
■Keluar Dari Tempat Kumpulan Sampah■
"AYO SERAANGGG!!!" teriak Nitara langsung berdiri, dan diikuti sahabat-sahabatnya
Mendengar teriakan seseorang, walaupun tak tahu arti, mereka langsung menengok, dan menyorotkan cahaya senternya ke sumber suara
"AYOO" teriak Garinge dan Aleme
Aleme pun berlari, dan mulai mengibaskan Tongkat Besi yang Panas Membakar, ke arah orang-orang tersebut.
"EEADEA SEREANGEAN TEIBEA-TEIBEA" ["ADA SERANGAN TIBA-TIBA"] teriak salah satu mereka
Dan setelah itu, orang tersebut mati karena Muliyan tebas lehernya.
Dan semua orang-orang tersebut berlari ke arah lift, sambil berteriak-teriak.
"CEPAAT KALAHKAN MEREKAAA!!" teriak Nitara
"AKU TAK BISA MENYERANG MEREKA, KARENA KALAU AKU MENYERANG MEREKA, SAMPAH-SAMPAH DISINI PUN AKAN BERTERBANGAN JUGA!!" lanjut Nitara
"SAMA AKU JUGA" teriak Garinge
"BOM KACANG KU DAPAT MELEDAKKAN SAMPAH-SAMPAH INI" lanjut Garinge
"Baiklah" ujar Aleme
Setelah mengucapkan kalimat berikut, Aleme pun langsung berlari cepat, sangat cepat mengejar mereka.
Lalu ia kibas, kibas, kibas dan kibas ke arah orang-orang yang sedang berlari.
Satu persatu orang-orang tersebut berjatuhan, dan meninggalkan jasad mereka yang berserakan di atas sampah.
Dan hampir saja ada yang lolos, dengan sigap ia kalahkan juga.
"Selesai" ujar Aleme menghadap sababat-sahabatnya
"Keren!" kagum Garinge dan Nitara
"Cepat sekali kamu" puji Muliyan
__ADS_1
"Hehe. Gak juga sih" ujar Aleme
"Oh ya, kita cek satu persatu orang-orang yang berserakan ini" ajak Muliyan
"Ayok" setuju yang lain.
Mereka pun mulai mencek orang-orang yang berserakan itu.
Nitara tidak melucuti pakaiannya, hanya mengecek saja.
Dan mereka tak menemukan apapun.
"Ayok kalau begitu, kita masuk ke lift, dan kita cari jalan keluar" ujar Nitara mendekati lift, begitupula yang lain
Saat di depan pintu lift, ada Sensor Sidik Jari, Nitara pun menempelkan Sidik Jarinya, namun Sensor tersebut menyala lampu berwarna merah, dan tak kunjung terbuka pintunya.
Dan mereka mengetahui, bahwasanya Sidik Jari Nitara tak cocok dengan Sensor Sidik Jari yang ada di pintu lift.
Akhirnya mereka memutuskan untuk memakai Sidik Jari Muliyan, namun hasilnya sama, yaitu Tidak Cocok.
Lalu mencoba pakai Sidik Jari Garinge, namun hasilnya masih sama, dan lalu mencoba pakai Sidik Jari Aleme, dan hasilnya masih sama.
"Hmmm, oh! Kita pakai Jari mereka aja!" ujar Muliyan melihat ke arah orang-orang tadi yang berserakan.
"Oh iya!" ujar mereka bertiga
"Ayo kita coba satu-satu" ujar Aleme
"Berarti, kita putuskan Jari Jemarinya, untuk mencoba satu-satu, yang mana yang cocok" ujar Nitara
"Ya begitu" ujar Muliyan
"Ayo cepat, kita harus keluar dari Desa ini secepat mungkin!!!" seru Nitara
Mereka pun melakukannya.
Muliyan menggunakan Pedang Emasnya tuk memotong jari jemari milik ketua dari mereka. Saat memotong, ia mengingat Jari Jemari Ayah. Lalu Muliyan kesal, ia melakukannya dengan marah.
Garinge menggunakan kulit kacang yang ia ubah jadi silet, lalu ia pun potong Jari Jemari orang kedua.
__ADS_1
Nitara melakukannya dengan cara mematahkan Jari Jemari orang ketiga.
Dan Aleme melakukannya dengan cara menggigit Jari Jemari orang keempat, sampai putus.
Karena tak hanya 4 orang, mereka melakukan ulang ke yang lain. Dengan cara yang sama.
Setelah selesai melakukannya, mereka pun berkumpul di depan lift.
Lalu mereka mencoba menempelkan Telunjuk ketua ke Sensor Sidik Jari di depan lift, dan berhasil.
Mereka pun tak membuang waktu lama, mereka pun menaiki lift, dan mereka pun langsung menekan tombol ke atas.
Hanya satu lantai yang tertera di tombol lift.
Dan mereka pun sampai. Lift berhenti, namun tak kunjung terbuka pintunya.
Dan ada Sensor Sidik Jari di pintu.
Lalu Nitara pun menempelkan Sidik Jari milik Ketua dari orang-orang tersebut.
Lalu pintu terbuka.
Mereka sedang berada di sebuah lorong, yang di depan sana ada pertigaan.
Mereka pun memberanikan untuk berjalan, keluar lift.
Mereka berjalan dengan penuh hati-hati.
Namun tiba-tiba ada suara beberapa orang yang sedang berlari.
Dengan cepat mereka pun lari putar balik, dan memasuki lift.
Dan langsung Nitara tutup.
Namun na'asnya, orang yang sedang berlari jadi berhenti di depan lorong lift tersebut. Karena mendengar suara lari yang tak karuan, atau sedang panik.
Dan tiba-tiba beberapa orang yang berlari tadi pun berjalan cepat ke arah lift.
■☆■Next Episode■☆■
__ADS_1
^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^