
Hari ini Sheila kembali membuat lamaran pekerjaan yang lebih banyak untuk ia masukan ke beberapa tempat. Meski kemarin Sheila sempat gagal tapi ia tidak mau berputus asa.
Sheila harus tetap berjuang untuk mencari pekerjaan. Kali ini ia mencoba memasukan lamarannya ke sebuah toko baju bayi dan anak. Barang kali saja ada lowongan. Apa salahnya mencoba. Benar saja beberapa hari kemudian Sheila mendapatkan panggilan.
Sheila di minta datang ke toko pusat untuk wawancara. Seperti biasa pagi-pagi sekali Sheila sudah bersiap dan memakai pakaian hitam putih. Sesampainya disana sudah banyak orang yang datang juga untuk wawancara.
"Hai mau wawancara ya?" sapa salah seorang yang sudah menunggu sejak tadi.
"Iya nih, kamu juga sama?" tanya Sheila.
"Iya aku juga sama mau wawancara, kenalin aku Ana," tukas orang itu sambil menyodorkan tangannya.
"Aku Sheila," timpal Sheila yang langsung menyambut hangat jabatan tangan Ana.
Mereka pun mulai mengobrol dan mulai memperkenalkan diri satu sama lain. Sheila merasa sangat senang karena ia bisa mendapatkan teman baru. Begitupun dengan Ana yang merasakan hal yang sama.
__ADS_1
Tak berapa lama karena keasyikan mengobrol, mereka akhirnya dipanggil secara bersamaan. Di dalam ruangan mereka diminta mengisi beberapa pertanyaan sebelum wawancara di mulai.
Bagi Sheila ini adalah kali kedua dalam wawancara kerja. Bedanya kali ini, ia di minta untuk mengisi beberapa soal terlebih dahulu. Beruntung soal-soal yang dikerjakan cukup mudah.
Dari soal itu berisikan soal matematika yang cukup mudah.
"Soalnya gampang banget," gumam batin Sheila.
Setelah selesai mengisi soal, kini mereka di panggil satu persatu untuk wawancara karna. Tak sampai lima menit, akhirnya wawancara itu selesai juga. Kini tiba saatnya untuk menunggu hasil pengumuman tentang siapa yang lolos dan siapa yang tidak.
Beruntung dari sekian banyak orang, akhirnya nama Sheila tertera dalam kertas itu.
"Wah alhamdulillah, akhirnya lolos juga," gumam batin Sheila yang merasa bersyukur karena akhirnya ia mendapatkan sebuah pekerjaan.
"Gimana Ana apa nama kamu ada?" tanya Sheila.
__ADS_1
"Alhamdulillah aku lolos Sheila, kamu sendiri gimana?" tanya Ana.
"Aku juga lolos alhamdulillah, wah selamat ya!" timpal Sheila.
"Selamat juga untuk kamu An," tukas Elisa.
"Sesuai nama yang ada di kertas itu, silahkan masuk ke dalam ruangan ini. Bagi yang belum tertera namanya disini kami ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya mungkin suatu hari nanti masih ada kesempatan untuk anda," ujar salah seorang pegawai itu.
Beberapa diantara mereka yang tidak lolos segera balik kanan dan membubarkan diri. Sedangkan kami dan beberapa orang yang diterima mendapatkan pengarahan selanjutnya.
Karena toko ini banyak cabangnya akhirnya kami di tempatkan sesuai domisili masing-masing. Sheila sendiri di tempatkan di tempat yang tidak begitu jauh dari rumahnya.
Sheila merasa senang karena tempat dimana ia bekerja ternyata tidak terlalu jauh. Setelah pengarahan itu selesai akhirnya mereka pulang dan besok merupakan hari pertama bekerja bagi semuanya.
"Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan ya Allah, terima kasih untuk semua ini," gumam batin Sheila yang sangat bersyukur. Akhirnya setelah beberapa bulan menunggu dia mendapatkan pekerjaan.
__ADS_1