Sidik Jari

Sidik Jari
Episode 30 ■Tantangan■


__ADS_3

■Tantangan■


Dan di Gerbang sana, ada penjaga-penjaga yang bersenjata.


Dan tentu didepan Gerbang itu, ada Mesin-mesin Sensor Sidik Jari, seperti di Desa Okhire dan Ehokija.


Penjaga-penjaga itu mengangkat senjata mereka.


"Puermuisui" ["Permisi"] ujar Nitara mengangkat tangan, dan diikuti yang lain.


Dan tiba-tiba ada Bapak-bapak yang berjalan mendekati mereka, dari belakang Penjaga-penjaga itu


"Hueui." ["Hei."] sapa Kepala Desa ramah.


"Uadua uapua?" ["Ada apa?"] tanya Kepala Desa ramah


"Turunkuan suenjuatua kualuiuan" ["Turunkan senjata kalian"] suruh Kepala Desa setengah berbisik, kepada Penjaga-penjaga yang mengangkat senjata mereka


Namun bisikan Kepala Desa Ujaroke ini masih terdengar oleh Muliyan dan Nitara.


Muliyan tahu bahasa Desa ini, saat Nitara bertanya kepada Kepala Desa Ehokija.


"Ueueue..." ["Eee..."]


"Suayua buersuamua suahuabuat-suahuabuat suayua, buauik." ["Saya bersama sahabat-sahabat saya, baik."] jujur Nitara


"Suayua tuahu uitu. Kueluihuatuan duarui wuajuah kualuiuan, kualua kualuiuan Buauik" ["Saya tahu itu. Kelihatan dari wajah kalian, kalau kalian Baik"] ungkap Kepala Desa


Tentu Muliyan dan Nitara bersyukur, tak perlu susah payah mereka membuat Kepala Desa percaya, kalau mereka baik.

__ADS_1


"Ueueue, Puak, uizuinkuan kuamui mueluewuatui Duesua Buapuak. Kuamui huarus mueluewuatui Duesua Buapuak, tuk kue Duesua suetueluah Duesua Buapuak uinui, duenguan Tuepuat Wuaktu" ["Eee, Pak, izinkan kami melewati Desa Bapak. Kami harus melewati Desa Bapak, tuk ke Desa setelah Desa Bapak ini, dengan Tepat Waktu"] mohon Nitara


"Nuamun, uadua suebuuah Tuantuanguan duarui Suayua" ["Namun, ada sebuah Tantangan dari Saya"] ujar Kepala Desa


"Uapuabuilua kualuiuan duapuat muenyueluesuauikuan Tuantuanguan duarui suayua, kualuian buolueh mueluewuatui Duesua Suayua duenguan Tuentruam. Duan suebualuiknyua, juikua kualuiuan tuiduak buisua muenyueluesuauikuan Tuantuanguan duarui suayua, muakua Putuar Bualuik, duan muenjuauhlah, duarui suinui" ["Apabila kalian dapat menyelesaikan Tantangan dari saya, kalian boleh melewati Desa Saya dengan Tentram. Dan sebaliknya, jika kalian tidak bisa menyelesaikan Tantangan dari saya, maka Putar Balik, dan menjauhlah, dari sini"] ucap Kepala Desa dengan tegas  


"Tuantuanguan uinui uadualuah Puermuintuauan Tuoluong suayua, kuepuadua Kualuian, kuaruenua Uinui Urguent!" ["Tantangan ini adalah Permintaan Tolong saya kepada kalian Kalian, karena Ini Urgent!"]


"Suayua Huaruap Kualuiuan Buersueduia, duan duapuat Muenyueluesuaikuan Tuantuanguan duarui Suayua" ["Saya Harap Kalian Bersedia, dan dapat Menyelesaikan Tantangan dari Saya"] harap Kepala Desa


Nitara membalikkan badannya menghadap sahabat-sahabatnya


"Eh, kita dikasih tantangan, tuk bisa lewat Desa ini. Gimana?? Terima atau gimana?!" tanya Nitara berbisik


"Emang Tantangannya apa?!" tanya Garinge dan Aleme ikut berbisik


"Yaa terima aja Nitara, kan supaya kita bisa lewat Desa ini dengan Tentram" jawab Muliyan berbisik


"Yaa gimana ya... Kalau kita gak bisa menyelesaikan Tantangannya?!" tanya Nitara


"Kita bisa!" ujar Muliyan menyemangati


"Yaa gimana ya... Kan kalau kita gak bisa menyelesaikan Tantangannya, kita Harus Putar Balik, dan pergi dari sini" ujar Nitara


"Yaa terus?! Mau gimana?! Mau nolak?! Yaa sama aja dong, kita disuruh Putar Balik, dan menjauh dari sini" ucap Muliya


"Yaa gimana ya... Takut susah Tantangannya" ucap Nitara


"Kita bisa!" ujar Muliyan

__ADS_1


"Kalau kita mau, saling menyemangati, saling menguatkan, saling membantu, pasti kita bisa!" ujar Muliyan yakin


"Ya!" setuju mereka semua


"Oke ya? Aku terima?!" tanya Nitara


"Ya" jawab mereka semua


Nitara pun balik badan


"Uiyua Puak, kuamui Tueruimua Tuantuanguan Buapuak!" ["Iya Pak, kami Terima Tantangan Bapak!"] ujar Nitara


"Buakluah" ["Baiklah"]


"Kualuiuan huarus muencuarui Puemuiluik Suiduik Juarui uinui." ["Kalian harus mencari Pemilik Sidik Jari ini."] ujar Kepala Desa memberi sebuah kertas, yang terdapat Sensor Sidik Jari, orang yang tidak ia ketahui.


"Kuaruenua Puemuiluik Suiduik Juarui uinui uadualuah Pueluaku Puencuruiuan yuang bueruasksui suauat Mualuam Huarui" ["Karena Pemilik Sidik Jari ini adalah Pelaku Pencurian yang beraksi saat Malam Hari."]


"Uapualuagui uiua muembuawua suenjuatua. Duan duiua Muencuruinyua luangsung kuedualuam Rumuah!" ["Apalagi ia membawa senjata. Dan dia Mencurinya langsung kedalam Rumah!"]


"Tuentu muembuuat wuargua suayua Guempuar" ["Tentu membuat warga saya Gempar"]


Tentu Muliyan dan Nitara terkejut, mereka harus mencari Pemilik Sidik Jari yang terdapat di kertas ini, yang katanya Penjahat.


"Cuirui-cuirui duiua uadualuah..." ["Ciri-ciri dia adalah..."]


■☆■Next Episode■☆■


^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^

__ADS_1


__ADS_2