Sidik Jari

Sidik Jari
Episode 15 ■Kamar Nitara dan Aleme■


__ADS_3

■Kamar Nitara dan Aleme■


Di kamar Nitara dan Aleme, sama seperti kamar-kamar yang Normal/Biasa, terdapat 2 kasur lantai, yang ditempelkan, dan ada satu kipas angin dinding, ditengah-tengah kasur, dan ada satu meja belajar beserta bangku, dan lampu belajarnya.


Setelah mereka sudah masuk ke dalam Kamar Nitara dan Aleme, Nitara pun menutup pintu dengan menyentuh Sensor Sidik Jari itu, lalu Nitara pun menghadap sahabat-sahabatnya, dan langsung mengangkat suara..


"Eh Muliyan. Kita mau bayar kosan ini pake apa??" tanya Nitara kesal


"Kat~" ucapan Garinge dipotong lagi oleh ucapan Muliyan


"Yaa kita nyari dulu" ujar Muliyan


"Jadi kita nyarinya gimana??!!"


"Jualan?!" tanya Nitara


"Mungkin" ujar Muliyan


"Kok 'mungkin' sih jawabnya?!"


"Berarti gak yakin gitu!" ujar Nitara


"Eee, kita emang mau jualan apa?" tanya Aleme


"Tau, kita emang mau jualan apa?!" tanya Nitara ke Muliyan


"Yaa terserah" jawab Muliyan tidak ada intonasi kesal


"Dia (ngomongnya) terserah dong sekarang" gemas Nitara menutup wajahnya sesaat


"Jadi kalian mau jualan apa?" tanya Muliyan


"Harusnya kita yang nanya, mau jualan apa?!!!" cerca Nitara


"Lagipula kita gak punya modal!"


"Gak punya barang untuk dijual!"


"Terus gimana mau jualan?!!" tanya Nitara


"Iya Muliyan" setuju Aleme


"Gimana kita mau jualan?" tanya Aleme


Garinge hanya diam saja, karena mendengar perkataan Muliyan tadi


■Flash Back Garinge》


"Eh tapi, gimana kita mau bayar kosan?"


"Sedangkan kita gak meg~" ucapan Garinge dipotong


"Sut, jangan dibahas dulu" potong Muliyan setengah berbisik


■》


Garinge yakin, Muliyan pasti memiliki rencana. Entahlah rencana tersebut cocok sama dirinya dan yang lain, atau tidak.


Muliyan tidak ingin menjawab, hanya mengeluarkan ekspresi sedikit tersenyum.


"Gak bisa jawab kan, sekarang!" ujar Nitara salah paham, dengan sikap Muliyan yang tidak ingin menjawab lagi.


"Jadi kita mau bayar kosan ini pake apaa?!!" tanya Nitara sedikit mengeraskan volume suaranya


"Pake uang" jawab Muliyan santai


"YA DARI MANA UANGNYA?!!" bentak Nitara


"MAU JUALAN?! MANA MODALNYA?!" tanya Nitara membentak


Muliyan hanya memberikan senyumannya

__ADS_1


"Jadi gimana Muliyan!!!" ujar Nitara tidak teriak, namun mengeraskan volumenya


Garinge sangat gemas, ia ingin mengatakan, yang sedari tadi dipotong oleh Muliyan. Namun ngeri dipotong lagi oleh Muliyan.


"Iya Muliyan, jadi gimana??" tanya Aleme membantu Nitara


"Kamu kalau punya Rencana, KASIH Tau Kita!!!!!" bentak Nitara yang mulai meyakini bahwa Muliyan seperti mempunyai Rencana lain, atau sebagainya.


"Iya tuh!" setuju Aleme yang ternyata meyakini apa yang Nitara yakini.


■☆■☆■☆■


■Di Istana


"Semoga Anak saya bersama sahabat-sahabatnya, Baik-baik saja" lirih Raja yang mulai mengkhawatirkan kondisi mereka


"SAYA MENYESAL!" teriak Raja


"SAYA MENYESAL!" teriak Raja lagi


"SAYA MENYESAL TELAH MENIPU ANAK SAYA SENDIRI"


Duk...


Sang Raja terjatuh bersimpuh lutut.


"Tenanglah Raja, mereka akan Baik-baik saja" ujar Panglima/sahabatnya sendiri


■☆■☆■☆■


"Ah, udahlah, pokoknya Muliyan udah punya Rencana atau sebagainya! Kita tinggal tenang aja, Aleme" ujar Nitara menghibur diri sendiri dan menghibur diri Aleme


"Iya" setuju Aleme


"Oh iya Nitara, kok kamu bisa tau Bahasa Desa ini? Kok kamu kayak udah tau gitu" tanya Muliyan


Pertanyaan tersebut membuat Nitara membatu


Ucapan Garinge barusan adalah sambaran petir baginya.


