
■Koin Emas Satu Lagi■
"Ahsss"
Sontak mereka bertiga melihat ke sumber suara.
Ternyata suara tersebut berasal dari Garinge
"Garinge!" ujar mereka bertiga baru ingat
Mereka bertiga pun berlari kencang ke arah Garinge
Mereka pun segera menolong Garinge.
Terlihat kulit Garinge yang terkena kibasan Pedang robot tadi, menjadi batu.
Mereka pun berusaha mencabut Kulit Garinge yang menjadi Batu, menggunakan tangan mereka, namun tidak ada hasil, dan mereka memutuskan untuk merobek kulit Garinge yang menjadi batu, menggunakan Pisau.
Muliyan pun menggunakan kekuatannya untuk Teleportasi ke Dapur Istananya, untuk mengambil Pisau Kecil, lalu ke Lapangan Latihan lagi. Dan tidak lupa Muliyan mengambil perban dari Unit Kesehatan yang ada di Istana. Begitupula dengan Obat Merah.
Dan setelah Muliyan kembali ke Lapangan Latihan, Aleme pun langsung bertindak.
■☆■☆■☆■
Garinge sedang duduk bersandar di tembok Lapangan Latihan, dalam kondisi lengan tangan di perban.
Muliyan sedang berjalan-jalan juga di tengah-tengah Lapangan Latihan.
Nitara sedang jalan-jalan ke tembok sana Lapangan Latihan.
Dan Aleme sedang duduk sila dihadapan Garinge.
Mereka semua belum berubah menjadi Normal. Kecuali Garinge, dia sudah berubah menjadi Normal lagi, karena Baju setelah berubah ada yang robek, karena kibasan Pedang robot tersebut, dan alhasil Baju Garinge pun sedang di jahit, di tukang jahit dekat Rumah Garinge. Dan yang membawa ke tukang jahit tidak lain adalah Muliyan, pakai kekuatan Teleportasinya.
Sesekali Nitara melatih dirinya sendiri agar lebih lihai memainkan kekuatannya.
"Lagi ada-ada aja sih kau, Garinge!" ketus Aleme
"Mukul sih, mukul Besi" ujar Aleme menepuk jidatnya
"Yaa namanya aku lupaa" jujur Garinge
"Lagi kenapa bisa lupa coba!?"
"Ya bisa aja lah" bela Garinge ke diri sendiri
"Ya harusnya kamu langsung inget laahh" ujar Aleme
"Ya enggak laah"
"Ya iya laahh"
"Ya enggak lahh"
"Ya iya laahh"
"Ya enggak laah!"
"Ya iya lahhh!"
"Ya enggak lah!"
"Ya iya lah!"
__ADS_1
"Ya enggak bisa lah mbaakk"
"Ya bisa lah maasss"
"Ya enggak bisa lah mbaakkk"
"Ya bisa lah maass"
"Ya enggak bisa lah mbaakkk"
"Ya bisa lah maaass"
"Ya enggak bisa lah mbak!"
"Ya bisa lah mas!"
"Ya enggak bisa lah mbak!"
"Ya bisa lah mas!"
■☆■☆■☆■
Perdebatan antara Garinge dengan Aleme dihentikan oleh Muliyan.
Mereka semua sedang duduk menikmati angin sejuk, pada sore hari. Sambil menggunakan pakaian biasa.
Mereka duduk di tanah yang dipenuhi rumput, yang dari tadi mereka ada disitu, dan yang sebelum mereka latihan.
"Ohh iya Muliyan, terus kita makan dari mana, pas kita disana?" tanya Garinge
"Ya beli lah di dagangan orang sana" ujar Aleme
"Kalau gak enak-enak?" tanya Garinge.
"Sembarangan kalau ngomong!" gerutu Aleme
"Bukan gitu, kan makanan disini kan enak-enak, nah kalau disana gimana? Lagi pula siapa tau makanan disana gak cocok sama lidah kita?!'
"Kan disana beda negara" ujar Garinge
"Siapa tau disana makannya Sop Kerikil, gimana?" tanya Garinge
"Atau enggak makannya Mie Jari Manusia, gimana?!" tanya Garinge
"Yaa belum tentu" ujar Aleme
"Ya mungkin aja" ujar Garinge
"Yaa belum tentu lah" ujar Aleme
Karena Muliyan mencium-cium aroma peperangan antara Garinge dengan Aleme, Muliyan pun mengangkat suara.
