
■Rencana Yang Gagal■
"Yang Mulia, Negara Adik mu sudah mengubah Negaranya menjadi Negara Sidik Jari. Yang dimana Sidik Jari berperan sekali pada kehidupan mereka" ujar Sahabat Raja Negara Ratjir
"Jadi maksudku, mengapa Yang Mulia tidak mau mengubah Negara ini menjadi Negara Sidik Jari juga?" lanjut sahabat Raja Negara Ratjir
"Hmm, tadinya saya berfikir seperti itu, tapi... Yaudah nanti saya tanyakan kepada Adik saya" ucap Raja Negara Ratjir
"Karena cuma negara Adik Yang Mulia, yang Negaranya mengedepankan Sidik Jari, jadi aku dengar, banyak Negara yang meminta izin untuk mengikutinya, tapi tidak tahu juga"
"Apalagi Yang Mulia, yang minta izin, pasti langsung boleh. Mungkin negara lain ditolak"
"Eehmm..." tampaknya Raja Negara Ratjir ragu?!
Melihat Raja ragu, sahabat Raja Negara Ratjir pun berkata
"Tampaknya Yang Mulia ragu?"
"Ragu untuk apa, Yang Mulia?"
"Eh, ah, enggak" jawab nya
"Jadi, kapan Yang Mulia ingin tanya?"
"Sekarang saja, Yang Mulia"
"Tapi sekarang dia sedang sibuk" ujar Raja Negara Ratjir
"Mungkin malam, akan saya tanya"
"Tapi kalau malam, nanti adik Yang Mulia sudah tidur?" ragu Sahabat Raja Negara Ratjir
"Ehmm, yaudah sebentar lagi, saya akan tanya"
"Baik Yang Mulia"
■☆■☆■☆■
"Enak ya, bapaknya Raja Negara Ratjir ini" ujar Aleme memuji Muliyan
"Kita pun harusnya bersyukur, karena kita bisa bersahabat dengan anak Raja, biasanya kan anak Raja pastinya NOLAK MENTAH-MENTAH kalau di ajak bersahabat dengan Orang Biasa" ujar Garinge
"Sudah (jangan dibahas)" ujar Muliyan
"Oh iya, paman Muliyan itu Raja dari Negara yang sedang Viral kan?! Negaranya itu diganti nama jadi Negara Sidik Jari ya?!" tanya Nitara
"Iya" jawab Muliyan
"Ayah mu itu 2 bersaudara ya kan, Mul?!" tanya Garinge
"Iya" jawab Muliyan
"Keren Kakek Nenek mu Mul, bisa menjadikan anaknya sebagai Raja di 2 Negara yang terkenal (Negara Ratjir & Negara Sidik Jari)" kagum Aleme
__ADS_1
"Tapi keren juga Ayah Muliyan sama Adiknya, kalau aja mereka gak mau didik, pasti mereka gak jadi Raja" ujar Nitara
"Pendapat kalian tentang Negara Sidik Jari itu apa?" tanya Muliyan yang mengetahui akan terjadi peperangan antara Aleme dengan Nitara
"Keren aja sih" jawab Garinge
"Tapi kamu mau gak, Negara ini kayak Negara Sidik Jari?!" tanya Muliyan
"Eee, enggak tau" jawab Garinge
"Menurut Nitara sama Aleme?" tanya Muliyan
"Eeee, enggak. Menurut aku sih enggak banget sama Ide Paman mu. Jangan sampe deh negara ini kayak Negara Sidik Jari." ujar Nitara
"Bukan ngatain Paman mu ya Muliyan" ujar Nitara
"Tapi, yaa... Gitulah" ujar Nitara
"Ohhh" ujar Muliyan mengangguk paham
"Kalau menurut Aleme sih keren banget. Soalnya ide nya bagus banget! Kepikiran aja! Semoga aja negara ini jadi kayak negara Sidik Jari" ujar Aleme
"Heh! Semoga enggak yah!" ujar Nitara
"Semoga iya!" ujar Aleme
"Semoga enggak!" ujar Nitara
"Semoga iya!" ujar Aleme
"Semoga enggak!" ujar Nitara meninggikan suara
"SEMOGA IYA!!" teriak Aleme
"SEMOGA ENGGAK!!" teriak Nitara
"SEMOGA IYA!!"
"SEMOGA ENGGAK!!"
"SEMOGA IYA, SEMOGA IYA, SEMOGA IYA!"
"SEMOGA ENGGAAK!! SEMOGA ENGGAK"
"SEMOGA IYAAA!!"
"SEM~" teriakan Nitara dipotong oleh ucapan Muliyan
"Setelah kalian bertengkar seperti itu, apa yang kalian dapat?!" tanya Muliyan
"Cakeeeppp" ujar Garinge
"Hanya permusuhan aja kan?!" lanjut Muliyan
__ADS_1
■☆■☆■☆■
"Baik, saya akan menghubungi adik saya dulu" ujar Raja Negara Ratjir berhenti di depan telefon emas miliknya
Terlihat Raja Negara Ratjir merenung saat hendak mengambil gagang telefonnya itu.
Sahabatnya bingung, alhasil ia memutuskan untuk berjalan mendekati Raja Negara Ratjir.
"Yang Mulia?" tanyanya sambil berdiri di samping Raja Negara Ratjir.
"Eh iya?" tanya Raja sedikit kaget
"Oh iya" ujar Raja mengambil gagang telefonnya
Lalu memutar nomor kerajaan sang adik.
Lalu terangkat.
"Ya dengan Raja Negara Sidik Jari sendiri disini" begitulah ucapannya saat mengangkat telefon dari kerajaan manapun
"Dik??" tanya Raja
"Iya? Ada apa ya?"
"Sehat?"
"Ya iyalah sehat."
"Ohh, syukurlah"
"Oh iya, kakak mau minta izin, kakak boleh gak mengikuti ide mu, sebagaimana kerajaan lain meminta izin"
"Ha?!"
"Mau ngikutin?!"
"ENGGAK BOLEH!" teriakan itu bocor sampai sahabat Raja Negara Ratjir mendengarnya.
"ENAK AJA!"
"Emang Belum Sampai Berita Bahwa ada Sanksi yang Minta Izin untuk Itu?! Sanksinya adalah Jari Jemarinya akan ku Potong dan ku Simpan ke Wilayah Ujung Negara Sidik Jari, untuk mereka Jaga! Karena disana aman untuk menjaga Barang Berguna, Barang Istimewa. Dan Jari Jemari adalah Barang Istimewa, bahkan lebih Istimewa daripada Emas Sekalipun!"
Terus terang Raja Negara Ratjir sangat kaget.
Tut!
Panggilan di putus oleh sang adik.
Mengetahui itu, sahabat Raja mendekati Raja, namun tiba-tiba...
Gagang telefon terjatuh, dan disambung oleh teriakan sang Raja.
Karena tiba-tiba Jari Jemari tangannya terputus dengan sendirinya, dan Jari Jemari itu pun melayang, dan hilang keluar jendela.
__ADS_1
■☆■Next Episode■☆■
^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^