Sidik Jari

Sidik Jari
Episode 22 ■Ide Nitara■


__ADS_3

■Ide Nitara■


"Sudah, putar balik dan kembali ke Negara kalian, jangan harap kalian dapat izin dari saya." ujar Kepala Desa tegas


"Tanpa izin bapak, kami bisa masuk" ujar Nitara dengan senyuman mautnya.


Tentu saja Kepala Desa tersebut sangat murka.


"ESEMEAEUNYEA, TEMBEAK MEREKEA!!!" ["SEMUANYA, TEMBAK MEREKA!!!"] teriak Kepala Desa menggunakan bahasa Desa Ehokija.


Semua penjaga Gerbang Desa Ehokija, kedua prajurit Kepala Desa pun mengangkat senjata mereka, dan mulai melepaskan peluru-peluru mereka kepada Muliyan bersama sahabat-sahabatnya.


"ANGIN, PUTAR BALIKKAN PELURU MEREKA!!!" teriak Nitara mengangkat kedua tangannya, dan ia pun mengarahkan kedua telapak tangannya menuju mereka semua. Dengan diikuti angin yang mulai menyerbu peluru-peluru yang sedang terbang ke mereka, dan hendak menabraknya


"Pakai sihir!!" teriak Kepala Desa sambil mengangkat tangan kanannya, tak lupa dikepal.


Lalu ia berteriak...


"Pelindung!!" seketika ada pelindung yang tak terlihat, dihadapan Kepala Desa, penjaga-penjaga Gerbang, dan kedua prajurit Kepala Desa


Dan mulailah angin Nitara menabrak peluru-peluru yang sedang terbang ke mereka, lalu seketika peluru-peluru tersebut berputar balik, dan meluncur kearah yang menembak mereka. Namun gagal. Karena ada pelindung dari Kepala Desa.


Boommmm...


Ledakan beserta asap tercipta dihadapan mereka semua.


Kepala Desa sedikit menahan tangan kanannya yang ia kepal, lalu setelah ledakan dan asap menghilang, ia pun menurunkan tangan kanannya dan seketika pelindungnya menghilang beriringan dengan tangan kanannya yang ia turunkan.


"Harusnya kita gunakan kesempatan itu, untuk lari ke dalam Desa nya!" gumam Nitara kepada sahabat-sahabatnya


Sahabat-sahabatnya terkejut, mengapa bisa Nitara kepikiran seperti itu?! Mereka saja sama sekali tidak kepikiran.


"Bendera perang sudah kalian kibarkan." ujar Kepala Desa penuh penekanan


"Hei! Kalian duluan!!" teriak Nitara


"Mari kita berduel!!" ujar Kepala Desa


"Ayu" ujar Muliyan maju tuk berdiri di depan Nitara


"Apa kau diajak?!" tanya Kepala Desa merendahkan

__ADS_1


"Saya mau berduel dengan Wanita itu (Nitara), bukan kau" ujar Kepala Desa terkekeh merendahkan


"Apa kau takut, sehingga beraninya berduel dengan wanita?!" tanya Muliyan ikut merendahkan


"Apa kau kira aku bakal marah, mendengar ucapan mu itu?!" tanya Kepala Desa tak terkekeh lagi


Tiba-tiba Muliyan termundur dengan sendirinya sampai sejajar dengan Garinge dan Aleme, dan seketika ada pelindung baja yang tembus pandang


"Ucapan ku tidak ada yang bisa menghalanginya" ujar Kepala Desa


"Nitara!!" kaget mereka bertiga yang dikurung, dan karena Nitara ingin berduel dengan seorang Pria yang jauh di atas umurnya dari Nitara


"Aku tak takut!" ujar Nitara memunculkan tongkat sihirnya, lalu ia serongkan kebawah samping kananya


"Tak takut mati muda ya..." ujar Kepala Desa terkekeh


"Sudah tak usah banyak bicara, aku sudah muak!" ujar Nitara


"Menarik" ucap Kepala Desa


"ANGIN TORNADO, CINCANGLAH TUBUH PRIA ITU (Kepala Desa Ehokija)!!!!!" teriak Nitara sambil mendonggakkan tongkat sihirnya ke atas, lalu muncullah Angin Tornado dari atas tongkat sihirnya, dan mulai meluncur ke arah Kepala Desa


