
■Kosan■
"Ohh, kosoan? Oadoa" ["Ohh, kosan? Ada"] jawab kedua Nenek tersebut.
"Ohh, doimoanoa yoa Noek??" ["Ohh, dimana ya Nek??"] tanya Nitara memotong ucapan Muliyan, dan langsung berdiri di samping Muliyan persis, sudah menempel pundak mereka.
Garinge dan Aleme merasa seperti ditinggal oleh Muliyan dan Nitara, mereka berdua lancar berbicara menggunakan Bahasa Desa ini, sedangkan mereka berdua tidak bisa.
"Doi joaloan *****" ["Di jalan *****"] jawab salah satu Nenek tersebut
"Joaloan ***** doimoanoa yoa Noek? Koamoi kouroang toahou" ["Jalan ***** dimana ya Nek? Kami kurang tahu"] ujar Muliyan
"Joaloan ***** touh doi oujoung joaloan oinoi, boelok koiroi" ["Jalan ***** tuh di ujung jalan ini, belok kiri"]
"Kosoan oadoa doi oujoung joaloan *****, joaloan toerous doi joaloan *****, moentok, boarou doisoitou kosoannyoa" ["Kosan ada di ujung jalan *****, jalan terus di jalan *****, mentok, baru disitu kosannya"] penjelasan Nenek
"Ohhh, toeroimoa koasoih, Noek" ["Ohhh, terima kasih, Nek"] ujar Nitara
"Oeoeoe, noamoa kosoannyoa oapoa yoa, Noek?" ["Eee, nama kosannya apa ya, Nek?"] tanya Muliyan
"Noamoa kosoannyoa oitou: Kosoan *** **" ["Nama kosannya itu: Kosan *** **"] jawab Nenek
"Ohh yoa, toeroimoa koasoih, Noek!" ["Ohh ya, terima kasih, Nek!"] ujar Muliyan
"Soamoa-soamoa" ["Sama-sama"]
"Koamoi poergoi doulou Noek!" ["Kami pergi dulu Nek!"] pamit Nitara
"Soiloahkoan" ["Silahkan"] ujar Nenek
"Oeoe, tounggou" ["Ee, tunggu"] ujar Nenek yang satu lagi
"Oadoa oapoa yoa Noek?" ["Ada apa ya Nek?"] tanya Muliyan dan Nitara bersamaan
"Koaloian Poengoantoin Boarou, yoa?" ["Kalian Pengantin Baru, ya?"] tanya Nenek yang mencegah mereka untuk berjalan
"BOUKOAN" ["BUKAN"] teriak mereka berdua sambil saling menjauh
Seketika pipi Nitara merah merona, tersipu malu.
"Owhhh, sooalnyoa cocok" ["Owhhh, soalnya cocok"] goda Nenek tadi
"Hoahoahoa" ["Hahaha"] tawa Nenek yang satu lagi dengan arti setuju dan lucu dengan respon Muliyan dan Nitara tadi.
"Oenggoak oah Noek" ["Enggak ah Nek"] ujar Nitara tambah merona pipinya.
"Koamoi poergoi doulou" ["Kami pergi dulu"] ujar Nitara langsung berjalan, melewati Muliyan, dan tidak lupa mengajak Aleme.
Nitara takut akan ada susulan omongan Nenek-nenek tersebut, yang membuat dirinya tambah malu, pipinya tambah merona.
Aleme pun menyusul Nitara, sehingga Aleme berjalan disamping Nitara
"Koamoi poergoi doulou, Noek" ["Kami pergi dulu, Nek"] ujar Muliyan langsung mengajak Garinge, dan Garinge pun menyusul Muliyan, sehingga Garinge berjalan disamping Muliyan
Nitara memeluk lengan tangan Aleme, sesekali memerasnya, karena Nitara benar-benar malu. Nitara berusaha melupakan ucapan Nenek-nenek tadi, dengan memejamkan matanya rapat-rapat.
"Ada apa??" bingung Aleme denga perilaku Nitara
Nitara terus melakukan hal tadi, yang membuat Aleme tambah bingung.
"Eh, Muliyan, kenapa kau bisa berbicara pakai bahasa Desa ini? Sama seperti Nitara tadi, saat berhadapan dengan Kepala Desa ini?!" tanya Garinge
"Ternyata gampang bahasa Desa ini" ujar Muliyan
"Benarkah??!!" tanya Garinge antusias
"Apa aku bisa berbicara menggunakan bahasa Desa ini?" tanya Garinge
"Tergantung kamu"
"Kamu mau bisa tidak?!" ujar Muliyan
"Mau"
"Ayoo ajari aku, Muliyan" mohon Garinge
"Nanti di kosan"
"Sebelum itu, kita tanya dulu, Nitara bisa menggunakan bahasa Desa ini karena apa?! Dan seperti sudah tau" bisik Muliyan
"Sip!" Garinge mengacungkan jempolnya
"Eh tapi, gimana kita mau bayar kosan?"
