
■Pindah■
Setelah masuk ke Portal, mereka melihat ke sekitar, Gelap, Sunyi, Hampa, Dingin.
"Ini dimana lagi coba?!" tanya Aleme mulai kesal
"Gelap banget lagi!!" gerutu Aleme
"Coba, pakai Tongkat mu, Aleme. Tapi keluarin Apinya, jangan kayak biasa" usul Nitara
"Iya tuh" setuju Garinge
"Eee, bisa kayaknya" ucap Aleme yang belum pernah mencoba, namun berfikir itu sepertinya bisa.
Aleme pun mengeluarkan tongkatnya, lalu ia pun berkata,
"Tongkat ku yang Panas Membakar, keluarkan Api!"
Seketika ada Api yang menyala-nyala, di ujung Tongkat Besinya itu.
"Nahh" gumam Nitara sambil melihat ke depan
Ternyata mereka berada di Lorong Bawah Tanah.
"Eehh, Muliyan. Ayooo pindah lagii" rengek Aleme
"Iya Muliyaann" setuju Garinge
"Ayoo Muliyann" imbuh Aleme lagi
"Mau pindah kemana nih?!" tanya Muliyan siap dengan Koin Emasnya
"Ke Rumah kek" ucap Aleme
"Iya Muliyan, nanti aku pengen cerita, kenapa kita bisa ada di Kumpulan Sampah kayak tadi" timpal Nitara
"Iya deh, kenapa kita bisa disana ya tiba-tiba?!" pikir Garinge
"Tapi Portal ini gak bisa menuju dalam rumah jika rumah tersebut di kunci, baik secara manual ataupun otomatis, terus kalau ada pemilik, meski Pemilik itu sedang keluar, tapi pintu di kunci" ucap Muliyan
"Tapi kalau Pemilik itu sedang keluar rumah, pintu gak di kunci, bisa kita kesana pakai Portal ini" lanjut Muliyan
"Tapi kalau lagi ada Pemilik, tapi pintu gak di kunci, bisa gak?!" tanya Garinge
"Tetap gak bisa" jawab Muliyan
"Yaudah kemana kek" ucap Aleme
"Eh iya, kenapa kita gak buat Tenda aja?!" tanya Garinge
"Kita lagi gini Garingee, itu mah sama aja kita Bosan Hidup! Sama aja itu mau kita ketangkap!" gemas Nitara dan Aleme
"Tapi kan bisa dihilangkan" ucap Muliyan dan Garinge
"Oh iya!" ucap Nitara dan Aleme baru ingat
"Yaudah, ayo" ujar Nitara dan Aleme
"Tapi kita mau pasang dimana?!" tanya Muliyan
"Dan misalnya kita udah tau mau dipasang dimana, nah tapi kita kesana gimana?!" tanya Garinge
"Pakai Portal" jawab Muliyan, Nitara dan Aleme
"Ohh iya ya, hahaha" tawa Garinge baru ingat
"Yaudah, ayo Muliyan" ucap Aleme
"Tapi dimana?" tanya Muliyan
"Eeee, di komplek aja gimana?!" usul Nitara
"Ayu" setuju yang lain
Muliyan pun mengarahkan Portalnya menuju komplek yang sedang Kosong.
Dan setelah sampai, Muliyan pun membuat Tenda, setelah jadi, mereka pun masuk, dan Muliyan pun hilangkan Tenda itu dari dalam, agar tidak terlihat oleh orang luar.
Tanpa disadari~
Ada anak kecil yang sedang melihat ke luar Jendela, dari dalam kamarnya yang berada di lantai 2.
Dia melihat ada 4 orang, keluar dari portal, lalu salah satu mereka membuat tenda, lalu mereka masuk, dan tiba-tiba Tenda itu Hilang.
__ADS_1
Tentu Anak Kecil itu bertepuk tangan, karena dia anggap itu keren.
Yaa namanya juga Balita.
Sampai-sampai Orang tuanya bertanya, ada apa ke Anaknya.
Dan Anaknya menceritakan, dengan bicara yang masih sangat tidak jelas.
Walau begitu, Orang tuanya menangkap apa yang anaknya sedang bicarakan.
Dan saat itu juga, orang tuanya menyadari, bahwa 4 orang tersebut yang sedang di cari Kepala Desa.
Segera Orang tuanya menghubungi Kepala Desa.
■☆■☆■☆■
Di dalam Tenda, mereka berkumpul di tengah-tengah Tenda
"Ayo ceritain Nitara" ucap Aleme
"Iya" ujar Nitara
"Tunggu"
"Enakkan dengerin Dongeng sambil Nyemil" ucap Garinge
"Dongeng Mulut mu!!" kesal Nitara
"Nyemal-nyemil!" kesal Aleme
"Hehee" tawa Garinge karena Nitara dan Aleme
"Yaudah yuk" setuju Muliyan
"HUY!!" senang Garinge
Nitara dan Aleme hanya mengikuti.
Muliyan pun menyediakan Koin Emas Pakannya. Dan ia taruh di tengah-tengah mereka.
Dan lagi-lagi diantara mereka, ada yang sangat tergiur dengan Koin Emas dihadapannya ini..
"Aku mau Koin Emas itu! Bukan Makanannya" ~sangat tergiur
"Aku duluan ya" izin Garinge
"Iya" setuju Muliyan
"Aku mauu..."
