Sidik Jari

Sidik Jari
Episode 8 ■Masuk Ke Dalam Portal■


__ADS_3

■Masuk Ke Dalam Portal■


"Cara gunainnya" tanya Aleme


"Tinggal kita sebutin makanan yang kita mau makan, nah setelah itu ada makanan deh dihadapan kita" jelas Muliyan


"Owhhhh" paham Aleme


"Waw, tinggal bilang kacang, bakal ada kacang yang banyak dong!" ujar Garinge


"Bisa makan kacang rebus sepuasnya dong, tanpa harus ngeluarin biaya!"


"Waw!" kagum Garinge


"Iya, bisa" ujar Muliyan


"Waw, yeeyy" senang Garinge


"Ohh iya, kita sebagai sahabat, harus saling mendukung, membantu, menolong!" pesan Muliyan


"Iya!" setuju Muliyan


"Setuju!" setuju Aleme


"Tentu!" ujar Nitara


"Disana, kita harus siap-siap dengan perintah Kepala Desa, di setiap Desa!"


"Harus saling membantu dan mendukung!" ujar Muliyan


"Siap!" serempak mereka bertiga


"Semoga kita berhasil, dan balik membawa hasil dalam keadaan Sehat Sempurna!" doa Muliyan


"Iya!" setuju mereka


"Ohh iya Muliyan, kita kesana naik apa?" tanya Nitara


"Eeee, ohh iya, naik apa ya?"


"Nanti malam deh, aku tanyainnya" ujar Muliyan


"Besok kumpulnya disini lagi kan?" tanya Aleme


"Iya" jawab Muliyan


"Okee"


"Ohh iya, kita berkumpul, dalam kondisi sudah berubah yah?!" ujar Muliyan


"Baiklah!" serempak mereka bertiga


■☆■☆■☆■


Malam hari, Muliyan sedang makan malam bersama sang Ayah, sahabat sang Ayah.

__ADS_1


Ibu Muliyan sudah tiada dari tahun lalu.


Sahabat sang Ayah menyuapi Ayah Muliyan makan.


"Ayah, besok aku sama teman-teman kesana naik apa?!" tanya Muliyan disela-sela makannya


"Eee, pakai kamu maunya naik apa?!" tanya Ayah


"Eee, enggak tau Yah?!" jujur Muliyan


"Eeee"


"Kamu mau naik pesawat saja, atau langsung ke sana?!" tanya Ayah


"Eee, naik pesawat aja Yah"


"Tapi bandara tujuannya di deket Desa Okhire"


"Ayah tau bandara mana?" tanya Muliyan


"Ayah saja tidak tau keberadaan Desa Okhire, bagaimana bisa tau ada bandara yang dekat Desa Okhire" ujar Ayah


"Oh iyaa" tawa Muliyan


"Yaudah, nanti aku cari tau" ujar Muliyan


"Ohh iya Yah, berarti pulang juga naik pesawat ya Yah?" tanya Muliyan


"Eee, yaudah, sebaiknya kamu pergi dan pulang pakai Koin Emas untuk menjadi Portal saja, supaya kamu sampai kesana cepat, dan pulang juga cepat" ujar Ayah


"Eee, yaudah Yah" ujar Muliyan


"Besok pagi Ayah kasih" ujar Ayah


"Tapi bagaimana cara pakainya?" tanya Muliyan


"Tinggal kamu lempar ke depan, posisi Koin Emas itu harus berdiri, dan sambil berkata, 'Berubahlah menjadi Portal menuju Istana', atau apa" ujar Ayah


"Ohhh, baik Ayah!" Muliyan mengerti


■☆■☆■☆■


Saat matahari terbit, mereka sudah berkumpul di tempat kemarin, dalam kondisi sudah berubah.


Baju Garinge setelah berubah sudah benar kembali, dan sudah bisa ia pakai kembali.


Dan sebelum kesana, Muliyan sudah diberi Koin Emas untuk menjadi Portal, sama Ayahnya.


"Muliyan, kita naik apa untuk kesana?!" tanya Garinge


"Pakai ini" ujar Muliyan menunjukkan Koin Emas untuk menjadi Portal.


"Sungguh ku meleleh melihat Emas-emas itu!!!!!"


"Kapan ku ambilnya yaaa" ~meleleh melihat Emas-emas yang sedari kemarin Muliyan lihati.

__ADS_1


"Dan aku sudah tau, cara memakainya" ujar Muliyan mendahului Garinge yang hendak bertanya, 'Cara memakainya?!'


"Kita gunakan Koin Emas ini pas mau pergi sekarang, dan mau pulang kesini lagi" ujar Muliyan


"Okee"


Tiba-tiba muncullah Sang Ayah bersama sahabatnya


"Bagaimana, mau berangkat sekarang, anak-anak?!" tanya Ayah Muliyan


"Eh Ayah" kaget Muliyan 


"Eh, Raja" kaget Garinge, Nitara dan Aleme menunduk hormat


"Iya Yah, kita mau berangkat sekarang" jawab Muliyan


Ayah Muliyan mengangguk


"Ingat, selalu waspada, dan saling membantu!"


"Iya Ayah" ujar Muliyan


"Yaudah Yah, kita berangkat dulu" ujar Muliyan salim ke Ayah


Garinge, Nitara dan Aleme pun menyalami tangan Raja juga.


"Ayu" ujar Muliyan mulai menggunakan Koin Emas tersebut.


Muliyan pun melempar Koin Emas tersebut, dalam posisi berdiri, sambil berkata; 'Berubahlah menjadi Portal menuju Depan Desa Okhire di Negara Sidik Jari'


Koin Emas tersebut pun melayang dalam posisi berdiri, dan mulai berputar, dan mulai berubah menjadi Portal.


"Ayah, kita pamit dulu" ujar Muliyan


"Iya, hati-hati ya kalian"


"Dan terima kasih mau menolong Ayah, Muliyan" ujar Ayah ke Muliyan


"Iya, sama-sama Ayah"


"Dan untuk kalian, sahabat-sahabat Muliyan, terima kasih mau menemani-membantu Muliyan, untuk menolong saya" ujar Raja ke Garinge, Nitara dan Aleme


"Dengan senang hati, Yang Mulia" serempak Garinge, Nitara dan Aleme penuh hormat.


"Baik Ayah, kita pergi dulu, doakan selalu kami ya Ayah" ujar Muliyan


"Tentu"


"Ayu" ajak Muliyan mendekati Portal, dan diikuti sahabat-sahabatnya.


"Ayu" sahut mereka


Akhirnya Muliyan bersama sahabat-sahabatnya memasuki Portal, dan setelah itu Portal hilang, begitupula Koin Emas untuk berubah menjadi Portal pun hilang, dan kembali ke tangan Muliyan.


■☆■Next Episode■☆■

__ADS_1


^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^


__ADS_2