Sidik Jari

Sidik Jari
Episode 16 ■Nitara VS Aleme■


__ADS_3

■Nitara VS Aleme■


Muliyan tersenyum sedikit ingin tertawa, sambil berdiri


"Sudah lah ayo, kita liat Pasar di dekat sini" ujar Muliyan berjalan mendekati pintu kamar Nitara dan Aleme


Saat Nitara hendak berbicara, Aleme memotongnya


"Sudahlah Nitara, Muliyan pasti sudah memiliki rencana sendiri" ujar Aleme menepuk pundak kanan Nitara


"Yaa kalau punya rencana, kasih tau kita lahh" ujar Nitara yang dilanjut oleh perbuatan Muliyan


"Ayoo bukain pintunya Nitara, hari semakin gelap" ujar Muliyan menghadap sahabat-sahabatnya


Semua sahabat-sahabat Muliyan melihatnya.


Saat Nitara hendak berbicara lagi, Aleme pun memotongnya lagi..


"Sudahlah Nitara, ayo, ikuti Muliyan saja, jangan gelisah gitu" ujar Aleme membantu Nitara berdiri


Saat Nitara hendak berbicara, ia pun membuang nafas beratnya, lalu disusul kalimat lain


"Hmm, ayo-ayo" ujar Nitara berjalan menuju pintunya, lalu ia pun menempelkan Sidik Jarinya ke Sensor Sidik Jari tersebut, lalu pintu terbuka


"Nah gitu dong" ujar Muliyan berjalan ke luar kamar Nitara dan Aleme


"Ayoo" ajak Muliyan ke Garinge, Nitara dan Aleme


Mereka bertiga pun berjalan keluar kosan *** **


Dari balik CCTV, pria pemilik kosan *** ** melihat mereka, sambil bergumam:


"Moeroekoa Oasoing." ["Mereka Asing."]


■☆■☆■☆■


Saat mereka keluar kosan *** **, mereka disambut oleh angin sore yang sejuk lagi.


"Pasar kemana nih???" tanya Muliyan melihat kiri-kanan. Begitupula yang lain


"Bagaimana tanya ke Nenek-nenek tadi, lagi?!" usul Garinge


"Jangan!" tolak Nitara cepat, dan membuat pipi Nitara kembali merona


"Kenapa??" tanya Garinge dan Aleme


"Nanti ku ceritain" ujar Muliyan dengan senyuman jail nya, yang ia pancarkan untuk Garinge dan Aleme, dan dilihat juga sama Nitara


"Eh apaan!!!" ujar Nitara sembari mendorong Muliyan, namun dorongan Nitara membuat Muliyan terjatuh.


Nitara juga mendorong Muliyan tidak pakai tenaga, bahkan ia mendorong penuh salah tingkah.


"Kenapa??" tanya Garinge dan Aleme


"Kepo!!" ujar Nitara menutup mulut Garinge dan Aleme bergantian


"Iya nanti ku ceritain" ujar Muliyan dengan senyuman jailnya


"Muliyaannnn" ujar Nitara membalikkan badannya menghadap Muliyan, dan mulai mencubit lengan kiri Muliyan


Muliyan hanya tertawa, dan untungnya Nitara masih memiliki hati baik, yang membuat ia tak lama-lama dan tak sakit mencubit lengan kiri Muliyan.


Yaa meskipun Nitara menggunakan tenaga untuk mencubit Muliyan, ia tak merasa kesakitan sedikitpun dan sekalipun.


"Yasudah, ayu kita cari Pasar" ujar Muliyan mulai melangkahkan kakinya ke kiri kosan, lalu, diikuti sahabat-sahabatnya


"Kalau salah jalan?" tanya Garinge


"Iya nih" setuju Aleme


"Kalau tau-taunya Pasar ke arah belakang kita, gimana?" tanya Aleme

__ADS_1


"Mending tanya aja ke Nenek-nenek tadi. Emang kenapa sih?!"


"Iya" setuju Garinge


"Ehh gak usah-gak usah" ujar Nitara mencegah


"Mending kita cari sendiri, sekalian menikmati udara segar inii" ujar Nitara


"Kenapa sih Nitara?!" tanya Aleme yang semakin kepo


"Yaudah gini aja!" ujar Aleme berhenti, yang membuat semua berhenti


"Kalau sekarang kita gak tanya ke Nenek-nenek tadi, nanti Muliyan ceritain ke kita!" ujar Aleme yang membuat Nitara membulatkan kedua matanya, dan membuat Muliyan dan Garinge setuju


"Tapi kalau sekarang kita tanya ke Nenek-nenek tadi, Muliyan gak usah ceritain ke kita! Gimana??" tanya Aleme memberi pilihan


"Yaudah yuuk gak usah tanya ke Nenek-nenek tadii" ujar Garinge sambil mendorong pelan Muliyan, agar terus berjalan


"Ohh iya, yaudah yuukk, supaya Muliyan ceritain" ujar Aleme ikut berjalan


"Eeehh, gak usah gitu laah" ujar Nitara gelisah, berusaha membuat sahabat-sahabatnya berhenti


