
■Tanya■
"HOEOI! BOEROISOIK!!!" ["HEI! BERISIK!!!"] teriak seseorang dari rumah depan Kosan *** **, dari lantai 2.
Teriakan tersebut setelah suara "WIINGG... PRAAAKKK... DUKK..."
Dan suara tersebut adalah suara lemparan kursi, yang jatuh ditengah-tengah Nitara dan Aleme, karena mereka berdua sempat menghindar. Kalau mereka berdua tidak sempat menghindar, pasti kursi tersebut mengenai mereka berdua.
Mereka berempat pun berlari ke arah depan mereka, bukan jalan ke arah Nenek-nenek tadi.
Terdengar suara gumamannya yang melempar tadi, pakai bahasa Desa ini.
Mereka berempat tidak melihat sama sekali orang yang telah melempari kursi ke Nitara dan Aleme. Namun dari suaranya, terdengar suara Nenek-nenek galak.
Ternyata ada CCTV pemilik kosan tersebut, yang dipasang di luar kosannya, ke arah kanan dan kiri kosannya. Dan pemilik kosan tersebut, melihati mereka berempat dari awal mereka keluar kosannya. Dan mendengar pembicaraan mereka dari awal sampai akhir. Namun karena pemilik kosan tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, karena mereka menggunakan bahasa yang pemilik kosan tidak tahu dan tidak kenal, pemilik kosan bergumam: "Boenoar, moeroekoa doaroi Noegoaroa loaoin. Oeh toapoi, toadoi boisoa boicoaroa soamoa Soayoa? Oah moencouroigoakoan" ["Benar, mereka dari Negara lain. Eh tapi, tadi bisa bicara sama Saya? Ah mencurigakan"]
Namun saat ia melihat Nenek-nenek yang tinggal di depan kosannya, dan terkenal Galak, melempari kursi ke mereka, Pemilik Kosan tertawa.
■☆■☆■☆■
Mereka pun belok kanan dari jalanan Kosan *** **.
Lalu, setelah lari cukup jauh, mereka pun berhenti. Untuk mengatur nafasnya yang memburu
"Lagi sih berisik!!!!" ujar Garinge kesal, nafasnya tersengal-sengal
"Untung kalian gak kena" ujar Garinge
"Ya lagi Aleme nya!" sewot Nitara
"LAH KAN NITARA YANG NGEDORONG ALEME DULUAN!!" teriak Aleme
"YA KAR~" teriakan Nitara dipotong oleh Muliyan
"UDAH!!" teriak Muliyan, yang membuat Nitara dan Aleme tersentak, bahkan Garinge tersentak pula.
Muliyan pun membuang-menghirup nafas untuk bersabar dan agar bisa nafasnya tidak tersengal-sengal lagi/kembali normal.
"Ayo, sekarang kita cari Pasar" ujar Muliyan
"UDAH GAK USAH DIBAHAS LAGI!!!!" teriak Muliyan sedikit memotong ucapannya sendiri
Muliyan pun berjalan ke depan, dan diikuti Garinge, Nitara dan Aleme
Mereka terus berjalan. Disekitar mereka dipenuhi rumah-rumah yang penghuninya sedang pergi ke Taman, atau sedang di dalam rumah.
"Eee, Muliyan" ujar Garinge mengangkat suara
"Kalau kita sampai lupa jalan pulang (ke kosan), bagaimana??" tanya Garinge
"Tinggal tanya, 'kosan *** ** dimana ya'." jawab Muliyan singkat namun terdengar sudah tidak marah/kesal.
"Ee tapi Muliyan, kalau yang kita tanya, gak tau?" tanya Garinge lagi
"Tanya yang lain" jawab Muliyan lagi
"Eee, baiklah" ujar Garinge menunduk sambil berfikir sesuatu.
■☆■☆■☆■
■Di Istana
"Saya harus tanggung jawab!" ujar sang Raja
"Saya bersalah!"
"Saya bersalah!"
__ADS_1
"Sudahlah Yang Mulia"
"Mereka akan baik-baik saja"
"Mereka akan selamat, sampai balik ke hadapan Yang Mulia"
■☆■☆■☆■
Mereka pun berada di pertigaan lagi
"Sekarang, kita mau kemana?" tanya Muliyan berhenti sambil menghadap sahabat-sahabatnya
"Eee, bingung" jujur Garinge
"Kemana nih menurut Nitara sama Aleme?" tanya Garinge menghadapnya
Kini Nitara dan Aleme membisu, sambil melihat sekitar. Entah apa yang sedang mereka pikirkan
Muliyan dan Garinge memberi waktu untuk Nitara dan Aleme menjawab, namum tak kunjung menjawab, hingga Muliyan kembali bertanya
"Mau kemana nih?" tanya Muliyan
Kini Muliyan pun tidak punya pilihan, jalan kemana. Alhasil Muliyan bertanya kepada sahabat-sahabatnya
Garinge melihat Nitara dan Aleme, menunggu mereka menjawab, namun mereka tidak menjawab juga, pandangan mereka jalan-jalan, mungkin pikiran mereka pun jalan-jalan.
