
Setelah pertemuannya kemarin Agam dan Sheila kini mulai dekat kembali. Meski sudah beberapa tahun tidak bertemu tapi entah mengapa rasanya mereka selalu dekat. Agam merasa nyaman berada di dekat Sheila, begitupun Sheila sebaliknya yang masih merasakan hal yang sama.
Kemistri itu masih ada diantara mereka. Agam masih memiliki perasaan yang dulu pernah ada untuk Sheila.
"Apa Sheila mau menerima ku kembali?" tanya Agam dalam hati.
Setelah pertemuan itupun komunikasi diantara mereka pun kembali intens. Agam lebih sering menghubungi Sheila. Begitupun Sheila yang mulai terbuka akan perasaannya.
Karena sejak hubungannya dengan Agam yang dulu pernah kandas, Sheila tidak pernah berhubungan lagi dengan pria manapun. Rasanya begitu trauma dan Sheila tidak ingin merasakan rasa sakit hati yang begitu mendalam lagi.
"Oiya Sheila apa kamu sedang dekat dengan seseorang?" tanya Agam secara langsung.
"Tidak, aku tidak dekat dengan siapapun. Memangnya kenapa?" tanya Sheila lagi yang menautkan kedua halisnya.
"Sebenarnya beberapa hari terakhir ini aku sering memikirkan hubungan kita Sheila. Aku selalu berfikir apa kita bisa seperti dulu lagi?" tanya Agam secara langsung.
__ADS_1
"Apa? seperti dulu? Maksudmu?" tanya Sheila lagi yang masih belum mengerti dengan perkataan Agam.
"Aku ingin kembali kepadamu Sheila. Sejak dulu sampai sekarang perasaan itu masih tetap ada," lirih Agam.
"Oiya? benarkah? lalu bagaimana dengan Vanes?" tanya Sheila.
"Kami sudah lama putus dan tidak pernah berhubungan lagi sampai sekarang," jawab Agam lirih.
"Terus kalau misalnya kalian tiba-tiba dipertemukan kembali apa kamu akan melakukan hal yang sama Gam? Kamu akan meninggalkan aku?" tanya Sheila.
Untuk beberapa saat Agam terdiam. Dia begitu terkejut dengan pernyataan Sheila.
"Maaf Sheila, waktu itu aku benar-benar menyakiti hatimu. Aku janji kali ini aku tidak akan pernah mengkhianatimu lagi Sheila. Bahkan aku ingin kita segera menikah," jelas Agam yang mencoba meyakinkan Sheila.
Untuk beberapa saat Sheila terdiam memikirkan dan merenungkan kata-kata Agam karena dia juga masih sangat mencintai Agam.
__ADS_1
"Maaf Gam, aku butuh waktu untuk menjawab semua ini," timpal Sheila.
Untuk beberapa hari Sheila pun memikirkan permintaan Agam. Sheila yang merasa masih memiliki perasaan yang sama pun akhirnya mau menerima Agam kembali. Hingga beberapa bulan kemudian akhirnya mereka meresmikan hubungan mereka.
Sheila merasa bahagia karena akhirnya ia bisa menikah dengan laki-laki yang sangat ia cintai. Begitupun dengan Agam yang masih sangat mencintai Sheila. Akhirnya cinta mereka dipersatukan kembali meski sudah bertahun-tahun terpisah.
"Terima kasih Sheila karena kamu sudah mau menerima ku kembali," ujar Agam.
"Sama-sama Gam. Aku merasa sangat bahagia karena kita bisa bersama lagi," tukas Sheila.
Setelah hubungan yang resmi akhirnya mereka hidup dengan bahagia dan memiliki seorang anak yang hadir di tengah-tengah mereka. Agam dan Sheila tidak pernah menyangka jika akhirnya cinta mereka akan dipersatukan kembali setelah sekian lama terpisah.
"Sini nak, kejar ayah," ujar Agam sambil perlahan mundur.
"Ayah," ucap anak perempuan yang cantik itu.
__ADS_1
"Sini sayang makan dulu," timpal Sheila.
Mereka bertiga pun terlihat begitu bahagia. Cinta yang dulu sempat hilang kini kembali lagi bahkan lebih indah dari apa yang kita pikirkan.