
■Koin Emas■
"Jadi besok pagi kita berangkat?!" tanya Garinge semangat
"Iya!" jawab Muliyan tak kalah semangat
"Oke!" ujar Garinge, Nitara dan Aleme
"Bawa apa aja nih???" tanya Aleme
"Eeee..." pikir Muliyan
"Tenda?!" tebak Garinge
"Eeee..."
"Kayaknya gak usah" ujar Muliyan
"Eee, kayaknya iya" ucap Muliyan
"Eh, eee, kayanya gak usah" sangkal Muliyan kepada ucapannya sendiri
"Eh, perlu dong" sangkal Muliyan lagi
"Eh, eee, kayaknya gak perlu" pikir Muliyan
"Jadi yang bener, bawa gak?" tanya Aleme
"BTW di Desa Okhire ada kosan gak?" tanya Nitara
"Iya tuh, kalau ada kan kita bisa nginep semalem disana" ucap Aleme
"Iya tuh" ucap Garinge
"Eeee, kalau itu aku juga gak tau" ucap Muliyan
"Yaudah tanya Ayah mu, Muliyan" suruh Nitara
"Iya Muliyan" setuju Garinge dan Aleme
"Eee, baiklah" ujar Muliyan.
■☆■☆■☆■
__ADS_1
Muliyan pun pergi menuju kamar sang Ayah, sedangkan sahabat-sababatnya tunggu di tempat tadi.
"Ayah"
"Di Desa Okhire ada kosan gak Yah?" tanya Muliyan
"Ohh, kurang tau" jawab Ayah
"Ohh iya, harus lewati beberapa Desa ya, untuk bisa ke Wilayah Ujung di Negara Sidik Jari?" tanya Muliyan baru ingat
"Iya" jawab Ayah
"Kalau di Desa Okhire ada kosan, belum tentu di Desa berikutnya ada kosan" ucap Muliyan
"Eeee..." pikir Muliyan
"Yaudah, kamu bawa koin Emas yang bisa menjadi tenda, sewaktu-waktu kalau di Desa mana gak ada kosan, bisa pakai itu" ucap Ayah memberi koin Emas ke Muliyan, yang tiba-tiba ada di tangan Ayah
"Tapi kamu harus sembunyikan identitas mu, kalau kamu anak Raja Negara Ratjir" pesan Ayah
"Dan kamu jangan sampai ketahuan saat ingin mengambil Jari Jemari, mengendap-endap saat masuknya, ya?"
"Dan kamu harus menutupi wajah mu, sewaktu-waktu ada Paman mu sedang berada di Wilayah Ujung di Negara Sidik Jari" ucap Ayah
"Tapi Ayah..." ucap Muliyan melihat koin Emas yang ada di tangannya
Pandangan Ayah pun melihat ke koin Emas yang Muliyan pegang juga.
"Ini bagaimana cara menggunakannya?" tanya Muliyan melihat Ayah
"Tinggal lempar ke tanah, tapi harus lempar ke atas dulu, baru biarkan koin itu terjatuh ke tanah, dan setelah itu, kalian akan berada di tenda yang besar, ada banyak kamar di dalam situ, tapi sebelum koin itu dilempar, kalian harus saling berdekatan, dan setelah itu, ada tombol di tengah-tengah kamar, dan itu ada tombol agar tenda kalian tidak kelihatan oleh siapapun, dari luar, dan ada tombol untuk keluar dari tenda, dan tenda itu akan hilang, dan tiba-tiba koin Emas itu akan terlempar ke atas, dan kamu harus langsung mengambilnya, jangan biarkan dia jatuh ke tanah, bisa merusak fungsi koin Emas itu" penjelasan Ayah
"Tapi, apakah kita bisa keluar, tanpa menghilangkan tenda, Yah?" tanya Muliyan
"Bisa"
"Ada tombol satu lagi untuk keluar dari tenda tanpa menghilangkan tenda."
"Saat dipencet, orang yang pencet tombol itu, akan hilang keluar. Dan jika mau masuk kembali, lari tabrak tenda, otomatis dia akan hilang ke depan tombol tadi yang dia pencet"
"Tapi ingat, kondisi tenda harus kelihatan dari luar, kalau ada yang mau keluar tenda tanpa menghilangkan tenda, karena kalau tidak kelihatan tendanya dari luar, dia tidak akan bisa masuk, kalau mau masuk, satu-satunya cara ialah keluar bersama dengan menghilangkan tenda."
"Mengerti?" tanya Ayah
__ADS_1
"Mengerti Ayah!" ujar Muliyan.
"Sebaiknya, kamu bersama sahabat-sahabat mu sekarang latihan lah, untuk menyerang musuh dengan mudah" perintah Ayah
"Baik Ayah!"
"Oh iya, tadi Ayah dapat kabar, bahwa di setiap Desa yang kalian akan lewati, kalian akan mendapatkan Perintah, berupa Tantangan atau semacamnya, dari kepala Desa"
"Pokoknya, kalian harus tetap waspada!"
"Siap Ayah!"
"Oh iya Yah, Jari Jemarinya tuh, di simpen di suatu bangunan, atau gimana??" bingung Muliyan
"Iya, di sebuah Bangunan Raksasa, tapi Jari Jemari itu di simpan di sebuah ruangan yang sangat lah ketat penjagaannya! Tapi ingat, jika kamu melihat ada Emas disana, jangan di ambil!" pesan Ayah
"Karena bukan Jari Jemari saja yang di simpan disana, melainkan barang-barang berharga lainnya, seperti Emas, perak, berlian, dan lain-lain"
"Siap Ayah"
■☆■☆■☆■
"Apa kata Ayah mu, Muliyan?" tanya Garinge
"Ada kosan?" tanya Nitara melanjutkan pertanyaan Garinge
"Kata Ayah ku, 'kurang tau', tapi kan, kita harus lewati beberapa Desa, nah jika di Desa Okhire ada, belum tentu di Desa berikutnya ada, ya kan?"
"Iya juga" setuju Nitara dan Garinge
"Terus???" tanya Aleme
"Nah, aku di kasih koin Emas, yang bisa menjadi Tenda" ujar Muliyan melihat ke arah koin Emas yang seketika ada di tangannya
Semua pandangan sahabat-sahabatnya tertuju pada koin Emas yang di pegang Muliyan
Namun tiba-tiba di antara mereka ada yang berkata, di dalam hatinya:
"Waahhh, emasss, aku harus ambil ituuu" ~sangat-sangat tergiur.
■☆■Next Episode■☆■
^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^
__ADS_1