Sidik Jari

Sidik Jari
Episode 26 ■Ketahuan■


__ADS_3

■Ketahuan■


"Huh, huh. Untung mereka gak liat" ujar Nitara menghela nafas lega


Begitupula dengan yang lain


Mereka tidak tahu, bahwa beberapa orang tersebut sedang berjalan ke arah mereka.


"Mereka udah lewat belom ya??!" tanya Nitara kepada sahabat-sahabatnya


"Tidak tahu" jawab Garinge


"Entahlah" jawab Aleme


Dari luar, mereka tidak bisa masuk, karena tak bisa membuka pintu itu, karena Sidik Jari mereka tak cocok dengan Sensor Sidik Jari yang disana.


Orang-orang yang berlari tadi adalah Polisi yang sedang mencari 2 Pemuda dan 2 Pemudi yang dikatakan Kepala Desa, di Tempat Pembuangan Sampah, dan mereka pun akan pergi dari sana, namun karena ada suara, mereka jadi ingin mengecek dulu.


Karena tak bisa terbuka, mereka memutuskan untuk pergi saja, dan menganggap suara tadi hanya halusinasi semata.


Di dalam lift, mereka saling bertanya, apa di luar sudah aman?!


"Udah lewat belom nih?!" tanya Nitara


"Gak tauu" jawab Garinge dan Aleme


Nitara pun menempelkan telinganya di pintu lift


"Gak ada suara sih diluar sana" ujar Nitara menjauhkan telinganya dari pintu lift


"Dari tadi gak ada suara" ujar Muliyan tidak tahu


"Tapi kayaknya sih udah lewat dari tadi" ujar Muliyan


"Iya sihh" gumam Nitara


"Jadi? Keluar?!" tanya Garinge ragu


"Eee, ayuu coba" ajak Muliyan


"Tunggu" cegah Aleme sambil menempelkan mata kanannya ke tengah-tengah pintu lift, lalu mata kirinya ia tutup, namun tidak ada guna, karena tidak ada celah sedikitpun, di tengah-tengah pintu lift.


"Gak keliatan, aku kira bakal keliatan" ucap Aleme menjauhkan tubuhnya dari pintu tersebut


"Yaudah, ayo keluar" ajak Garinge


"Aha! Aku punya ide" ujar Nitara


"Aku akan melihat luar, dengan bantuan angin" ucap Nitara


Nitara pun menutup matanya, lalu ia berkata,


"Angin, perlihatkan keadaan di luar lift." ucap Nitara


Dan saat meram, Nitara pun dapat melihat luar lift, dan benar, tidak ada siapapun.


Nitara pun membuka matanya


"Ayo keluar, gak ada siapa-siapa" ucap Nitara membuka pintu lift menggunakan Sidik Jari ketua dari orang-orang yang satu Ruangan dengan mereka, di Ruangan Kumpulan Sampah.

__ADS_1


Pintu lift terbuka, mereka pun keluar dengan hati-hati.


Setelah sampai dipertigaan, Muliyan mengintip ke arah kiri, dan Nitara mengintip ke arah kanan.


Kiri mereka lorong juga dan setelah itu ada pertigaan lagi. Sedangkan kanan mereka ada lorong setelah itu belok kanan.


"Kiri atau kanan??!" tanya Nitara


Garinge dan Aleme pun mengintip juga.


Dan mereka pun menampakkan diri mereka, tak lagi mengintip.


"Eee kanan aja yuk?!" tanya Aleme


"Eee ayu" setuju Garinge dan Nitara


"Ayu" Muliyan pun setuju


Mereka pun berjalan perlahan-lahan, sambil melihat ke belakang juga.


Dan mereka pun sampai ke belokan tersebut.


Nitara pun mengintip, lalu Muliyan pun ikut mengintip.


Dan ternyata ada tangga menuju bawah, di depan mereka saat mengintip.


Nitara dan Muliyan pun menampakkan dirinya lagi, tak lagi mengintip.


Dan disusul oleh Garinge dan Aleme


"Ayo ke bawah" ajak Muliyan mulai berjalan menuju tangga ke bawah. Dan diikuti yang lain.


Dan mereka pun turun, sambil waspada.


Mereka berjalan perlahan, sambil melihat ke belakang.


Nafas memburu, keringat panas dingin merajalela di tubuh mereka, jantung berdetak kencang. Itulah yang dirasakan mereka berempat.


Yang paling depan adalah Muliyan, kedua Nitara, ketiga Aleme dan keempat Garinge.


