Sidik Jari

Sidik Jari
Episode 2 ■Permintaan Tolong■


__ADS_3

■Permintaan Tolong■


"Yang Mulia!!" kaget sahabat Raja Negara Ratjir.


■☆■☆■☆■


"Oh iya, yuk kita latihan lagi" ajak Muliyan


"Ayuu" setuju Garinge dan Aleme


"Ayu" setuju Nitara


Muliyan, dengan sebilah Pedang Emas, dia bisa mengalahkan siapapun. Dan dengan Kekuatan Intinya, yaitu Teleportasi kemana saja, Muliyan dapat kalahkan siapapun dengan sekejap mata, apalagi ditambah Kekuatan Dasarnya yaitu Jenius dan Lincah.


Garinge, senjata jitu bagi Garinge adalah serangan Kacang. Dengan memakan kulit kacang, Tenaga Garinge meningkat! Begitupula serangan Kacangnya. Kacangnya dapat menjadi peluru biasa, ataupun menjadi bom per-kacang. Dan juga bisa menjadi bom besar, dari kacang-kacangnya yang telah bergabung.


Nitara, dengan tongkat sihirnya di tangan, Nitara dapat mengendalikan Angin untuk menyerang musuh. Angin bercampur racun mematikan, jika terkena kulit.


Aleme, karena kelincahannya yang sudah menyatu pada dirinya, dia sangat lihai memainkan Tongkat Besi yang Panas Membakar, untuk mengalahkan musuh dengan membakar pakai Tongkat Besinya.


"Dimana nih?" tanya Muliyan


"Eee, d~" ucapan Garinge dipotong dengan kehadiran seseorang


"Pangeran Muliyan" ucap seseorang di samping Muliyan, yang membuat mereka berempat menoleh ke sumber suara


"Eh, panglima?" kaget Muliyan


Seseorang itu tidak lain adalah Panglima perang atau yang kita kenal sebagai Sahabat Raja Negara Ratjir.


"Pangeran, yang mulia... Ayah mu" lanjut Sahabat Raja Negara Ratjir dengan tersenggal-senggal.


"Ada apa? Ada apa sama Ayah?" tanya Muliyan kaget menjadi panik


"Itu... Ayah mu...Ayah mu..." ujarnya terpenggal-penggal


"Ayah mu... Ayah mu... Itu..."


"Semua Jari Jemarinya putus dengan sendirinya!"


"HAH?!" teriak mereka semua kaget dan tidak percaya.


"AYAH!" teriak Muliyan melihat Ayahnya sedang duduk di pinggir kasur Emasnya. Dan terlihat kedua tangan Ayah di perban.


Sahabat-sahabat Muliyan berhenti berlari sesampai di depan pintu kamar.


Sahabat Raja Negara Ratjir terus berlari sampai berdiri di samping Muliyan


"Ayah!" panik Muliyan berdiri di depan sang Ayah, sampai melihat ke kedua tangan Ayah di perban, dan tidak ada tanda-tanda kehadiran Jari Jemarinya.


Saat Sahabat Raja Negara Ratjir menghampiri Muliyan yang sedang bersama Sahabat-sahabatnya, Tim Medis datang untuk mengobati tangan sang Raja. Karena Sahabat Raja Negara Ratjir memanggil Tim Medis tersebut.


"Nak..."


"Ayah kenapa??" tanya Muliyan panik


"Ada apa Yah??" tanya Muliyan panik


"Nak..."


"Eeee, Ayah boleh minta tolong?" tanyanya


"Ada apa Yah??"


"Minta tolong apa??"


"Eeee, tolong ambil kembali Jari Jemari Ayah, dari Negara Sidik Jari"


"Dan juga ambil kembali juga Jari Jemari Raja-raja dari Negara lain, yang ada juga di Negara sana"


"Padahal bisa pakai Jari Jemari robot, namun... Karena kedudukan Jari Jemari sangat atas, bahkan jauh di atas Emas, tolong ambil kembali" ujar Ayah


"Ayah juga gak mau Negara Sidik Jari terkenal sombong dan Pelit"


"Ha?" kaget Muliyan


"Eee, dimana Ayah, Jari Jemari Ayah?" tanya Muliyan


"Di... Wilayah Ujung di Negara Sidik Jari"


"Itu dimana Ayah?"


