
■Latihan #3■
Garinge pun berjalan maju satu langkah.
"Oke, kalau kau sudah benar-benar siap!" ucap Muliyan
"ROBOT LATIHAN... AKTIIFF!!" teriak Muliyan menarik mundur Pedangnya, laksana Tuas Gas Kereta di tarik.
Seketika kepalanya yang menunduk, jadi terangkat, kedua mata Robot tersebut menyala, kedua tangannya mengepal, dan ia sudah tidak seperti patung yang Diam, tidak ada pergerakan sedikitpun.
"ROBOT LATIHAN, KELUARKAN ROBOT-ROBOT MINI YANG GANAS, DAN TAK TERHINGGA, DAN MULAILAH MENYERAANG!!" teriak Muliyan menarik Pedangnya agar tidak lagi menancap di Tanah.
Dan mulailah robot-robot tadi keluar dari kedua kaki Robot Latihan. Dan langsung lari maju.
"Baiklah!" semangat Garinge berlari maju
"Peluru Kacang!" ujar Garinge terus berlari, sambil menjulurkan kedua tangannya ke depan, sambil membuka telapak tangan ke arah robot-robot tersebut.
Dan mulailah keluar Peluru Kacang, yang langsung mengalahkan robot-robot tersebut.
"Ayo, siapa yang bisa lari sampe dekat ku?" tanya Garinge menyindir robot-robot tersebut, sambil terus menyerang robot-robot tersebut menggunakan peluru-peluru kacangnya.
Robot-robot tersebut banyak yang berjatuhan karena Peluru Kacang milik Garinge.
"Ah, bosan, mending aku pake Bom Kacang mini" ucap Garinge
"Bom Kacang Mini!" ujar Garinge melompat, dan ia pun berhentikan serangan Peluru Kacang, lalu Garinge pun bertepuk tangan sekali, lalu Garinge pun menjulurkan kedua tangannya lagi, sambil membuka telapak tangannya ke arah robot-robot tersebut.
Dan mulailah Bom Kacang Mini menyerang robot-robot tersebut, dan robot-robot tersebut mulai berjatuhan kembali terkena Bom Kacang Mini milik Garinge.
Garinge terjun ke tanah, sambil terus menyerang robot-robot tersebut.
Garinge pun melompat-lompat ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang, sambil terus menyerang.
"Hahaha" tawa Garinge karena belum ada robot-robot tersebut yang sudah dekat dengannya.
Tiba-tiba ada 1 robot tersebut yang melompat ke arah Garinge.
"Eits, gak kena" ujar Garinge lompat ke kiri, lalu ia pun menghadap ke arah robot yang tadi lompat, dan yang sekarang ada di hadapannya
"Ah, gak usah pakai bom kacang" ujar Garinge memukul kepala robot tersebut dengan kerasnya
Dung.
"Awww, aws" ringis Garinge karena tangannya terasa sakit, karena baru saja Garinge pukul besi dengan tangannya langsung, tanpa ada pelindung
"Garinge!" kaget Muliyan, Nitara dan Aleme karena baru saja Garinge melakukan hal konyol yang tak masuk akal.
Tiba-tiba pedang robot tersebut mengibaskan ke arah lengan kanan Garinge, Garinge pun menghindar, namun lengan kanan Garinge terkena kibasan tersebut!
"Aww" ringis Garinge terjatuh.
Lengan bajunya Garinge robek, begitupula kulitnya.
Dan kulit yang terkena itu menjadi Batu. Karena robot tersebut memegang Pedang Batu.
Kulit yang terkena, menjadi batu, tidak mengeluarkan darah.
Robot tersebut pun mengangkat pedangnya, dan ingin mencambuk Garinge...
__ADS_1
"GARINGE!" teriak mereka kaget karena Garinge terjatuh dan terkena kibasan pedang robot tersebut, dan sekarang ia ingin dicambuk.
