
■Gang■
"Oh iya!!" ujar Garinge dan Aleme baru sadar
"Nah kan! Gimana kita mau bayar kosannya?!" tanya Nitara
"Gimana dong Muliyan?!!" tanya Garinge
"Emang sama uang di negara kita sama uang disini??" tanya Muliyan
"Lah teruss??!!!" tanya mereka bertiga
"Yaaa, mungkin kita harus nyari uang dulu" ujar Muliyan
"Dih!" dumel mereka bertiga
"Yang bener Muliyan" oceh Aleme
"Serius dong Muliyan" oceh Nitara
"Ini lagi gak main-main Muliyan" oceh Garinge
"Ya emang aku lagi main-main, lagi gak serius??!" tanya Muliyan terkekeh
"Yaa terus ini gimana, Muliyann??!!!" tanya Nitara sedikit kesal.
"Ya harus nyari dulu" ujar Muliyan berjalan meninggali sahabat-sahabatnya
Mereka bertiga tampak bingung, dengan perilaku Muliyan. Karena Muliyan seperti biasa-biasa saja, tidak kaget harus punya Uang Desa Okhire, dengan entengnya ia mengatakan: "Ya harus nyari dulu".
Mereka pun mulai mengikuti Muliyan
"Muliyan, serius dong" ujar Nitara
"Iya Muliyan, jangan main-main" ucap Garinge
"Main-main apa sih?!!" murka Muliyan menghadap mereka bertiga
"Iya, kita gak harus nyari uang dulu kan?!" tanya Garinge
"Terus, kalau kita gak nyari, gimana mau dapet uang?!" tanya Muliyan
"Nyuri?!"
__ADS_1
"Yaa gak gitu, yaa siapa tau aja kamu udah punya" ucap Garinge
Muliyan membuang nafas berat, lalu Muliyan pun balik badan dan kembali berjalan
"Dari mana?!" tanya Muliyan terus berjalan
"Yaa siapa tau dari Ayah mu" ucap Garinge mulai mengikuti Muliyan lagi
Nitara dan Aleme pun mulai mengikuti juga.
Muliyan menggunakan bahasa tubuh untuk menjawab ucapan Garinge.
"Jadi, kita harus cari uang, gimana caranya?" tanya Garinge
"Jualan" jawab Muliyan
"Jualan apaa??!!" tanya mereka bertiga
"Kita gak bawa barang-barang loh, yang untuk dijual" ucap Nitara mengingatkan
"Iya" dukung Garinge dan Aleme
"Dan kita gak punya tempat untuk jualan" ucap Nitara
"Iya" dukung Garinge dan Aleme
"Dan kita orang baru, belum ada yang kenal kita, mungkin aja di Desa ini semua penduduknya udah pada kenal satu sama lain, jadi ngeliat kita aja kayak gitu" ujar Nitara
"Iya, nanti malah dikira kita penipu lagi" ucap Aleme
"Iya, nanti dikira jualan kita berbahaya" ucap Nitara
Muliyan tidak menanggapi semua ocehan sahabat-sahabatnya
Sahabat-sahabatnya terus mengoceh, mengoceh dan mengoceh.
Muliyan abaikan saja.
Muliyan menelusuri Gang itu dengan mendengarkan ocehan dari sahabat-sahabatnya.
Gang tersebut cukup panjang, nan cukup sempit.
Disini, mereka tidak heboh merasakan angin sore yang sejuk ini, karena mereka sedang berada di sebuah Gang. Yang membuat angin sore yang sejuk enggan untuk menyapa mereka berempat.
__ADS_1
Dan akhirnya setelah jalan jauh di dalam Gang, mereka menemukan sebuah jalan yang dibangun rumah-rumah juga.
Muliyan pun keluar Gang duluan, baru disusul sahabat-sahabatnya yang sudah berhenti mengoceh, saat Muliyan tidak menanggapi mereka, sedari tadi.
Mereka melihat ada sebuah taman yang indah, dan ada beberapa mainan anak-anak, dan juga kolam ikan yang cukup besar. Taman tersebut berada di kiri Gang terssebut, dan disebelah kanan Gang ada rumah-rumah lagi.
Di taman tersebut, banyak sekali anak-anak yang sedang bermain, yang sedang di awasi orang tuanya. Dan intinya banyak sekali orang yang berada di taman tersebut.
Dan disinilah angin sore menyapa mereka kembali.
"Waaaw, ayuu ke taman" ajak Nitara
"Ayuu" setuju Aleme
"Ingat, kita harus cari kosan dulu, baru kita bisa ke taman" ucap Muliyan menyadarkan Nitara dan Aleme
"Siapa tau masuk taman itu bayar" ucap Garinge berusaha membuat Nitara dan Aleme tidak lagi mau ke taman tersebut
"Iya" setuju Muliyan
"Eh, ayo kita ke rumah-rumah sana" ucap Muliyan berjalan ke jalan yang di penuhi rumah-rumah.
"Ayo" ujar Garinge mengikuti Muliyan
Dengan terpaksa, Nitara dan Aleme mengikuti Muliyan dan Garinge
Di depan rumah-rumah yang Muliyan bersama sahabat-sahabatnya ingin lewati, tidak ramai orang-orang yang sedang mengobrol.
Kecuali ada beberapa orang-orang yang sudah cukup tua, yang sedang berbicara berdua, sambil melihat ke arah taman tersebut.
Di sebelum jalan yang ingin mereka lewati, ada jalan ke kiri mereka, atau kanannya taman, dan jalan tersebut jalanan saja, tidak ada rumah, namun di depan jalan tersebut ada jalan lagi, dan di jalanan situlah ada rumah-rumah lagi. Namun di depan rumah-rumah tersebut tidak ramai orang mengobrol.
Semua penghuni rumah-rumah yang di sekitar taman tersebut, semua keluar rumah dan meluncur ke taman tersebut.
Mereka pun memasuki jalan yang berada di hadapan mereka.
Saat melewati 2 orang yang cukup tua, Muliyan bertanya ke 2 orang yang cukup tua tersebut.
"Poermoisoi, Noek. Moaou toanyoa, doi doekoat soinoi oadoa kosoan goak yoa?" ["Permisi, Nek. Mau tanya, di dekat sini ada kosan gak ya?"] tanya Muliyan ke 2 orang yang cukup tua tersebut.
Pertanyaan Muliyan tersebut membuat mereka bertiga tercengang! Karena Muliyan baru saja bertanya menggunakan bahasa Desa Okhire. Terlebih untuk Nitara.
■☆■Next Episode ■☆■
__ADS_1
^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^