
"Ehm... kok istrimu nggak ikut?." Riska sengaja memancingnya. Sekalian mengecek kebenaran yang di katakan gosip yang di sampaikan Wisnu waktu itu.
"Aku sendiri, Ris. Belum ada pasangan lagi." Vino menjawab dengan percaya diri. Secaruk senyum manis ia persembahan untuk Riska.
Riska mangut-mangut mendengarnya.
"Semoga Allah segera memberi jodoh terbaik untuk mu yah, Vin." doa tulus mengalir dari bibir Riska.
"Aamiin. Semoga ya, Ris. Berharap dia mau membuka hati untukku. Doakan ya." Vino memandangku dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Minta lah sama Allah, Vin. Kalau dia memang yang terbuk untuk kamu pasti akan ada jalannya untuk bersatu. Tapi nila doi bukan yang terbaik pasti akan ada juga jalannya untuk menjauh. Aku doakan semoga kamu berjodoh dengan yang terbaik menurut Allah. Karena kalau baik menurutmu belum tentu baik menurut Allah, Vin. Jadi pepet terus Allah. Agar di berikan yang terbaik menurut nya."
Riska sedang berada di mode sok bijak sehingga sok-sokan menasehati orang.
"Terima kasih banyak doa nya, Ris. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuknya." Dengan penuh keyakinan serta semangat Vino menjawab. Senyum sumringah pun terbit dari bibirnya.
"Aku akan mendoakan semoga kamu bisa, Vin. Tapi jangan terlalu berharap pada manusia. Takutnya, kamu nanti akan sakit hati kalau tidak kesampaian. Biar bagaimanapun Allah yang menentukan jalan hidup mu termasuk soal jodoh. Berdoa yang banyak pada Allah yah. Semoga Allah mengabulkan apa yang kamu minta, Vin." Riska menjawab tanpa menoleh ke arahnya. Sebab mata Riska sedang fokus ke depan.
Tak terasa kami sudah sampai di tempat tujuan. Riska tersenyum saat Vino membelokkan kendaraan nya ke arah parkiran khusus mobil yang sudah di sediakan oleh panitia.
Segera Riska kirim pesan kepada Firly.
"Aku sudah di parkiran. Kalian di mana?." pesan sudah terkirim dan langsung ceklis biru.
Riska dan Vino pun turun dari mobil bersamaan.
"Riska, Vino. Kalian barengan?." Rupanya Firly menyapa mereka. Riska nyengir kuda menanggapinya.
Teman nya ini sejak dulu seluruh berperilaku tomboy itu menghampiri mereka di parkiran. Lalu, Riska di peluknya setelah kami memangkas jarak.
__ADS_1
"Jangan bilang kamu jadian dengan duda keren ini?." Firly membisikkan kata-kata itu di samping telingaku saat kami berpelukan.
Inilah yang Riska takutkan. Dia akan mengira Riska ada apa-apa dengan Vino.
"Jangan berpikir macam-macam. Orang satu mobil itu bukan berarti ada hubungan. Mobil ku sedang ada di bengkel. Itu alasannya kenapa bisa nebeng dengan Vino." Ku jawab itu tepat samping telinga Firly.
Vino sudah berjalan terlebih dahulu. Sementara, Riska dan Firly masih berpelukan melepaskan rindu.
"Jadian juga nggak papa. Dia cocok untukmu." Firly tetap menggoda setelah mengurai pelukan mereka berdua.
"Kamu itu ya. Bukan nya menanyakan kabar malah sibuk menjodohkma orang." Riska menepuk pundak anak yang dulu nya suka tidur di kelas.
"Oh ya, gimana kabar kamu, Ris? Sampai lupa aku?." Firly nyengir kuda setelahnya.
"Ah, basi. Masa bertanya kabar harus menunggu di perintah dulu. Nggak asyik." Riska pura-pura manyun sembari berjalan menuju tempat teman-teman pada ngumpul.
"Ah, gitu aja sudah ngambek. Karena bagiku menggoda kamu itu lebih penting daripada berbasa-basi menanyakan kabar kamu yang jelas terlihat sehat wal afiat. Segar bugar. Eh, itu kabar yang beredar benar? suamimu di rebut sepupumu sendiri?." Pertanyaan Firly menghentikan langkah kakiku.
