Sidik Jari

Sidik Jari
Episode 5 ■Latihan #2■


__ADS_3

■Latihan #2■


Aleme pun mendekati yang lain dengan berlari


"Oke, kalau sudah semua (berubah), tinggal panggil Robot Latihan!" ucap Muliyan


"Ya!" ujar mereka bertiga


Muliyan menghembuskan nafas terlebih dahulu, sambil memejamkan matanya.


Lalu Muliyan pun membuka matanya.


"ROBOT LATIHAN..." teriak Muliyan melompat ke atas, sambil membalikkan pedangnya, untuk menghadap tanah.


"MUNCULLAH!!" teriak Muliyan terjun ke tanah, sambil menancapkan Pedang,  dengan kerasnya.


Tanah Lapangan Latihan bergetar, di ujung sana, terbukalah Tanah Lapangan Latihan, dan muncullah Robot Latihan yang sangat Besar.


"ROBOT LATIHAN... AKTIIFF!!" teriak Muliyan menarik mundur Pedangnya, laksana Tuas Gas Kereta di tarik.


Seketika kepalanya yang menunduk, jadi terangkat, kedua mata Robot tersebut menyala, kedua tangannya mengepal, dan ia sudah tidak seperti patung yang Diam, tidak ada pergerakan sedikitpun.


"Siapa duluan yang mau menyerang?" tanya Muliyan


"Aku?"

__ADS_1


"Yaudah" ucap mereka bertiga


"Baiklah"


"ROBOT LATIHAN, KELUARKAN ROBOT-ROBOT MINI YANG GANAS, DAN TAK TERHINGGA, DAN MULAILAH MENYERAANG!!" teriak Muliyan menarik Pedangnya agar tidak lagi menancap di Tanah.


Dan seketika Tanah yang tertusuk Pedang Muliyan, kembali rata, dan tidak ada bekas tusukan sedikitpun.


Lalu keluarlah Robot-robot mini (setinggi mereka berempat) yang Ganas dan Tak Terhingga, yang terus menerus keluar dari kedua kaki Robot Latihan.


Robot tersebut memegang Pedang, dan Pedang yang mereka pegang adalah Pedang Batu, dan ada juga Robot yang memegang Pedang Es.


Keunggulan Pedang Batu dan Pedang Es adalah jika apapun dari tubuh kita yang terkena, akan menjadi Batu ataupun Es, sesuai terkena Pedang apa?


Muliyan pun mulai mengibaskan Pedangnya ke arah Robot-robot tersebut. Dan mulailah robot-robot tersebut berjatuhan.


Yang kepalanya terpenggal, badannya terpenggal, dadanya tertusuk, kepalanya tertusuk, kaki/tangannya yang tertusuk, dan lain-lain.


Sudah beberapa menit berlalu, Muliyan masih semangat tuk menyerang robot-robot tersebut.


Muliyan mengibaskan pedangnya dengan beragam cara. Bukan hanya mengibaskannya.


Tiba-tiba ada 3 robot yang melompat dan ingin mencambuk Muliyan, namun Muliyan pun tidak lengah. Muliyan menyerang dulu yang ada di depannya, lalu Muliyan pun mengibaskan pedangnya ke mereka sekaligus, dan hasilnya mereka bertiga berjatuhan bersama.


"Gantian Muliyan" teriak Garinge bersemangat, tak sabar gilirannya untuk mengalahkan robot-robot tersebut.

__ADS_1


"Oke" ucap Muliyan sekilas melihat ke Garinge, dan mengibaskan pedangnya lagi, lalu Muliyan pun mengangkat tinggi-tinggi pedangnya, pedangnya mengeluarkan cahaya Emas. Seraya berkata:


"Teleportasi ke belakang Robot Latihan" ucapnya sambil menusuk Tanah Lapangan menggunakan Pedangnya, dan tiba-tiba Muliyan pindah ke belakang Robot Latihan, dan Muliyan pun mencabut Pedangnya yang masih menusuk di Tanah.


Robot-robot tersebut langsung diam. Karena yang mereka ingin kalahkan sudah menghilang.


Robot-robot tersebut akan menyerang jika ada yang menyerang, jika ada 4 orang, tapi cuma satu yang menyerang mereka, ya mereka akan menyerang yang menyerang mereka. Demikian jika 3 orang yang menyerang mereka, satu tidak, ya yang mereka serang adalah 3 orang tersebut.


Muliyan pun melompat tinggi, saat sudah di punggungnya Robot Latihan, Muliyan menekan tombol yang ada disana, tombol tersebut adalah tombol yang membuat Robot Latihan tidak aktif secara manual. Dan ketika Robot Latihan tidak aktif, robot-robot tersebut akan hilang, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Begitupula ketika Robot Latihan lah yang menyerang langsung, jika Robot Latihan sudah memojoki di antara mereka, lalu siap mengeluarkan kekuatan yang sedang ia pakai, kalau di pencet tombol tersebut, otomatis kekuatannya akan menghilang, karena Robot Latihan sudah tidak aktif.


Lalu Muliyan pun mengangkat pedangnya lagi, dan pedangnya pun mengeluarkan cahaya Emas lagi. Sambil berkata:


"Teleportasi ke depan Garinge" ucapnya sambil menusuk pedangnya ke Tanah Lapangan Latihan.


Dan tiba-tiba Muliyan berada di depan Garinge, dan Muliyan pun mengangkat kembali pedangnya.


Setiap yang menusuk pada Tanah Lapangan Latihan, Tanah Lapangan Latihan akan menjadi rata kembali, seakan-akan tidak bekas Tusukan.


"Oke, sekarang giliran ku yaa?" tanya Garinge bersemangat


"Ya!" jawab Muliyan


■☆■Next Episode■☆■


^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^

__ADS_1


__ADS_2