Sepatuku Cintaku

Sepatuku Cintaku
31. Harapan Tak Sesuai Kenyataan


__ADS_3

Hari ini langit begitu cerah. Burung-burung pun terdengar berkicauan. Sama halnya dengan Sheila yang hari ini akan melihat hasil ujiannya beberapa hari kemarin. Sheila berharap jika ia akan lulus dalam SMPTN ini.


Sheila segera mengambil ponsel yang berada diatas nakas dan segera membuka hasil pengumuman yang selama ini ia tunggu-tunggu. Sheila segera membuka dan segera mencari namanya di antara deretan nama-nama yang tertera di layar.


Dari deretan nama yang ia cari akhirnya dia menemukan namanya yang dinyatakan belum lulus. Ada perasaan kecewa yang Sheila rasakan. Meski beberapa hari terakhir


Sheila bekerja begitu keras tapi ternyata harapan nya tidak sesuai dengan kenyataannya.


"Hmm, sudahlah yang terpenting aku sudah berusaha," gumam batin Sheila yang membuang nafasnya secara kasar.


Setelah melihat hasil itu Sheila memutuskan untuk mencari pekerjaan terlebih dahulu. Sheila membuat beberapa lembar lamaran pekerjaan dan segera memasukan lamaran itu ke berbagai tempat.


Mulai dari toko baju, restoran, perusahaan, bahkan rumah sakit pun tak lupa dia masuki. Cukup lama Sheila menunggu kabar baik itu. Mungkin Sheila akan bekerja terlebih dahulu sambil mengumpulkan uang.

__ADS_1


"Sheila gagal dalam mengikuti SMPTN yah, aku tidak lulus," lirih Sheila yang menceritakan masalahnya kepada ayahnya.


"Tidak apa-apa nak, yang terpenting kamu sudah berusaha. Lalu apa rencanamu sekarang nak?" tanya Hermawan.


"Mungkin aku akan bekerja saja yah. Aku sudah memasukan beberapa lamaran pekerjaan," jawab Sheila.


"Syukurlah kalau begitu, maaf ayah tidak bisa menyekolahkanmu tinggi-tinggi nak," ujar Hermawan.


"Aku sudah lulus SMA saja sangat bersyukur," ucap Sheila.


Beberapa hari kemudian Sheila mendapatkan panggilan kerja di sebuah restoran yang cukup terkenal. Hari ini Sheila akan melakukan wawancara kerja. Hal ini merupakan pengalaman pertama bagi Sheila melakukan wawancara.


Sesampainya di restoran, Sheila segera bergegas menuju ruang HRD (tempat penerimaan karyawan baru). Di tempat itu sudah ada beberapa orang yang akan melakukan hal yang sama yaitu untuk diwawancara.

__ADS_1


Satu persatu diantara kami pun mulai di panggil. Tak terasa kini giliran Sheila yang mulai di panggil.


"Sheila," panggil salah seorang petugas HRD.


"Iya saya," jawab Sheila sambil mengangkat tangan kanannya.


"Kamu masuk," titah salah seorang petugas itu.


Perlahan tapi pasti Sheila mulai masuk ke dalam ruangan. Sheila mulai di tanyai beberapa pertanyaan. Beruntung Sheila bisa menjawab beberapa pertanyaan itu. Hanya saja ketika di ukur tinggi badan, tinggi badan Sheila belum memasuki kriteria.


"Mohon maaf anda belum bisa diterima di tempat kami karena tinggi badan anda belum memenuhi syarat," ujar salah seorang petugas HRD itu.


"Oiya tidak apa-apa pak," timpal Sheila dengan senyuman yang di paksakan. Sheila sebenarnya merasa kecewa. Padahal sudah sejak pagi Sheila menunggu panggilan hanya untuk di terima kerja, namun ternyata pengorbananya sia-sia.

__ADS_1


Dengan tubuh lemas Sheila mulai melangkahkan kakinya. Sheila benar-benar kecewa karena usahanya tidak membuahkan hasil. Namun walau bagaimanapun Sheila tidak boleh berputus asa.


Sheila harus tetap semangat untuk mendapatkan pekerjaan yang lain. Sheila segera bergegas pulang karena tubuhnya sudah begitu lelah setelah seharian ini. Hari yang begitu panas dan terik semakin membuat Sheila merasa lelah.


__ADS_2