
Beberapa tahun berlalu. Agam dan Sheila kini hidup dengan bahagia dengan hadirnya seorang buah hati di antara mereka. Kebahagiaan yang tidak pernah terduga. Mereka tidak pernah tahu bahwa takdir akan mempertemukan mereka kembali.
Kini anak pertama mereka sudah menginjak usia 3 tahun. Namanya Nadia Kinara. Anak perempuan yang begitu cantik dan manis.
"Sini sayang makan dulu," panggil Sheila saat Nadia berlari di hadapannya.
"Iya mah," jawab Nadia sambil berlari ke arah ibunya.
Semenjak menjadi seorang ibu, Sheila kini semakin dewasa. Pemikirannya kini lebih ia prioritaskan hanya untuk anaknya saja. Kini Sheila menjadi tahu rasanya menjadi seorang ibu.
Ternyata menjadi seorang ibu itu tidaklah mudah. Menjadi seorang ibu harus memiliki kesabaran yang ekstra. Sheila merasa sedih saat ia teringat akan ibunya. Dia hanya bisa menangis saat mengingat ibunya.
"Ternyata begini rasanya menjadi seorang ibu. Seandainya ibu masih ada, mungkin aku akan lebih memperhatikan ibu," gumam batin Sheila.
khuwek... khuwek...
"Aduh kenapa perutku tiba-tiba mual? kepalaku juga pusing?" gumam batin Sheila sambil memegangi kepalanya yang terasa berputar.
"Loh kamu kenapa mah? " tanya Agam yang kebetulan datang dari belakang dan segera menangkap Sheila yang akan terjatuh.
__ADS_1
"Tidak tahu pah, kepala mamah rasanya begitu pusing. Terus perut mamah juga rasanya mual," lirih Sheila.
"Ya sudah kita pergi ke dokter ya," ajak Agam yang segera membawa istrinya menuju rumah sakit terdekat.
Mereka segera bergegas pergi, sedangkan Nadia ia titipkan kepada asisten rumah tangganya. Tak berapa lama kemudian akhirnya mereka tiba disebuah rumah sakit terdekat.
Setelah mendaftar kini Sheila langsung diperiksa. Setelah melewati beberapa pemeriksaan akhirnya Sheila di nyatakan positif hamil.
"Selamat ya istri anda sedang hamil," ujar dokter itu setelah memeriksa Sheila.
"Wah beneran dok? Alhamdulillah," ucap Agam dengan penuh rasa syukur.
"Iya pak kini usia kandungan istri anda sudah menginjak 2 bulan. Mohon agar pasien tidak terlalu kelelahan dan tidak mengangkat benda yang berat," tambah dokter itu.
9 bulan berlalu Sheila kini sudah melahirkan seorang bayi laki-laki. Betapa bahagianya Agam dan Sheila karena kebahagiaan mereka bertambah dengan hadirnya seorang bayi laki-laki.
Kini kebahagiaan mereka pun semakin lengkap. Mereka begitu beruntung karena di karuniai anak laki-laki yang tampan dan anak perempuan yang cantik. Anak laki-laki yang mirip Agam dan anak perempuan yang begitu mirip Sheila.
"Terima kasih Sheila," ujar Agam sambil mengecup kening Sheila.
__ADS_1
"Sama-sama yah," jawab Sheila.
Agam merasa sangat bahagia karena anggota keluarga mereka bertambah. Begitupun dengan keluarga besar mereka yang sudah berkumpul untuk melihat bayi mereka berdua.
Beberapa teman terdekat Agam dan Sheila juga turut hadir dalam acara mereka berdua.
"Selamat ya buat kalian berdua," ujar salah seorang teman mereka.
"Makasih sudah hadir," timpal Agam dan Sheila.
Semua keluarga dan beberapa teman dekat pun memberikan selamat secara bergantian. Mereka seolah turut ikut bahagia dengan kebahagiaan Agam dan Sheila.
Tamat.
Hai semua terima kasih karena sudah mengikuti cerita saya sampai sini. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan disana-sini karena kesempurnaan hanya milik Allah dan kekurangan hanya milik saya.🙏😁
Jangan lupa mampir juga ke cerita saya yang lain ya reader . Jangan lupa tinggalkan jejak kalian juga dengan memberikan like n komen 😁.
__ADS_1