Dengan segera Muliyan pun menggunakan kekuatan aslinya, yaitu Teleportasi, dan tujuannya ke depan Garinge, saat sudah di depan Garinge, Muliyan mengangkat pedangnya yang tertancap ke tanah, dan segera Muliyan kibas pedang robot tersebut, sampai pedang robot tersebut terlempar, dan segera Muliyan mengalahkan robot tersebut. Namun robot tersebut malah menghindar-hindar.
Tiba-tiba, dari samping belakang Muliyan, ada robot yang lompat ke Muliyan, dan ingin mencambuk Muliyan.
Karena Muliyan menyerang satu robot tersebut, maka robot-robot yang lainnya pun menyerang Muliyan juga. Jadi mereka akan menyerang Muliyan dan Garinge.
"MULIYAAANN" teriak Nitara sambil berlari sekencang-kencangnya, lebih kencang daripada sejarah ia berlari. Sambil berteriak:
"ANGIN, DORONG ROBOT YANG SEDANG MELOMPAAT!!!" teriak Nitara mengacungkan tongkat sihirnya ke arah robot yang sedang melompat, dan dari permata tongkat sihir tersebut, mengeluarkan Angin menuju robot yang sedang melompat ke arah Muliyan, dan robot tersebut pun terpental sampai terkena Robot Latihan tersebut. Lalu Nitara pun mengakhiri serangan ke arah robot tersebut, dan ingin membantu Muliyan yang sedang berusaha mengalahkan robot yang menyerang Garinge.
Tiba-tiba ada yang melompat pula ke arah Garinge, bahkan yang melompat 2 robot! Dan mereka membawa Pedang yang berbeda! Ada yang membawa Pedang Batu dan ada yang membawa Pedang Es.
"GARINGEEE" dengan kecepatan penuh, Aleme berlari sambil mengarahkan Tongkatnya ke belakang.
Dan saat robot tersebut sudah benar-benar dekat, tiba-tiba 2 robot tersebut mental pula, meniban robot-robot lainnya.
Itu perbuatan Aleme yang langsung lompat, dan langsung menampar 2 robot tersebut pakai Tongkat tersebut.
"GRRKKKHHSSSS" geraman dari sebuah raksasa!
Ternyata geraman tersebut berasal dari geraman Robot Latihan.
Robot Latihan tersebut marah karena ada yang mengusiknya.
Ternyata yang mengusik adalah Nitara, karena ia pentalkan robot yang ingin menerkam Muliyan, pakai anginnya, sehingga terkena Robot Latihan.
Robot Latihan akan marah jika ada yang mengusiknya, jika Robot Latihan dalam kondisi seperti ini, yaitu tidak berperan.
Mereka berempat melihat ke arah Robot Latihan
"Ha?! Dia terusik" ujar Muliyan
"Kita harus nonaktifkan manual, ini sebagai latihan juga" ucap Muliyan
"Oke" setuju yang lain
Mereka berempat pun mengalahkan dulu robot-robot tersebut menggunakan kekuatan dan keahlian mereka masing-masing.
Sedangkan Robot Latihan sedang berjalan ke arah mereka, sambil terus mengeluarkan robot-robot dari kedua kakinya.
Robot Latihan akan menggunakan semua kekuatannya. Kalau Robot Latihan terasa ada yang mengusiknya.
Robot Latihan memiliki kekuatan Angin Debu, Es, Api, Air, Tanah, dan masih banyak lagi.
Tiba-tiba Robot Latihan tersebut membuka dadanya, dan keluarlah Baling-baling Raksasa, dan mereka tahu, bahwa Robot Latihan akan menggunakan kekuatan Angin Debu!
"Dia akan menggunakan Angin Debu!" teriak Muliyan
"Jaga mata kalian agar tidak terkena Debunya!!" peringatan Muliyan
"Siap!" ucap mereka berempat
Muliyan terus mengibaskan pedangnya ke arah robot-robot tersebut, Nitara terus menyerang robot-robot tersebut menggunakan Angin bercampur Racun mematikan, Garinge terus menyerang robot-robot tersebut menggunakan Bom-bom kacang mini miliknya, dan Aleme terus mengibaskan Tongkat yang Panas Membakar, dengan beragam cara, begitupula yang lain.