"Dari media sosial lah. Memang dari mana? kan vidio kalian viral yang di taman waktu itu." keterangan Firly membuat Riska tepuk jidat seraya menggigit bibir bawah.
'Innalahi... bagaimana aku bisa melupakan itu. Ya, dampak dari viral video itu tidak hanya mempermalukan Siska, tapi juga membuka aibku sendiri. Akhirnya, seantero teman-teman ku pun mengetahui bagaimana rumah tangga kami. Dan ini tidak aku sadari sejak awal.' Batin Riska.
"Yuk, ah kita masuk. Teman-teman sudah nungguin kamu sejak tadi." Firly kembali melanjutkan langkahnya. Namun, Riska segera berhasil menghentikan gerakan kaki tersebut.
"Jangan buat gosip murahan ya antara aku dan Vino. Aku tadi satu mobil karena benar-benar untuk menumpan. Itu doang." Riska berusaha meluruskan masalah ini, ia tidak ingin ada gosip di antara dia dan Vino.
"Tenang, aman kok. Akuhanha akan mengatakan kalau semuanya sudah jelas. Tapi kamu jangan kelamaan menjanda, ya. Aku yakin kamu akan menemukan orang yang tepat setelah melepaskan laki-laki murahan macam mantan suamimu itu." Firly menepuk-nepuk lenganku yang ada di dalam genggaman nya.
"Aamiin. Terima kasih banyak ya, doanya." Riska pun membalas dengan senyuman.
__ADS_1
Lalu, mereka melanjutkan langkah menuju tempat dimana teman-teman mereka berada. Riska pun di sambut dengan ramah oleh teman-teman semasa SMA nya tersebut. Riska menyalami bercipika-cipiki pada setiap teman perempuan. Dan menangkupkan kedua tangan di depan dada pada setiap kawan laki-laki.
Riska belum bisa sempurna dalam menjalankan perintah agama, terkadang untuk memakai jilbab saja dia masih buka tutup. Tapi dia juga berusaha untuk menjaga batasan dengan lawan jenis yang bukan mahram nya seperti tidak bersalaman dengan lawan jenis. Bukan karena sok suci, bukan. Tapi karena tidak mau di siksa oleh malaikat sebab bersentuhan dengan lawan jenis dosanya tidak main-main.
"Hai, Ris. Lama banget nongolnya? kirain nggak bakalan datang. Kenalkan ini istriku." Wisnu, orang yang terakhir yang menyapa Riska. Lalu, Riska menghampiri istri nya yang cantik jelita itu.
Mereka memang di sediakan tempat khusus oleh Rizky untuk reunian, merasa bersalah ngobrol banyak hal tanpa merasa bersalah telah mengganggu tamu undangan lainnya. Banyak hal yang mereka bahas dengan teman-teman sekolah dulu. Terutama mengenang masa-masa di sekolah waktu itu
Tanpa terasa waktu sudah beranjak siang. Setelah makan-makan dan foto bersama, mereka pun pamit pulang pada tuan rumah yaitu Rizky yang hari ini sedang menjadi raja sehari.
"Ris, ayo kita pulang." Vino menghampiri Riska yang sedang bersalaman dengan Firly sebelum berpisah.
"Ayo!." karena tadi berangkatnya bareng pulangnya pun Riska pikir yah harus bareng. Mereka pun berjalan beriringan menuju tempat parkiran yang terletak di lapangan pojok rumah Rizky.
Namun mata Riska terbelalak sempurna saat melihat sesuatu. Refleks Riska menutup mulut sebab tak percaya dengan apa yang mata nya lihat.
Riska masih menatap tak percaya pada sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari kendaraan milik Vino. Hatinya menghangat mendapatkan kejutan dari seseorang.
"Ris. Itu mobil kamu. Siapa yang membawa ke sini?." Tidak hanya Riska, Vino pun terlihat kaget saat melihat kendaraan dengan merek Daihats* Ayla berwarna merah itu terparkir dengan sempurna di sana.
Riska mengedikkan bahu menjawab pertanyaan Vino. Bukan dia tidak tahu orang yang telah membawa mobilnya kemari tapi perempuan itu belum bisa memastikan kebenarannya.
Belum hilang dari keterkejutan nya, kini Riska di kagetkan lagi oleh suara bariton dari belakang.
"Riska!"
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...