
Tak terasa hampir satu semester berlalu. Itu artinya sebentar lagi Sheila akan mengikuti Ujian Nasional. Dan tidak lama lagi Sheila akan lulus Sekolah Menengah Atas. Beberapa hari terakhir Sheila harus belajar dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang memuaskan.
Setiap hari Sheila harus bangun lebih pagi agar dapat mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dulu sebelum ia pergi ke sekolah. Sheila kini sudah terbiasa dengan rutinitas yang ia kerjakan.
"Semoga lancar ya ujiannya Sheila," ujar Dian.
"Aamiin kak, terima kasih banyak kak," ucap Sheila.
"Kalau ada pelajaran yang susah tanya kakak aja ya," tambah Dian.
"Oke kak," jawab Sheila sambil tersenyum simpul.
Mendengar hal itu membuat Sheila merasa senang. Sheila merasa seperti memiliki kakak perempuan. Meski Sheila sempat memiliki kakak perempuan tapi saat itu dia tidak begitu dekat dengan kakaknya.
Hal itu itu dikarenakan kakaknya lebih banyak tinggal bersama neneknya, sedangkan Sheila lebih memilih tinggal bersama orang tuanya. Walaupun Sheila pernah tinggal bersama neneknya tapi ia tidak betah berada di sana.
Sheila lebih memilih harus tinggal sendiri di saat orang tuanya bekerja. Dan benar saja perkataan Sheila ternyata membuatnya menjadi seorang anak yang mandiri hingga saat ini.
__ADS_1
Hari ini merupakan hari pertama Sheila Ujian. Beberapa hari terakhir membuat Sheila belajar begitu keras.
"Semoga hari ini berjalan lancar," gumam batin Sheila.
Semua murid tampak khusyuk mengerjakan ujian mereka masing-masing. Termasuk Sheila yang berusaha berkonsentrasi dalam mengerjakan soal-soal ujian hari ini. Sheila berharap jika dia akan mendapatkan nilai yang memuaskan.
Satu minggu kemudian akhirnya ujian itu telah selesai di laksanakan. Sheila merasa lega karena akhirnya ujiannya kini telah berakhir. Setelah berusaha kerasa kini Sheila tinggal menunggu hasilnya saja.
Setiap selesai sholat Sheila selalu berdoa agar ia dapat mendapatkan nilai yang memuaskan dan dapat melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Meski bukan berasal dari keluarga yang kaya tapi keinginan Sheila untuk menjadi seorang sarjana sangatlah kuat.
"Selamat ya Sheila akhirnya kamu lulus juga," ujar Mawar sambil memeluknya.
"Selamat juga buat kamu Mawar," timpal Sheila yang segera membalas pelukan Mawar.
Semua murid tampak bahagia saat mendapatkan surat kelulusan itu. Setelah lulus sekolah Sheila mendapatkan tawaran untuk bisa kuliah gratis oleh keluarga Bu Anisa.
Mendengar hal itu membuat Sheila merasa senang dan bahagia. Namun apapun keputusannya Sheila harus membicarakannya terlebih dulu dengan ayahnya.
__ADS_1
"Ayah keluarga Bu Anisa menawarkan aku untuk bisa kuliah gratis tapi aku harus tinggal bersama mereka," ujar Sheila.
"Apa? tinggal di sana? Lalu bagaimana dengan ayah," tukas Hermawan yang merasa tidak setuju dengan keputusan anaknya.
Berulang kali Sheila memikirkan tentang keputusannya. Sheila merasa jika ayahnya tidak akan setuju dengan keputusan yang ia ambil. Akhirnya Setelah berfikir keras Sheila tidak mengambil tawaran itu.
Sheila lebih memilih untuk menunda keinginannya. Namun walau bagaimanapun Sheila harus memberitahukan keputusannya kepada Bu Anisa. Hari ini rencananya Sheila akan memgunjungi rumah Bu Anisa untuk memberitahukan keputusannya.
"Bu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," ujar Sheila.
"Iya nak, katakan saja," timpal Bu Anisa.
"Begini bu, sebenarnya saya tidak bisa mengambil tawaran itu," lirih Sheila.
"Tapi kenapa nak?" tanya Bu Anisa.
"Ayah saya tidak menyetujuinya bu," timpal Sheila.
__ADS_1