"Sedangkan kita gak meg~" ucapan Garinge dipotong
"Sut, jangan dibahas dulu" potong Muliyan setengah berbisik
Garinge mencerna perkataan Muliyan, lalu Garinge pun mengangguk
"Nitara kenapa sih?" tanya Aleme mulai penasaran, dengan perilaku Nitara sedari tadi
__ADS_1
Nitara pun berdiri tegap, tanpa memeluk lengan tangan Aleme lagi, dan ia berjalan sambil membusungkan dadanya.
Aleme tambah penasaran...
Akhirnya mereka pun sudah diujung jalan yang mereka sedang lewati.
"Kita mau kemana nih?" tanya Aleme
Jawaban Aleme dijawab dengan Nitara belok kiri, menuju jalan *****.
Aleme pun mengikuti Nitara
"Kita mau ke kosan, sekarang?" tanya Garinge memastikan
"Iya" jawan Muliyan
"Ikuti Nitara" ujar Muliyan
"Okee"
Muliyan dan Garinge pun berbelok kiri juga
Di jalan ***** sangat sepi, tidak ada orang satupun di depan rumah, di jalanan ini.
Karena orang-orang di jalan ***** sedang pergi ke taman tadi.
Nitara berjalan seperti tadi. Badan tegap, dada ia busungkan.
Aleme hanya meredam rasa penasarannya, terhadap perilaku Nitara
Mereka terus berjalan, hingga akhirnya mereka menemukan rumah yang cukup besar, dikalangan rumah-rumah sekitarnya.
Dan terdapat tulisan: "Kosoan *** **"
Nitara pun berhenti, sambil menghadap Kosan tersebut, dan Aleme pun melakukan hal yang sama
Muliyan dan Garinge pun berhenti di samping mereka berdua, dan melihat kosan tersebut
"Ohh iya, gimana kita mau nge-kos!"
"Kita aja gak punya uang!"
"Gak megang uang!" cerca Nitara tiba-tiba ke Muliyan
"Kata Muliyan~" ucapan Garinge dipotong oleh tangan Muliyan yang sengaja menyenggol Garinge, sembari berjalan maju ke depan, seakan-akan tangannya melambai sehingga mengenai Garinge.
Perilaku Muliyan tidak dilihat Nitara dan Aleme
"Kata Muliyan apa?!"
"Yaa buka~" ucapan Garinge dipotong oleh ketukan dari tangan Muliyan, yang mengetuk pintu kosannya
"Eh! Eh! Muliyan!" panggil Nitara berbisik, agar Muliyan berhenti mengetuk.
Tiba-tiba pintu kosan terbuka otomatis, setelah pemilik kosan menyentuh Sensor Sidik Jari, dari dalam.
"Oeh, oadoa oapoa noih?" ["Eh, ada apa nih?"] tanya pemilik kosan
Ternyata pemilik kosan seorang pria muda, sepertinya mereka seumur.
"Ohh, oinoi, oapoa moasoih oadoa oempoat koamoar?" ["Ohh, ini, apa masih ada empat kamar?"] tanya Muliyan
Muliyan pun balik badan dengan cepat
"Kita 4 kamar atau 2 aja, berdua-dua?!" tanya Muliyan berbisik cepat ke sahabat-sahabatnya
"Eee, 2 ajah" jawab Garinge kembali berbisik
Muliyan pun membalikkan badannya lagi
"Oadoa" ["Ada"] jawab pemilik kosan, menjawab pertanyaan Muliyan, yaitu: "Apa masih ada 4 kamar?"
