Sidik Jari

Sidik Jari
Episode 32 ■Selesai dan Istirahat■


__ADS_3

■Selesai Dan Istirahat■


"Ah!" kaget Nitara berteriak


"Nitara!" kaget mereka semua, dan Aleme pun langsung membantu Nitara tuk bangkit


"TANGKAP DIAAA!!!" teriak Nitara yang melihat Pemuda itu berlari menjauh


"SIAAPP!!!" teriak Aleme membakar semangatnya, dan dapat berlari sekencang-kencangnya.


Aleme pun berlari, sambil menghadapkan Tongkat Besinya serong samping bawah.


Aleme berlari seperti Kereta!


Yang tadinya sangat Mustahil tuk dikejar, sudah menjadi sangat Mustahil tuk tak dikejar!


Aleme sudah berada dibelakang Pemuda itu persis.


Jujur saja, saat Pemuda itu ingin mengintip kebelakang, terus terang ia sangat terkejut dengan kehadiran Aleme yang sudah dibelakang dirinya persis.


Dan saat itu juga, Aleme menghalangi lari Pemuda itu dengan Tongkat Besinya, di bagian Perut Pemuda itu.


Alhasil Perut Pemuda itu menabrak Tongkat Besi Aleme, yang saat itu tidak dinyalakan Panas Membakarnya, dan Pemuda itu terpental kebelakang, sambil merintis kesakitan, sambil memegang Perutnya.


"Rasain kamu!" ledek Aleme berhenti berlari, dan berdiri menghadap Pemuda itu


Tentu Pemuda itu tak mengerti, apa yang dibicarakan Aleme.


Tanpa membuang-buang waktu, Nitara pun dituntun oleh Muliyan, tuk mendekat ke Pemuda itu, dan diikuti Garinge.


Mereka bertiga pun sudah berdiri menghadap Pemuda itu.


Saat baru sampai, Nitara menendang Punggung Pemuda itu. Lalu ia pun langsung menarik paksa Jari Telunjuk Pemuda itu, lalu ia pun tempelkan ke Sensor yang ada di Kertas itu.


Benar! Kertas tersebut berubah warna menjadi Merah!!


Betapa senangnya mereka, bisa menyelesaikan Tantangan dari Kepala Desa, dengan cukup mudah.


Tak membuang waktu, Nitara pun langsung menekan-nekan Sensor itu.


Dan tak butuh waktu lama mereka menunggu Kepala Desa datang!


Kepala Desa datang bersama pengawal-pengawalnya


"Kuamui suduah muenguangkuapnyua" ["Kami sudah menangkapnya"] ujar Nitara


"Buagus, buagus" ["Bagus, bagus"] kagum Kepala Desa


"Kuerjua Yuang Buagus!" ["Kerja Yang Bagus!"]

__ADS_1


Kepala Desa pun menyuruh Pengawal-pengawalmya tuk menangkap Pemuda itu, dan masukkan ke Penjara di Istana Negara Sidik Jari.


"Tueruimua Kuasuih Buanyuak, kuepuadua Kualuiuan Bueruempuat" ["Terima Kasih Banyak, kepada Kalian Berempat"] ujar Kepala Desa


"Suesuaui Juanjui, kualuian suayua Uizuinkuan Tuk Mueluewuatui Duesua Suayua Uinui" ["Sesuai Janji, kalian saya Izinkan Tuk Melewati Desa Saya ini"]


"Tueruimua Kuasuih Buanyuak, Puek!" ["Terima Kasih Banyak, Pak!"] ujar Muliyan dan Nitara


"Yua" ["Ya"]


Mereka berempat pun berjalan keluar Gang, dengan rasa bahagia. Dan tentu Benda Berbentuk Lingkaran Kecil itu pun dapat mereka copot, dan mereka balikkan.


"Huih, akhirnya selesai juga, Tantangannya" ucap Aleme bahagia


"Yeay!"


"Sekarang, kita cari tempat Istirahat dulu yu, Muliyan!" mohon Garinge


"Atau enggak kita munculin Tenda, untuk kita beristirahat" lanjut Garinge


"Jujur saja, capek sekali Kaki ku iniii" ujar Garinge


"Dan tidak terkecuali Perut ku ini, hehee"


"Pasti Inti dari omongan Garinge itu Makan!" kesal Nitara


"Yaudah, ayuu Muliyan" mohon Garinge


"Ayu" ucap Muliyan


"Yeeyy" senang Garinge


"Dimana nih?!" tanya Muliyan


"Di komplek saja?!" usul Garinge


"Yaudah" setuju Muliyan


"Yaudah" setuju Nitara dan Aleme


"Tapi Tenda kita dihilangi kayak tadi ya Muliyan" ujar Garinge


"Ya" jawab Muliyan


"Wuoke, ayoo kita cari tempat untuk Tenda" ujar Garinge


Mereka pun berjalan keluar Gang, dan mereka pun berjalan mencari Komplek.


■☆■☆■☆■

__ADS_1


Setelah menempuh berapa kilometer, akhirnya mereka menemukan Komplek.


Mereka pun memasuki Komplek itu, tanpa ketahuan Satpam yang ada disana.


Mereka pun mencari Tempat, untuk Muliyan pasang Tenda.


Dan akhirnya mereka menemukannya.


■☆■☆■☆■


Pasang Tenda selesai.


Mereka sedang kumpul ditengah ruangan, seperti tadi saat masih di Desa Ehokija.


"Muliyan, kita istirahat dulu kan, di kamar masing-masing?!" tanya Garinge


"Habisnya aku capek sekali" jujur Garinge


"Iya" jawab Muliyan


"Yeyy"


"Ohh iya Muliyan, sebelum tidur, alangkah baiknya kita isi dulu perut kita, dengan energi" ujar Garinge yang langsung disoraki Nitara dan Aleme


"Huuuuuuuu"


Garinge pun jadi diserang Cercaan Nitara dan Aleme.


"Sudah-sudah" lerai Muliyan


"Ayo, kita pesan makanan yang pokok yah, jangan nyemil lagi" ujar Muliyan


"Siap"


Mereka pun memesan makanan yang pokok, seperti yang dikatakan Muliyan, sambil diiringi obrolan ringan.


Setelah habis, mereka menurunkan makanannya terlebih dahulu, baru pergi tidur.


■☆■☆■☆■


Di kamar Garinge...


Garinge saat menaiki Tempat Tidur, ia merasa ingin Segarkan Tubuh dulu, baru pergi tidur.


Alhasil Garinge mandi terlebih dahulu, lalu ia pun tidur.


■☆■☆■☆■


^Like-nya, Fav-nya, Vote-nya, Gift-nya, Rate-nya, Ask-nya, Follow me-nya, Don't Forget :*)^

__ADS_1


__ADS_2