Sepatuku Cintaku

Sepatuku Cintaku
34. Ingin Mencari Pengalaman Baru


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu. Sampai saat ini Sheila masih bekerja di toko itu. Terkadang Sheila ingin mencari suasana baru dengan mencari tempat kerja yang baru. Akan tetapi di zaman sekarang mencari pekerjaan begitu sulit.


"Ada apa Sheila? Kok murung?" tanya Ana yang baru saja datang dan melihat temannya seperti sedang melamun.


"Mmh, tidak apa-apa," jawab Sheila yang mencoba menyembunyikan perasaannya.


Sebenarnya Sheila ingin bercerita kepada Ana tentang perasaannya. Mungkin saja Ana memiliki informasi tentang lowongan pekerjaan. Akan tetapi Sheila justru mengurungkan niatnya.


"Ya sudah jika memang kamu tidak mau bercerita tidak apa-apa," timpal Ana lagi.


"Oiya apa kamu ada rencana ingin mencari pekerjaan lagi?" tanya Ana menohok. Pertanyaan Ana seakan mewakili perasaannya.


"Sebenarnya aku ingin mencari pekerjaan yang baru, tapi aku belum tahu akan mencari pekerjaan kemana. Lagipula aku juga takut jika keluar dari sini," lirih Sheila.


"Loh takut kenapa? Lowongan pekerjaan banyak kali kalau kita mau mencarinya," timpal Ana.


"Itulah yang sejak tadi mengganggu pikiranku Ana. Sebenarnya aku ingin mencari pengalaman yang baru, tapi sampai saat ini aku masih belum mendapatkan in formasi tentang lowongan pekerjaan," jelas Sheila.

__ADS_1


"Ta sudah kalau begitu nanti jika ada lowongan pekerjaan aku kasih tau ya," tukas Ana.


"Ok makasih banyak An," timpal Sheila sambil tersenyum simpul.


Setelah berbicara dengan Ana membuat perasaan Sheila menjadi lebih tenang. Setelah berbincang mereka segera mulai bekerja. Hampir seharian mereka bekerja. Dan akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.


Saat tiba di rumah tiba-tiba ponsel Sheila berdering. Dia mendapatkan telpon dari teman lamanya. Kebetulan teman nya itu menawarkan sebuah pekerjaan di rumah sakit.


Wah jika saja Sheila berhasil di terima kerja disana mungkin akan menambah pengalaman baru. Tak ada salahnya jika Sheila mencoba membuat lamaran pekerjaan.


Dengan penuh semangat Sheila segera membuat lamaran pekerjaan yang baru. Keesokan harinya Sheila membuat janji dengan teman nya Andara. Teman yang dulu ia kenal saat mengikuti les belajar.


"Hai An, maaf aku telat," ujar Sheila.


"Hai Sheila, apa kabar? Ga apa-apa, lagipula aku juga baru sampai," tukas Andara.


"Aku baik, kamu sendiri gimana?" tanya Sheila lagi sambil duduk di samping Andara.

__ADS_1


Mereka duduk di sebuah kursi panjang dekat taman kota. Karena sudah lama tidak bertemu banyak hal yang mereka bicarakan. Termasuk soal lamaran pekerjaan yang akan dia titipkan kepada Andara.


"Aku bawa ya surat lamarannya,"ujar Andara sambil membawa amplop coklat besar berisi lamaran pekerjaan.


"Iya An, makasih ya," tukas Sheila.


"Sama-sama Sheila, nanti pasti ada telpon yang akan menghubungi kamu dari rumah sakit," ucap Andara.


"Siap, siap!" tukas Sheila.


Setelah pembicaraan itu mereka akhirnya berpisah kembali setelah cukup lama berbincang. Andara harus segera pergi karena dia ada sebuah pekerjaan.


"Kalau gitu aku pamit ya," pamit Andara.


"Iya An, hati-hati ya," ucap Sheila.


"Ok, dah!"

__ADS_1


Perlahan tapi pasti Andara mulai bergegas meninggalkan Sheila. Dia merasa begitu senang karena akhirnya dia bisa melamar


di tempat lain. Semoga saja ada kesempatan untuk Sheila agar bisa bekerja dirumah sakit.


__ADS_2