"Memang kenapa sih Nitara, kan cuma gitu doang Nenek-nenek tadi nanya, gak beranak kan, pertanyaannya?" tanya Muliyan


Pertanyaan barusan membuat Nitara membulatkan matanya kembali


"Jadi kamu mau kasih tau merekaa?!!" tanya Nitara


"Yaa habisnya mereka pengen tau" ujar Muliyan


"Yaa kan berbagi cerita gitu" ujar Muliyan


"Berbagi cerita apaan?!" kesal Nitara memalingkan pandangannya


"Udahlah, sesuai keputusan kita! Ayoo jalan, supaya Muliyan ceritain, nanti" ujar Aleme mendorong pelan Muliyan dan Garinge berjalan kembali


"ELAH KENAPA SIH?!!" murka Nitara


"Iya-iya, cuma bercanda kok, mau ceritainnya" ujar Muliyan


"Dih! Curang niihh!!!" kecewa Garinge dan Aleme


"Udah janji yaaa, tadii!!!" ujar Aleme mengingatkan


"Tau niihh" ujar Garinge


"Sama aja PHP-in kita!" ujar Garinge tak terima


"Tau nih!!" setuju Aleme


"Apaan, PHP, PHP?!!!" tanya Nitara kesal


"Iya lah kalau gitu!!" ujar Garinge dan Aleme


Muliyan jadi bingung, karena ia harus membuat mereka bertiga damai, karena sudah tercium aroma Perang Dunia Ketiga, sebentar lagi terjadi.


"Ya enggak lah!!!" ujar Nitara sedikit maju


"Ya iyalah!!" ujar Aleme yang sedikit maju juga


"Ya kepo banget!!!" ujar Nitara


"Kepo apaan?!!"


"Muliyan udah janji kok!!" ujar Aleme


"Kalau belum janji juga, kita bakal gak inget, kali! Bahkan gak tau apa-apa!" ujar Aleme


"Main janji-janji sendiri!" ujar Nitara


"Muliyan aja tadi gak janji!" ujar Nitara

__ADS_1


"Janjii!!" ujar Garinge dan Aleme


"Enggak!!" ujar Nitara


"Janji!!" ujar Garinge dan Aleme


"Enggaak!!"


"Janjii!!"


"Pokoknya Muliyan udah janji! Janji harus ditepati!" ujar Aleme


"Ayu lanjut jalan!" ujar Aleme melewati Nitara


"Iya!" setuju Garinge ikut dengan Aleme


"Pokoknya, kita tagih terus janji Muliyan!" ujar Aleme


"Apaan siih!" ujar Nitara mendorong Aleme keras, sehingga ia terjatuh, saat ingin melewati Muliyan


Tentu Muliyan, Garinge, terlebih Aleme sangat kaget.


"Aaa" ~Duk


Aleme terjatuh.


Garinge langsung menolong Aleme, sedangkan Muliyan langsung melihati Nitara, dengan raut wajah kesal


"Lagi jangan songong! Buat janji-janji sendiri!!" ujar Nitara mendekati Aleme, namun langsung dicegat Muliyan.


Padahal Nitara hanya ingin maju selangkah, namun dikira ingin menerkam Aleme


"Emang, tadi aku udah janji!" ujar Muliyan kesal melihat Nitara


"Tau!!" ujar Aleme yang bangkit sendiri, sebelum Garinge membantu untuk bangkit, lalu ia dorong Nitara sampai ia terjatuh


"Aaa" ~Duk


Nitara terjatuh.


Muliyan dan Garinge kembali terkejut. Tak terkecuali diri Nitara sendiri.


Nitara pun bangkit, lalu ia pun mendorong Aleme keras


"GAK USAH DORONG-DORONG!!" teriak Nitara


"YA YANG DORONG DULUAN SIAPA?!!" teriak Aleme sambil mendorong Nitara


"YA KARENA KAMU SONGONG!!" teriak Nitara sambil mendorong Aleme


"LAAH! SONGONG APA?!" teriak Aleme sambil mendorong Nitara


"YAA KARENA KEPO!!!" teriak Nitara mendorong Aleme


Mereka saling dorong-mendorong, diiringi adu mulut, yang dapat memecahkan gendang telinga siapapun, yang mendengarnya. Dan sudah ada dua orang yang hampir pecah gendang telinga mereka, karena teriakan Nitara dan Aleme.


"LAHH, GARINGE JUGA KEPO!" teriak Aleme mendorong Nitara


"YAA KARENA KAMU YANG PALING KEPO!!" teriak Nitara mendorong Aleme


"SAMA AJA SIH!!" teriak Aleme mendorong Nitara


Dan akhirnya aksi dorong-mendorong sudah selesai, namun ternyata ada aksi baru, yaitu saling jambak-menjambak.


Makin lama, kesabaran Muliyan dan Garinge kian menipis.


Menipis... Terus menipis... Tambah menipis... Sangat Menipis... Dan... Habis kesabaran mereka!


WIINGG... PRAAAKKK... DUKK...


■☆■☆■☆■

__ADS_1


^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^


__ADS_2