"Yaudah, aku tanyain ke Ayah dulu ya?" tanya Muliyan berdiri
Muliyan berniat untuk berjalan ke istana, karena jarak mereka lumayan dekat dengan istana, karena lapangan yang mereka pakai berada di belakang Istana.
"Iya Muliyan" setuju Garinge
"Mending pakai kekuatan Teleportasi mu aja, daripada harus jalan" ujar Nitara perhatian
"Iya Muliyan" setuju Garinge
"Supaya cepet juga Muliyan" imbuh Aleme
__ADS_1
"Iya Muliyan" setuju Garinge
"Eee yaudah" ujar Muliyan
Muliyan pun menjulurkan tangan kanannya, sembari telapak tangan kanan terbuka, dan di lanjut berkata:
"Koin Perubahan... Keluarlah!"
Seketika ada Koin Perubahan milik Muliyan yang berwarna gradien Merah dan Hitam, dan Muliyan pun berkata lagi:
"Koin Perubahan... Ubahlah Aku!"
Muliyan pun menempelkan Koin Perubahan miliknya tepat di dada, dan seketika Muliyan pun berubah. Pakaian Muliyan berubah menjadi pakaian resmi yang memang pakaian setelah berubah. Dan tiba-tiba Pedang Emasnya melayang di hadapan Muliyan, dengan keadaan Horizontal, sambil mengeluarkan cahaya Emasnya, lalu Muliyan pun ambil, dan ia kibaskan pedangnya ke depan, dan kekuatan dari Pedang itu pun menyatu dengan Muliyan. Dan cahaya Pedang Muliyan pun hilang.
"Oke, aku tanyain dulu ya" ujar Muliyan sambil menggunakan kekuatan Teleportasinya untuk ke depan kamar sang Ayah.
■☆■☆■☆■
"Ayah, di Negara Sidik Jari itu makanannya apa aja?" tanya Muliyan
"Banyak, tapi kebanyakan makanan di mereka enggak ada di Negara kita ini" ujar Ayah
"Contohnya apa Ayah?" tanya Muliyan
"Eee apa ya?" pikir Ayah
"Lupa Ayah" ujar Ayah
"Ohhh" Muliyan mengangguk mengerti
"Tapi kalau di Desa Okhire makanan mereka apa?!" tanya Muliyan
"Eee, semua makanan di Desa-desa, di Negara Sidik Jari, enggak ada di kita" ujar Ayah
"Ohhhh"
"Oh ya, tombol agar Tenda tidak kelihatan dari luar, dan tombol agar bisa keluar dari Tenda, itu ada di sebuah Mimbar Emas yang letaknya di tengah-tengah tenda."
"Nah di pinggir Mimbar Emas itu ada tombol Pakan, nah kamu tinggal pencet, dan tinggal katakan, mau makan apa, dan secara otomatis, ada sebuah meja di samping Mimbar Emas itu, dan muncullah makanan yang kalian inginkan"
"Dan Ayah kasih, Koin Emas satu lagi, sewaktu-waktu kalian bertemu kosan, dan kalian lapar, dan makanan disana tidak cocok dengan lidah kalian, kamu bisa gunakan Koin ini" ujar Ayah memberikan Koin Emas lagi, yang tiba-tiba ada di telapak tangan Ayah.
Muliyan pun mengambilnya lagi.
"Itu cara digunakannya tinggal kalian sebut makanan yang kalian ingin makan, dan akan ada makanan yang kalian inginkan dihadapan kalian" ujar Ayah
"Makasih banyak Ayah" ujar Muliyan
■☆■☆■☆■
"Apa yang Ayah mu katakan, Muliyan?" tanya Garinge
"Ternyata di tenda ada tombol untuk tiba-tiba ada makanan" ujar Muliyan
"Wah, keren" kagum Garinge
"Dan jika kita bertemu kosan, lalu kita lapar, dan disana makanannya gak cocok sama lidah kita, kita bisa gunakan Koin Emas ini untuk tiba-tiba ada makanan di hadapan kita" ujar Muliyan
"WAWW EMASS LAGII, GILLAAA!!" ~lagi-lagi sangat tergiur
■☆■Next Episode■☆■
^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^
__ADS_1