kegiatan lagi selain beristirahat. Setelah Sheila sepakat, Agam akhirnya mengajak mereka ke tempat yang favorit mereka.
Tempat makan yang menjadi saksi bagi hubungan mereka berdua.
"Kenapa kita harus datang kesini?" tanya Sheila yang tampak bingung.
"Loh emangnya kenapa kalau kita kesini? Ga ada salahnya juga kan?" tanya Agam balik.
Sheila sendiri merasa bingung saat Agam berkata seperti itu.
"Mmh, ga papa juga sih," timpal Sheila yang seketika menjadi salah tingkah.
Agam dan Sheila akhirnya masuk ke sebuah tempat yang bersejarah bagi mereka berdua. Hal itupun sontak mengingatkan Sheila akan kenangan-kenangan indah bersama Agam.
"Apa dia mengingatnya juga ya?" gumam batin Sheila.
"Ada apa Sheila? Kenapa tiba-tiba diam?" tanya Agam yang memperhatikan Sheila yang tiba-tiba saja terdiam.
"Ah tidak papa," jawab Sheila.
"Apa makanan kesukaan mu tidak berubah Sheila?" tanya Agam.
"Tidak, memangnya kamu masih ingat makanan kesukaan ku?" tanya Sheila.
__ADS_1
"Tentu dong!" jawab Agam yang penuh percaya diri.