Dan setelah Tangga, ada pertigaan.


Dan akhirnya anak tangga terkahir pun Muliyan injak.


Muliyan menyuruh sahabat-sahabatnya tuk diam terlebih dahulu, agar Muliyan mengecek dulu, apa aman atau tidak?!


Setelah mengintip ke kiri dan kanan, Muliyan menghadap sahabat-sahabatnya.


"Kiri dan kanan aman" ucap Muliyan


Mereka bertiga pun jadi ikut mengintip.


Di sebelah kanan mereka lorong cukup panjang, dan belok kanan, dan ke kiri mereka adalah lorong cukup panjang dan belok kiri.


"Ke kiri atau kanan?!" tanya Nitara


"Kanan?!" tanya Muliyan


"Ke kiri aja yuk, kan tadi kita ke kanan" ajak Nitara

__ADS_1


"Sekarang gantian" lanjut Nitara


"Eee yaudah" ucap Muliyan


Saat hendak melangkahkan kakinya ke kiri, mereka mendengar ada yang berbincang-bincang, sambil jalan menuju mereka.


Mereka pun memutuskan untuk mundur, dan Nitara tetap mengintip.


Makin lama, suara itu semakin jelas berasal dari kiri mereka.


Dan saat Nitara terus mengintip, tak sadar orang yang mengobrol tersebut sudah belok ke arah lorong bawah Tangga, alhasil Nitara terlihat oleh orang yang sedang mengobrol itu.


"EEEHH!! PENYEUSUEP!!!" ["EEHH!! PENYUSUP!!!"] teriak salah satu dari mereka yang mengobrol


"KEJEAEAEARRR!!" ["KEJAAARRR"] teriak satunya lagi.


Mereka berdua pun mengejar Nitara


Mereka kaget melihat Nitara seperti sudah ketahuan, dan ada teriakan seseorang, walau Garinge dan Aleme tak tahu apa artinya.


"KITA KETAHUAN!!! AYOO KEMBALII!!" teriak Nitara juga sambil berlari menuju lift


"HAA!!!" kaget Garinge dan Aleme sambil berlari ke arah lift.


Dan Muliyan pun juga lari ke arah lift.


Karena di kejar, Aleme pun membalap Garinge, dan lari cepat duluan.


Kedua orang tersebut hanya teriak-teriak sambil terus mengejar.


Namun mereka sudah melihat duluan, bahwa ada 2 Pemuda dan 2 Pemudi. Alhasil mereka tambah berteriak...


"EMEREKEA EITEU YEANG SEDEANG DEICEAREI KEPEALEA DESEAEA!!!" ["MEREKA ITU YANG SEDANG DICARI KEPALA DESA!!!"]


"TEANGKEAP DEAN LEAPEORKEAN!!" ["TANGKAP DAN LAPORKAN!!"]


"KITA KETAHUAAN" teriak Nitara ke Garinge dan Aleme.


Mereka semua pun belok ke lorong lift, dan Aleme pun memasuki lift, kedua Garinge, ketiga Nitara dan Muliyan bersamaan, dan setelah itu Nitara pun cepat-cepat menutup pintu lift.


Namun na'asnya, mereka ketahuan sedang berada di lift. Alhasil mereka berdua mengejar sampai depan lift.


"MEREKA UDAH TAU KITA KESINII!!!" teriak Aleme ketakutan


"AYOO TURUN SAJAA" teriak Garinge


"Tunggu" ucap Muliyan menghalangi tangan Nitara ingin menekan tombol turun.


Mereka sedikit menabrak pintu lift, berusaha masih bisa masuk. Namun ternyata tidak, pintu sudah tertutup.


"EEAYEOEO KEITEA LEAPEOR KEPEALEA DESEA!" ["AYO KITA LAPOR KEPALA DESA!!"] teriak mereka tepat di depan pintu lift.


Tentu saja Muliyan dan Nitara terkejut. Sangat terkejut.


"JANGAN BUANG-BUANG WAKTU, MULIYAN!! AYOO KELUARKAN PORTAL MU UNTUK PERGI DARI BANGUNAN INI!!!" teriak Nitara


Muliyan pun mengeluarkan Koin Emas Portalnya, dan ia pun mengarahkan untuk ke Suatu Tempat yang Cocok untuk bersembunyi, Aman tuk Bersembunyi.


Saat Portal sudah dihadapan mereka, mereka pun langsung memasuki portal tersebut.

__ADS_1


■☆■Next Episode■☆■


^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^


__ADS_2