"Oeoe, koitoa poesoen douoa koamoar oajao" ["Ee, kita pesen dua kamar aja"] ujar Muliyan
"Boloeh" ["Boleh"] jawab pemilik kosan
"Moaou boeroapoa loamoa?" ["Mau berapa lama?"] tanya Pemilik kosan
"Oeoe" ["Ee"]
Muliyan pun membalikkan badan dengan cepat, dan kembali bertanya
"Berapa lama nih kita?!" tanya Muliyan berbisik
Kini Nitara sedang melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Yaa kita kan gak lama-lama, gak sampe sebulan, paling juga semalem, lupa sama omongan kita sebelum kesini?!" tanya Nitara memalingkan pandangannya
■Flash Back Nitara》
"BTW di Desa Okhire ada kosan gak?" tanya Nitara
__ADS_1
"Iya tuh, kalau ada kan kita bisa nginep semalem disana" ucap Aleme
"Iya tuh" ucap Garinge
■》
"Yaa maunya 2 hari atau semalem aja?" tanya Muliyan
"Ee kayaknya semalem aja kali ya?" pikir Aleme
"Iya" setuju Garinge
"Eee, oke" ujar Muliyan membalikkan badannya lagi
"Oeoe, koitoa moaou soemoaloem aojoa" ["Ee, kita mau semalem aja"] ujar Muliyan ke Pemilik Kosan
"Ohh? Soemaloem oajoa?!" ["Ohh? Semalem aja?!"] tanya Pemilik Kosan
"Oiyoa" ["Iya"]
"Okoeoe" ["Okee"]
"Oeoe, joadoinyoa boeroapoa yoa, koaloau douoa koamoar oajoa, soemoaloem?!" ["Ee, jadinya berapa ya, kalau dua kamar aja, semalem?!"] tanya Muliyan
"Moaounyoa koamoarnyoa yoang toanpoa OAC, oatoau oenggoak?" ["Maunya kamarnya yang tanpa AC, atau enggak?"] tanya Pemilik Kosan
"Oeoe, yoang oenggoak oajoa" ["Ee, yang enggak aja"] jawab Muliyan
"Oeoe, boeroartoi goak moaou jougoa koamaor yoang oadao koamoar moandoi doaloem?" ["Ee, berarti gak mau juga kamar yang ada kamar mandi dalem?"] tanya Pemilik Kosan
"Oiyoa" ["Iya"] jawab Muliyan
"Joadoi boeroapoa?" ["Jadi berapa?"] tanya Muliyan
"Joadoinyoa ***** oajoa" ["Jadinya ****** aja"] jawab Pemilik Kosan
"Ohh, yaoudoah" ["Ohh, yaudah"] ujar Muliyan
"Yaoudoah, moaosuk oajoa, poiloih koamoar doi loantoi soatou, yoang maosoih kosong" ["Yaudah, masuk aja, pilih kamar di lantai satu, yang masih kosong"] ujar Pemilik Kosan
"Boaoikloah" ["Baiklah"] ujar Muliyan
"Boayoarnyoa soroe yoa" ["Bayarnya sore ya"] bisik Muliyan tepat di telinganya, agar tidak terdengar Nitara
"Soip" ["Sip"] ujar Pemilik kosan mengacungkan jempolnya
"Ayo masuk" ajak Muliyan berjalan ke sahabat-sahabatnya
Mereka berempat pun memasuki
Kosan *** **
"Kita kamarnya yang ini aja, Aleme" ujar Nitara melihat kamar paling ujung, sebelah kiri dari pintu.
Kamar yang kosong terlihat dari Sensor Sidik Jari yang belum berwarna.
"Ayu" setuju Aleme
"Koitoa yoang oinoi koamoarnyoa" ["Kita yang ini kamarnya"] ujar Nitara ke Pemilik Kosan
"Okoe" ["Oke"] ujar Pemilik Kosan menghampiri Nitara dan Aleme
"Mboa toinggoal soentouh doua koaloi Soensor Soidoik Joaroi oitou, dan otomatois Soensor Soidoik Joaroi oitou moemproedoiksoi, doan aokaon toerboukoa-toertoutoup soendoiroi, doan hoanyoa Soidoik Joari Mboa yoang doapoat moemboukoa-moenoutoup pointou" ["Mba tinggal sentuh dua kali Sensor Sidik Jari itu, dan otomatis Sensor Sidik Jari itu memprediksi, dan akan terbuka-tertutup sendiri, dan hanya Sidik Jari Mba yang dapat membuka-menutup pintu"] penjelasan Pemilik Kosan
"Okoe" ["Oke"] ujar Nitara melakukan hal itu.
Mendengar itu, Muliyan pun melakukannya ke kamar samping Nitara dan Aleme persis. Yang akan menjadi kamar Muliyan dan Garinge.
Setelah terbuka pintu kamar Nitara dan Muliyan, Pemilik Kosan berbicara:
"Okoe, soemogoa boetoah yoa" ["Oke, semoga betah ya"] ujar Pemilik Kosan
"Soayoa toinggoal doulou" ["Saya tinggal dulu"] ujar Pemilik Kosan pergi ke kamarnya, di lantai 2
"Eh, ayu ke kamar kita dulu!" ujar Nitara memasuki kamarnya, dan diikuti Muliyan, Garinge dan Aleme.
Lantai 1 untuk kosan perhari.
Lantai 2 untuk kosan perpekan.
Lantai 3 untuk kosan perbulan.
Dan Lantai 4 untuk kosan pertahun.
Kamar Pemilik Kosan ada di lantai 2.
Disetiap lantai ada CCTV, namun tidak untuk di kamarnya. Ruang makan, kamar mandi ada di setiap lantai.
Lantai 1 ada yang kamarnya memiliki kamar mandi dalam, dan ada yang memakai AC. Dan ada juga normal.
Begitupula di lantai 2, 3 dan 4
__ADS_1
■☆■Next Episode■☆■
^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^