Sidik Jari

Sidik Jari
Episode 28 ■Cerita Singkat Nitara■


__ADS_3

■Cerita Singkat Nitara■


"Oh ya, ayo!" setuju mereka semua


Mereka pun menghabiskan makanan mereka, sambil diiringi obrolan ringan. Membahas ulang yang baru saja mereka alami.


Mereka lupa, bahwa mereka harus bersihin badan, karena mereka baru masuk ke Tempat Sampah yang Bau, walau gak ada Sampah, dan baru beraksi di Kumpulan Sampah yang bau dan Hina.


■☆■☆■☆■


"Eeiyea Peak, Eaneak seyea meleiheat peakeai Meatea kepealeanyea sendeiri" ["Iya Pak, Anak saya melihat pakai Mata kepalanya sendiri"] adu orang tua dari Anaknya yang melihat Muliyan bersama sahabat-sahabatnya, kepada Kepala Desa


"Eeoh yea! Seayea eakean keseanea sekeareang! Reumeah Eibeu deimeanea?!!" ["Oh ya! Saya akan kesana sekarang! Rumah Ibu dimana?!!"] tanya Kepala Desa


"Edei Keomplek *****-**" ["Di Komplek *****-**"] jawabnya


"Ebeaeik!" ["Baik!"] memutuskan panggilan.


"Esemeogea Kepealea Desea ketemeu merekea, kearenea seyea, kealeau begeiteu kean, pesateinyea seyea jeugea yeang deapeat Eupeahnyea. Heiheihei" ["Semoga Kepala Desa ketemu mereka, karena saya, kalau begitu kan, pastinya saya juga yang dapat Upahnya. Hihihi"]


■☆■☆■☆■


Setelah mereka menghabiskan makanan mereka, yang diiringi obrolan ringan...


"Ayo, kita bersihin diri kita, setelah itu, kita kumpul disini lagi yaa" ajak Muliyan


"Disini ada Jam gak, Muliyan?!" tanya Garinge


"Sekarang masih pagi kan?!" tanya Garinge

__ADS_1


"Masa lupa sih. Kan kita gak lama masuk tendanya" ucap Aleme


"Yaa... Hehehe" cengir Garinge


"Uih" Aleme memainkan bola matanya


"Yaudah, ayo" ujar Muliyan berdiri, dan diikuti yang lain


"Di setiap kamar, ada kamar mandi?!" tanya Nitara


"Iya" jawab Muliyan


"Ohh" paham Nitara


"Setelah bersih-bersih badan, kumpul lagi, oke?! Kumpul untuk menyusun rencana" ujar Muliyan


"Siap"


"Tunggu" ucap Nitara mencegah yang lain tuk masuk kamar masing-masing.


"Abis mandi, kita pakai baju apa?!" tanya Nitara


"Kan kita gak bawa baju, terus pake baju apa, abis mandi?!" tanya Nitara


"Oh iya" ucap Garinge dan Aleme baru sadar.


"Kata Ayahku, di dalam kamar ada lemari pengering Pakaian, jadi kalau ada pakaian yang baru dicuci, bisa masukkan kedalam lemari itu, dan bakal kering berkisar 5 menit. Dan dibawah ada pengering air, jadi air gak bakal jadi kegenang, saat kita buka pintu lemarinya. Ingat, setelah menaruh baju basah kita, tutup lagi, tunggu sampai bunyi 'Nut', baru bisa dibuka lemarinya." ujar Muliyan


"Wuoke" ujar Garinge

__ADS_1


"Jadi kita cuci baju dulu? Sekalian mandi?!" tanya Nitara


"Ya iya" jawab Muliyan


"Jadi pas kita nunggu, kita gak pake baju gitu?!" tanya Nitara


"Yaa kan ada handuk, selimut, bisa kita gunakan" ucap Muliyan


"Ohhh"


"Kan gak lama-lama, kita nunggu keringnya" ujar Muliyan


"Okee"


"Yaudah" ujar Muliyan memasuki kamarnya, sama seperti sahabat-sahabatnya.


Saat mereka di Kosan yang di Desa Okhire, mereka tidur dalam keadaan sudah berubah menjadi manusia biasa, dan saat ingin berangkat menuju Desa Ehokija, mereka berubah lagi menjadi seperti bukan manusia biasa. Dan saat beraksi di Tempat Kumpulan Sampah, mereka memakai baju saat sudah berubah. Alhasil baju setelah berubah sudah kotor dan bau.


■☆■☆■☆■


Diantara mereka, ada yang sedang duduk dipinggir kasur, saat hendak pergi mandi.


"Waahh, Tenda ini berasal dari sebuah Koin Emas!! Gilaa!!!" ~terkagum


"Kapan nih, aku ambil semua Koin Emas dari Muliyan?!" ~berfikir


"Aku harus pandai mengambil kesempatan." ~bertekad


"Tapi memang aku pandai sih. Lihat saja, semua Koin Emas yang berada di tangan mu, Muliyan, akan ada di tangan ku, dan ganti kepemilikan. Hahaha!!!" ~tertawa jahat.

__ADS_1


■☆■☆■☆■


^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^


__ADS_2