"Kacang Rebus yang melimpah!!!" ucap Garinge
Dan muncullah Kacang Rebus yang melimpah dihadapan Garinge
"Waw!!!" kagum Garinge
"Aku" ucap Nitara
"Aku mauuu..."
"Kue-kue basah yang melimpah, dan kue-kue yang isinya daging ayam dan mayonais, yang melimpah!!"
Dan muncullah dihadapan Nitara kue-kue basah yang melimpah, dan kue-kue yang isinya Daging ayam dan mayonais, yang melimpah.
"WAW" senang Nitara
"Aleme sekarang" ujar Aleme
"Aku mauu..."
"Bubur Gula Merah lagii, 5 mangkuk Jumbo!!!"
Dan muncullah Bubur Gula Merah 5 mangkuk Jumbo.
"Wahh!!!" senang Aleme
"Oke giliran ku" ucap Muliyan
"Aku mauuu..."
"Coklat Batang Jumbo yang berlimpahh dan kue-kue coklat lainnya!!"
Dan muncullah Coklat Batang Jumbo yang berlimpah dan kue-kue coklat lainnya.
__ADS_1
"Waw" kagum mereka bertiga
"Kepada Saudari Nitara, kami persilakan Anda untuk Berdongeng" ucap Garinge
"Dan kepada Tamu-tamu, mohon dengarkan, sambil dicicipi makanan yang siap dihidangkan" ujar Garinge
Muliyan dan Aleme tertawa, sedangkan Nitara kesal, karena perkataan Garinge yang pertama, yaitu: "...Kami persilakan Anda untuk Berdongeng"
"Dongeng... Dongeng! Bukan Dongeng!" kesal Nitara
"Yaudah, ayo mulai" ucap Garinge sambil memakan makanan yang ia pesan
"Huh!" Nitara membuang nafas kesal
"Jadi gini, kenapa kita jadi bisa di Tempat Kumpulan Sampah...."
■Flash Back Nitara》
Tiba-tiba ada suara langkah kaki banyak yang hendak melintasi tempat sampah yang menjadi tempat persembunyian mereka.
Mereka pun menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya, sambil menunduk dan berdoa, agar mereka tidak ketahuan.
Namun sepertinya suara langkah kaki banyak itu hendak menghampiri tempat sampah yang menjadi tempat persembunyian mereka.
Nitara sedikit melihat kesekitar, saat semua sahabat-sahabatnya menutup mulut sambil menunduk, Nitara berharap ada bantuan tiba. Apapun bentuknya.
Saat langkah beberapa orang tersebut berhenti, tepat di depan Tempat Persembunyian mereka. Nitara menemukan sensor Sidik Jari disebelah kanannya, di dinding tempat sampah bagian dalam.
Dan saat tutup Tempat Persembunyian mereka hendak dibuka, Nitara pun tak membuang waktu, ia pun langsung menekan Sensor Sidik Jarinya, sambil berharap, keajaiban datang.
Dan benar, dinding tempat sampah, dibelakang mereka terbuka, dan tempat sampah yang mereka injak, menjatuhkan mereka, sampai ke Tempat Kumpulan Sampah.
Dan saat dinding dan lantai tempat sampah tersebut kembali semula, dan mereka berempat sudah jatuh, orang-orang tersebut barulah membuka tutup Tempat Sampah tersebut.
■》
"Oalaahh (gitu ceritanya)" ucap Aleme
"Ohhh" ucap Muliyan
Garinge hanya mengangguk-ngangguk sambil terus menyantap makanan yang ia pesan.
"Eh, tadi liat gak ada kayak pintu, nempel di dinding?!" tanya Nitara
"Liat" jawab mereka bertiga
"Berarti itu tuh belakang tempat sampah tadi" ucap Nitara
"Ohh iya, bisa jadi" ujar mereka bertiga
"Oh, berarti di Desa ini, Tempat Sampah yang sudah penuh, sampah-sampahnya bakal ke Tempat Kumpulan Sampah tadi, lalu di bakar bareng-bareng, kalau sudah penuh, Tempat Kumpulan Sampahnya?!" tanya Nitara
"Bisa jadi" jawab mereka bertiga
"Jadi si Tukang Sampah melihat Tempat Sampahnya sudah penuh nih, makanya mereka tekan Sensor Sidik Jari yang kayak Nitara lihat, dan sampah-sampah itu masuk deh ke Tempat Kumpulan Sampah tadi, abis itu jadi Kosong deh Tempat Sampahnya, makanya kan kita pas masuk, gak ada sampah" ujar Aleme
"Iya" jawab mereka bertiga
"Kayaknya semua Tempat Sampah di Desa ini, kayak gitu, dan berarti semua sampah yang di situ, sampah satu Desa ini?!" tanya Aleme
"Mungkin" jawab mereka bertiga
"Wuih! Keren dong!" kagum Aleme
"Ah, biasa saja" tolak Nitara
"Keren dong!" ujar Aleme
"Biasa dong!" balas Nitara
"Ya keren lah!!"
"Ya biasa lah!!"
"Keren!"
"Biasa!"
"Sudah cukup!" lerai Muliyan
Nitara dan Aleme pun jadi berhenti
"Oh ya, kita harus selesaikan makanan kita, setelah itu bersih-bersih Badan kita yang bau sampah ini. Setelah itu, ayo pikirkan untuk keluar dari Desa ini" ujar Muliyan
__ADS_1
■☆■Next Episode■☆■
^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^