"Kamu harus cari tau dulu, Desa Okhire"


"Desa Okhire itu adalah satu-satunya Desa yang menuju Wilayah Ujung di Negara Sidik Jari. Tapi setelah Desa Okhire, kamu masih harus melewati Desa-desa untuk sampai Wilayah Ujung di Negara Sidik Jari." ucap Ayah

__ADS_1


"Berapa Desa yang harus kita lewati Ayah?"


"Eeee, Ayah kurang tau"


"Tapi semua Desa disana memiliki penduduk yang sedikit Ganas dan Kejam"


"Sebaiknya kamu harus berhati-hati" pesan Ayah


"Wilayah Ujung di Negara Sidik Jari itu berada dimana Ayah? Wilayah itu ada dalam Desa ya?"


"Bukan, Wilayah itu berada di Kota, dan Kota itu bernama Kota Ocyimonio" jawab Ayah


"Kota itu bukanlah Kota Mati atau Buangan, melainkan Kota tersebut dibangun jauh dari Pemukiman karena di dalam Kota itu, ada Wilayah yang untuk menyimpan Barang-barang berharga, ya seperti Jari Jemari Raja-raja"


"Dan kota itu berpenduduk Tentara-tentara yang Kasar dan Kejam"


"Baiklah Ayah, aku bersama sahabat-sahabat ku akan pergi kesana, pada besok hari" ujar Muliyan


"Oh iya Yah, ceritakan ke Muliyan, bagaimana bisa Jari Jemari Ayah putus dan Hilang ke Wilayah Ujung di Negara Sidik Jari?!"


"Eeee, jadi begini..."


"Ayah sedang menelfon Paman mu, bertujuan untuk meminta izin kalau Negara ini mau dijadikan seperti Negara Sidik Jari, yang mengedepankan Sidik Jari"


"Ternyata katanya..."


■Flash Back Raja Ratjir》


"Ha?!"


"Mau ngikutin?!"


"ENGGAK BOLEH!" teriakan itu bocor sampai sahabat Raja Negara Ratjir mendengarnya.


"ENAK AJA!"


"Emang Belum Sampai Berita Bahwa ada Sanksi yang Minta Izin untuk Itu?! Sanksinya adalah Jari Jemarinya akan ku Potong dan ku Simpan ke Wilayah Ujung Negara Sidik Jari, untuk mereka Jaga! Karena disana aman untuk menjaga Barang Berguna, Barang Istimewa. Dan Jari Jemari adalah Barang Istimewa, bahkan lebih Istimewa daripada Emas Sekalipun!"


■》


"Dan setelah itu, tiba-tiba Jari Jemari Ayah putus dengan sendirinya, dan tiba-tiba melayang ke arah Jendela dan hilang"


"Dan dari situ Ayah curiga, Jari Jemari Ayah ada di Wilayah itu"


"Ayah merasakan sakit, saat Jari Jemari Ayah putus dengan sendirinya?" tanya Muliyan


"Iya!"


"Itu sangat Sakit!"


"Muliyan, ceritakan pada kami, Ayah mu bicara apa saja tadi???" tanya Garinge


Dari tadi, sahabat-sahabat Muliyan berdiri di depan Kamar sang Raja.


Dan sekarang, mereka sedang di tempat tadi.


"Memang benar, jari jemari Ayah mu putus sendiri?" tanya Nitara


"Terdengar Fantasy"


"Iya, Jari Jemari Ayah ku putus sendiri" jawab Muliyan


"Jadi begini..."


■Flash Back Muliyan》


"Oh iya Yah, ceritakan ke Muliyan, bagaimana bisa Jari Jemari Ayah putus dan Hilang ke Wilayah Ujung di Negara Sidik Jari?!"


"Eeee, jadi begini..."


"Ayah sedang menelfon Paman mu, bertujuan untuk meminta izin kalau Negara ini mau dijadikan seperti Negara Sidik Jari, yang mengedepankan Sidik Jari"


"Ternyata katanya..."


■Flash Back Raja Ratjir》


"Ha?!"


"Mau ngikutin?!"