Muliyan mengerti, mereka sedang memikirkan sesuatu, namun Muliyan tidak buruk sangka, alhasil Muliyan memutuskan sendiri
"Yaudah, yuk ke kiri aja" ujar Muliyan berjalan ke kiri, dan diikuti Garinge, Nitara dan Aleme
Muliyan sempat melihat sekilas kearah Nitara dan Aleme, mereka berdua berjalan mengikuti dirinya atau masih diam, ternyata mereka berdua mengikuti dirinya. Muliyan pun menghadap depan kembali
"Garinge, sadar gak sih?" tanya Muliyan terus berjalan menghadap depan
"Sadar apa?" tanya Garinge mengangkat kepalanya
"Banyak sekali pertigaan di sini" ujar Muliyan
"Kira-kira ini jalan ke pasar gak yah?" tanya Muliyan
"Eee, tidak tahu" ujar Garinge
"Eee, semoga iya deh" ujar Muliyan
"Iya!" setuju Garinge
Dan akhirnya mereka bertemu pertigaan lagi
"Belok kanan aja" ujar Garinge memberi usul
"Oke" ujar Muliyan berjalan belok kanan
Dan diikuti mereka bertiga
Dan di jalanan tersebutlah ada Ibu-ibu yang sedang mengobrol asik, menggunakan bahasa Desa ini, di rumah paling ujung jalanan ini.
"Eh Muliyan, ada Ibu-ibu tuh, tanya yuk, 'pasar dimana?'??" usul Garinge
"Ayu" setuju Muliyan
"Tapi kau ya, yang nanya, supaya latihan berbicara menggunakan bahasa ini" ujar Muliyan
"Hah? Eeee" pikir Garinge
"Tadi gimana... Sebelum huruf hidup, diselipi huruf O kan?" tanya Garinge sambil mengingat-ngingat
"Iya" jawab Muliyan
__ADS_1
"Eeee, okee" setuju Garinge
"Eee...."
"Poermoisoi... Bou" ["Permisi... Bu"] ujar Garinge sambil berbicara sendiri menggunakan bahasa Desa ini, sebagai latihan pertama
"Nah! Itu bagus banget! Tuh langsung bisa!" puji Muliyan
"Belum. Itu belum bisa" ujar Garinge menunduk sambil latihan kedua
"Eeee..."
"Poasoar... Doimoanoa yoaoa?" ["Pasar... Dimana yaa?"]
"Nah, itu udah bisa Garinge" jujur Muliyan
Garinge mengangkat kepalanya menghadap Muliyan
"Nama pasar yang kita mau kesana, itu pasar apa??" tanya Garinge
"Eee, tanya aja pasar di dekat sini, dimana ya Bu?" usul Muliyan
"Eee, oke-oke" ujar Garinge kembali menunduk, untuk latihan ketiga
"Eeee..."
"Poasoar... Yoang... doi... doekoat soinoi... doimoanoa yoa Bou?" ["Pasar... Yang... di... dekat sini... dimana ya Bu?"]
Garinge pun mengangkat kepalanya
"Kayak gitu?" tanya Garinge
"Iya, bagus" ujar Muliyan
"Okee" ujar Garinge kembali menunduk untuk latihan terakhir
"Poermoisoi Bou... Poasoar yoang doi doekoat soinoi, doimoanoa yoa Bou?" ["Permisi Bu... Pasar yang di dekat sini, dimana ya Bu?"]
Garinge pun mengangkat kepalanya
"Bagus" ujar Muliyan mendahului Garinge
"Okee" senang Garinge memperlancar bicaranya di dalam hati, dan tidak menunduk lagi
Saat sudah dekat Ibu-ibu tersebut, Garinge pun sedikit berjalan di depan Muliyan, agar bisa berbicara ke Ibu-ibu tersebut.
Dan ibu-ibu tersebut sudah melihati mereka berempat, sebelum Garinge sampai, dan bertanya
"Poermoisoi Bou" ["Permisi Bu"] Garinge mulai bertanya
"Pasoar yoang doi doekoat soinoi, doimoanoa yoa Bou???" ["Pasar yang di dekat sini, dimana ya Bu??"] tanya Garinge
"Pasoar moanoa noi?? Poasoar yoang *****-**, oatoau Poasoar yoang *-***???" ["Pasar mana nih?? Pasar yang *****-**, atau Pasar yang *-***???"] tanya salah satu Ibu-Ibu
Mendengar itu, Garinge tercengang, bukan karena ada dua pasar, melainkan karena ia tak bisa mengartikan omongan pakai bahasa Desa ini, secepat itu
Garinge pun menoleh ke Muliyan, dan baru saja Garinge menoleh, Muliyan sudah maju untuk berdiri di samping Garinge
"Kaoaloau Poasoar yoang poaloing doekoat soinoi, yoang moanoa yoa Bou?" ["Kalau Pasar yang paling dekat sini, yang mana ya Bu?"] tanya Muliyan membantu Garinge
"Ooohh, koaloau yoang poaloing doekoat soinoi touh yoang *-***" ["Ooohh, kalau yang paling dekat sini tuh yang *-***"] jawab salah satu Ibu-ibu
"Ohhh. Oitou doimoanoa yoa Bou? Doisoeboeloah maoanoa yoa Bou??" ["Ohhh. Itu dimana ya Bu? Disebelah mana ya Bu??"] tanya Muliyan lagi
"Oitou doi doepoan soanoa. Noah, koaloiaon joaloan toerous, soampoe loewaoatoi 3 poeroempoatoan, noah, boelok koanoan oajao. Oudoah soampoai doeh" ["Itu di depan sana. Nah, kalian jalan terus, sampe lewati 3 perempatan, nah belok kanan aja. Udah sampai deh"] penjelasan salah satu ibu-ibu tersebut
"Ohhh, moakoasoi boanyoak Bou. Poermoisoi" ["Ohhh, makasih banyak Bu. Permisi"] ujar Muliyan langsung mengajak ketiga sahabatnya pergi
__ADS_1
■☆■Next Episode■☆■
^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^