"Langsung ke inti rupanya. Tidak pakai pemanasan" ujar Kepala Desa


"Nitara!!!" kaget mereka bertiga dari dalam kurungan


"Uih. Curang" ujar Nitara


"ANGIN TORNADO, HILANGLAH" teriak Nitara dan seketika angin tornado miliknya menghilang, dan saat itu juga salinan angin tornado milik Nitara yang disalin Kepala Desa menghilang juga.


"Pintar" kagum Kepala Desa menepuk kedua tangannya


Ketiga sahabatnya juga mengaguminya kepintaran Nitara


"Memang aku bodoh?!" tanya Nitara


"Ya" jawab Kepala Desa


"Mengejek kau yaaa" ujar Nitara tak terima


"ANGINN, ANGKAT PRIA ITU (KEPALA DESA), DAN JATUHKAN KEMBALI, ULANG-ULANG SAMPAI DIA MATI!!!" teriak Nitara sambil mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Kepala Desa, lalu ia arahkan ke atas, dan ia turunkan lagi.

__ADS_1


"Terdengar Brutal" ujar Kepala Desa


"Pelindung baja tembus pandang" ujar Kepala Desa santai


Dan seketika ada pelindung baja tembus pandang di sekitarnya. Dan angin yang ingin mengangkat Kepala Desa jadi terhalang.


Nitara pun menghentikannya. Lalu ia pun berkata lagi...


"SERANGAN ANGIN BADAI BERPASIRR!!!" teriak Nitara sambil mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Kepala Desa, dan mulailah Angin Badai ke arah Kepala Desa yang sedang berlindung di balik pelindungnya.


Angin Nitara terus menyeruduk pelindung Kepala Desa tersebut.


Kepala Desa tidak bisa melihat ke luar, karena Angin Badai Berpasir milik Nitara.


Nitara pun mengambil kesempatan.


Nitara menghadap ke sahabat-sahabatnya, lalu ia pun menggerakkan tangannya dengan arti: 'Ayo keluar'. Dengan menumpang di Muliyan, agar Muliyan memakai Koin Emas Portalnya.


Dan untung Muliyan langsung sadar, dan ia pun menggunakan Koin Emas Portal nya untuk keluar, dan mereka arahkan ke samping Nitara.


Dan Berhasil.


"Ayo, cepat, kita masuk portal mu ke Gang di Desa Ehokija. Ayo!!" ujar Nitara ke Muliyan


Muliyan pun mengiyakan ucapan Nitara, dan ia pun menyiapkan portal dengan tujuan ke dalam Gang di Desa Ehokija yang aman.


Setelah siap, Muliyan, Garinge dan Aleme memasuki dan Nitara pun langsung menghentikan serangannya dan langsung masuk ke dalam portal, dan portal pun menghilang.


Namun Kepala Desa masih melihat kalau Nitara masuk ke sebuah portal, dan ia melihat di dalam kurungannya sudah tidak ada lagi sahabat-sahabat Nitara.


Dan Kepala Desa sangat Murka!


"WAAAAA AKU DITIPUU!!!!"


"Benar Wanita itu Pintar!"


"ECEPEAT TEANGKEAP MEREKEAEAEAEA!!!!" ["CEPAT TANGKAP MEREKAAAA!!!!"] teriak Kepala Desa ke Penjaga-penjaga Gerbang dan kedua Prajuritnya.


Namun tetap ada yang menjaga Gerbang.


"EKEABEAREI SEMEUEA WEARGEA, KEALEAEU EADEA YEANG MELEIHEAT MEREKEA, SEGEREA TEANGKEAP!!!" ["KABARI SEMUA WARGA, KALAU ADA YANG MELIHAT MEREKA, SEGERA TANGKAP!!!"] lanjut Kepala Desa dengan berteriak

__ADS_1


■☆■Next Episode■☆■


^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^


__ADS_2