Namun Nitara pun memutuskan pura-pura tidak kaget


"Yaa cari tau lah" jawab Nitara


"Bener? Gak boong?" tanya Muliyan seperti sudah tau, kebenarannya


"Eh! Aku gak main boong-boongan lah ya!" ujar Nitara memalingkan wajahmu


"Oh ya! Kau sendiri, bisa ngomong bahasa Desa ini, kenapa?! Kok bisa?! Kok kayak udah tau?!!" tanya Nitara


"Dari kamu" jawab Muliyan jujur


"Kamu kan ngomong terus sama Kepala Desa ini, nah aku perhatiin deh, eh ternyata gampang bahasa Desa ini" ujar Muliyan


Nitara kaget mendengar Muliyan menjawab dengan jujur. Coba saja Nitara tidak menanyakan hal itu, batin Nitara.


"Oh ya, kamu kok cari tau bahasa Desa ini, gak ngajak-ngajak kita?! Maksudnya gak ingetin, kalau Desa ini bakal ngomong pakai bahasa Desa ini, jadi kita harus cari tau dan pelajari bahasa Desa ini dulu?!" tanya Muliyan


"Jadi tuh ginii..."


■Flash Back Nitara》


(Hari sebelum berangkat ke Negara Sidik Jari)


Hari sudah malam, semua keluarga Nitara sudah tidur, bahkan satu Negara sudah tidur, namun Nitara belum juga tidur.


Ia sedang memikirkan tentang besok.


Namun, tiba-tiba ia teringat sesuatu.


"Oh iya! Desa di Negara Sidik Jari, pasti memiliki bahasa sendiri! Berarti, besok pasti mereka bicara pakai bahasa mereka sendiri! Oke kalau begitu, aku akan cari tau dan pelajarinya!" ujar Nitara mulai mencari tahu di Internet

__ADS_1


■》


"Dan malam itu pun aku pelajari, dan akhirnya aku lancar deh, kadang kagok" ujar Nitara


"Ohh jadi begitu" ujar Muliyan mengangguk-ngangguk


"Tapi kamu cari tau bahasa Desa setelah Okhire gak?!" tanya Muliyan


"Enggak" jawab Nitara


"Gimana mau nyari, aku aja gak tau, Desa abis Desa ini" ujar Nitara


"Ohh kalau begitu, setelah aku cari tau setelah Desa Okhire ini, kita sama-sama cari tau ya, bahasa Desa (setelah Desa Okhire) itu apa?!" usul Muliyan


"Oke!" setuju mereka bertiga


"Ohh iya Muliyan, ayoo kita makan, perut ku sudah demonstrasi" ujar Garinge memegangi perutnya


"Makan terooos pikirannya" ujar Aleme


"Emang kamu gak mau makan?! Emang kamu gak laper?!" tanya Garinge


"Yaa mau makan sih, yaa laper sihh" jujur Aleme


"Gak usah ngomong!" kesal Garinge melipat kedua tangan di depan dadanya


"Ehh iya, gimana kita jalan-jalan dulu, liat-liat gitu, siapa tau ada makanan yang ada juga di Negara kita, siapa tau menarik. Enak nih udaranya" ajak Muliyan


"Ehh ayuuu!" setuju Garinge dan Aleme


"Eh tapi ajarin bahasa Desa ini dulu laah, ke kita berdua" ujar Garinge


"Ohh ya" ujar Muliyan


"Okee, jadi gini bahasa Desa ini"


"Rumusnya tuh gampang banget!"


"Rumusnya tuh..." ujar Muliyan menggantungkan ucapannya sesaat


"Sebelum huruf hidup, diselipin huruf O" ujar Muliyan


Hening diantara Garinge dan Aleme, mereka sedang mencerna baik-baik ucapan Muliyan.


Dan sontak Garinge dan Aleme berkata:


"Ooooooooooooohhhhhhhhhhhhh" ujar Garinge dan Aleme


"Gampang kan?!" tanya Muliyan


"GAMPANG BANGET!!" ujar mereka berdua


"Jadi, kalian sekarang udah bisa ngomong pakai bahasa Desa ini?!" tanya Muliyan


"Eee, Bisa!" ujar mereka berdua sembari membayangkan mereka berbicara pakai bahasa Desa ini


"Bagus!"


"Ehh ayu, kita keluar sekarang?!" tanya Muliyan


"Ayo" setuju Garinge, Nitara dan Aleme


"EH TUNGGU!" ujar Nitara mencegah


"KAN KITA GAK MEGANG UANG?!"


"Gimana kita mau beli?!"


"OH IYA MULIYAN! JADI BAYAR KOSAN INI PAKE APAA, MULIYAN?!!!" tanya Nitara


■☆■Next Episode■☆■

__ADS_1


^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^


__ADS_2