Dan Robot Latihan pun memulai menggunakan kekuatannya...
Baling-baling tersebut pun mulai berputar, dan mulai mengeluarkan Angin Badai yang disertai Debu-Debu.
__ADS_1
Dan mereka pun melindungi mata-mata mereka dengan beragam cara.
Aleme melindungi matanya dengan melompat-lompat sambil menyerang, melompat menghadap belakang sesekali, menunduk, dan lainnya.
Garinge menggunakan Kulit Kacang Pelindung untuk melindungi matanya.
Muliyan menyerang sambil menutup mata, namun selalu berhasil mengalahkan robot-robot tersebut.
Namun karena angin makin kencang, pergerakan mereka semakin memelan, untuk menjaga keseimbangan agar tidak terbawa Angin, dan akhirnya Aleme menutup matanya pakai lengan kirinya. Begitupula Garinge.
Yang menjadi masalah adalah robot-robot tersebut malah terbang terbawa angin, ke arah mereka. Mereka menggunakan kesempatan ini untuk menyerang mereka.
Mereka pun berusaha menyerang mereka juga, dengan melindungi kedua matanya.
"Muliyaan, teleportasi ke belakang Robot Latihan dan hentikan ini semuaaa" teriak Nitara yang sedikit tersendat-sendat karena anginnya terlalu besar, dan takut Debu nya masuk ke dalam mulut
"Iyyaa" jawab Muliyan juga tersendat-sendat karena angin juga.
Muliyan pun mengangkat Pedangnya, namun ia malah terbawa angin! Dan alhasil Muliyan pun jatuh kebelakang, lalu terbang terbawa angin.
"Muliyan!" teriak Nitara kaget. Dan hampir saja Nitara terjatuh juga.
Dan Muliyan pun berusaha bangkit lagi.
"Sepertinya tidak mungkin Muliyan teleportasi ke belakang Robot Latihan" ujar Aleme
"Kita harus melakukannya dengan manual juga!"
"YAITU JALAN KE SANA!!" teriak Aleme
"AYO" ajak Aleme berjalan ke arah Robot Latihan, dengan susah payah!
"Ayo!" sahut Nitara berjalan juga
"Aku gak kuat lagii" teriak Garinge
"AWW" debu berhasil memasuki kedua mata Garinge, alhasil Garinge terbang terbawa Angin
"GARINGE!" teriak Muliyan kaget ingin meraih tangan Garinge, namun mustahil, karena jarak mereka agak jauh.
Nitara dan Aleme berusaha terus berjalan, sambil menyerang robot-robot yang terbang.
"Kita bisaa!" Aleme menyemangati Nitara
"Ya, kita bisa!" sahut Nitara
"Aku gak bisa begini terus!" ujar Muliyan
"Aku punya ide!"
Muliyan pun balik badan, dan menahan angin yang menghantam dari belakang.
Lalu Muliyan pun mengangkat tinggi-tinggi pedangnya, pedangnya mengeluarkan cahaya Emas. Seraya berteriak:
"TELEPORTASI KE BELAKANG ROBOT LATIHAAN!!" teriaknya sambil menusuk Tanah Lapangan menggunakan Pedangnya, dan tiba-tiba Muliyan pindah ke belakang Robot Latihan, dan Muliyan pun mencabut Pedangnya yang masih menusuk di Tanah.
Tak butuh waktu lama, Muliyan pun melompat sampai punggung robot tersebut, dan langsung Muliyan tekan tombol tersebut. Dan semua robot-robot menghilang, dan Angin Debu milik Robot Latihan pun menghilang juga.
Sontak mereka menghembuskan nafas lega.
__ADS_1
■☆■Next Episode■☆■
^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^