"ENGGAK BOLEH!" teriakan itu bocor sampai sahabat Raja Negara Ratjir mendengarnya.


"ENAK AJA!"


"Emang Belum Sampai Berita Bahwa ada Sanksi yang Minta Izin untuk Itu?! Sanksinya adalah Jari Jemarinya akan ku Potong dan ku Simpan ke Wilayah Ujung Negara Sidik Jari, untuk mereka Jaga! Karena disana aman untuk menjaga Barang Berguna, Barang Istimewa. Dan Jari Jemari adalah Barang Istimewa, bahkan lebih Istimewa daripada Emas Sekalipun!"

__ADS_1


■》


"Dan setelah itu, tiba-tiba Jari Jemari Ayah putus dengan sendirinya, dan tiba-tiba melayang ke arah Jendela dan hilang"


"Dan dari situ Ayah curiga, Jari Jemari Ayah ada di Wilayah itu"


"Ayah merasakan sakit, saat Jari Jemari Ayah putus dengan sendirinya?" tanya Muliyan


"Iya!"


"Itu sangat Sakit!"


■》


"Aw, ngiluu" keluh Garinge dan Aleme


"Merinding lah aku mendengarnya, sampai bulu kuduk ku menaik" ujar Aleme


"Memang sebelumnya kau menanya apa? Habisnya kau nanya kenapa bisa begitu ke Ayah mu, di awali kata 'Oh iya'??" tanya Nitara


"Bukan nanya, Ayah ku meminta tolong pada ku" jawab Muliyan


"Minta tolong apa???" tanya Garinge, Nitara dan Aleme


"Minta tolong ini..."


■Flash Back Muliyan》


"Nak..."


"Eeee, Ayah boleh minta tolong?" tanyanya


"Ada apa Yah??"


"Minta tolong apa??"


"Eeee, tolong ambil kembali Jari Jemari Ayah, dari Negara Sidik Jari"


"Dan juga ambil kembali juga Jari Jemari Raja-raja dari Negara lain, yang ada juga di Negara sana"


"Padahal bisa pakai Jari Jemari robot, namun... Karena kedudukan Jari Jemari sangat atas, bahkan jauh di atas Emas, tolong ambil kembali" ujar Ayah


"Ayah juga gak mau Negara Sidik Jari terkenal sombong dan Pelit"


"Ha?" kaget Muliyan


"Eee, dimana Ayah, Jari Jemari Ayah?" tanya Muliyan


"Di... Wilayah Ujung di Negara Sidik Jari"


"Itu dimana Ayah?"


"Kamu harus cari tau dulu, Desa Okhire"


"Desa Okhire itu adalah satu-satunya Desa yang menuju Wilayah Ujung di Negara Sidik Jari. Tapi setelah Desa Okhire, kamu masih harus melewati Desa-desa untuk sampai Wilayah Ujung di Negara Sidik Jari." ucap Ayah


"Berapa Desa yang harus kita lewati Ayah?"


"Eeee, Ayah kurang tau"


"Tapi semua Desa disana memiliki penduduk yang sedikit Ganas dan Kejam"


"Sebaiknya kamu harus berhati-hati" pesan Ayah


"Wilayah Ujung di Negara Sidik Jari itu berada dimana Ayah? Wilayah itu ada dalam Desa ya?"


"Bukan, Wilayah itu berada di Kota, dan Kota itu bernama Kota Ocyimonio" jawab Ayah


"Kota itu bukanlah Kota Mati atau Buangan, melainkan Kota tersebut dibangun jauh dari Pemukiman karena di dalam Kota itu, ada Wilayah yang untuk menyimpan Barang-barang berharga, ya seperti Jari Jemari Raja-raja"


"Dan kota itu berpenduduk Tentara-tentara yang Kasar dan Kejam"


"Baiklah Ayah, aku bersama sahabat-sahabat ku akan pergi kesana, pada besok hari" ujar Muliyan


■》


"Apa kalian mau membantu ku?" tanya Muliyan


"Tentu!" ujar Garinge menggebu-gebu


"Pasti!" ujar Aleme


"Masa tidak?!" ucap Nitara


"Kaliaan..." Muliyan terharu

__ADS_1


■☆■Next Episode■☆■


^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^


__ADS_2