
"Oraaaaaa!"
Tiba-tiba suara keras dari langit terdengar membuat orang-orang dibawah sana langsung menoleh ke atas. Saat melihat bocah tengah membawa palu besar, mata mereka hampir lepas tercengang.
"Bocah sialan apa kau ingin membunuh kami semua! Cepat menyingkir dari tempat ini, bocah gila sedang tidak waras lagi."
"Nani!"
Mereka terburu-buru meninggalkan tempat tersebut, dan tiba-tiba palu surga menghantam tanah dengan keras mengangkat tanah-tanah ke langit.
[Ding!]
[Selamat tuan, karena berhasil membunuh 26 Cacing pita, Penyempurnaan Qi (3). Memperoleh; 7.800.000 Exp + 7.800.000 Poin Sistem.]
"Are? Bukankah mengalahkan gorila, kenapa aku membunuh cacing pita? Cukup aneh, sudahlah aku mendapatkan banyak Poin Sistem disini, hahahaha." Tawa Qin Chen membuat mereka semua marah, marah karena Qin Chen mengundang monster-monster disekitarnya mendekat saat mendengar ledakan tersebut.
"Bocah! Apa yang kau lakukan sekarang? Kenapa kau malah memangil gerombolan monster untuk datang kesini, apa kau gila ingin mati!"
"Benar-benar, aku gila! Aku ingin monster yang banyak!" Balas Qin Chen dengan keras memukul-mukul tanah memancing monster-monster di sekitarnya.
"Lari ... Selamatkan diri kalian masingmasing! Aku tidak peduli harta, aku ingin hidup dengan waifuku di rumah!" Teriak pria tua yang berusia 70 tahun dengan tubuh masih sehat seperti usia 30 tahun.
"Kurang ajar, bukan kau saja! Aku ingin hidup dengan gadis cantik berdada besar, setidaknya bisa tenggelam di antaranya sangat hebat." Kata pria tua satunya saling adu mulut saat berlari.
Orang-orang disampingnya mendengar dengan wajah masam, tidak tahu apa yang terjadi di dunia ini. Kenapa dua orang tua ini terlihat mengelikan dibandingkan cacing tanah yang kecil, dibalik mereka Qin Chen ikut berlarian sambil mengobrol.
"Hei! Pria itu mencuri core kalian, cepat hajar dia karena dia pencuri core kita sebelumnya! Diam-diam kabur tanpa dosa, sialan!" Kata Qin Chen menunjuk pria yang tidak tahu apa-apa, ia memiliki penampilan botak dengan pakaian kuning bersepatu merah dan sarung tangan merah.
"Apa! Sialan, kau pencuri tangkap dia dan gantung! Berikan dia kepada monster-monster yang mengamuk di belakang kita!" Katanya sambil melompat menangkap si pencuri palsu yang Qin Chen katakan.
Pertengkaran mereka membulat-bulat saling memukul dan menerima benjolan di kepala mereka. Qin Chen diam-diam mengambil core monster yang jatuh-jatuh dari saku mereka secara diam-diam.
"Hehehe, rezeki nomplok, orang baik selalu menang dibandingkan orang licik." Kata Qin Chen sambil tertawa kecil.
Saat salah satu dari mereka melihat Qin Chen, ia langsung berteriak. "Sialan! Kita telah ditipu olehnya, dialah pencuri yang sebenarnya! Tangkap dia dan karungi! Jual dia ke om-om semok!"
__ADS_1
"Tangkap!"
"Eh? Sialan .... Lari ... Ada orang bodoh mengejar orang gila!" Teriak Qin Chen yang mulai berlari setelah mengambil satu core monster yang tersisa di tanah.
Botak sebelumnya mengejar karena menjadi kambing hitam Qin Chen, mereka mengejar ke arah gunung batu yang berada di puncak daratan tinggi didepan mata.
***
Gunung batu
Qin Chen terengah-engah mengambil nafas begitu berat, orang-orang sebelumnya tergelatak dengan nafas berat tidak sanggup mengejar Qin Chen kembali. Nafas mereka begitu berat sampai-sampai tidak dapat merasakan panas.
"Huft! Huft! Sialan, bocah kemana kau akan pergi sekarang! Sekarang kau tidak akan dapat pergi lagi, kami akan mengikatmu dan menjual pada om-om semok! Lihat saja!"
"Sialan! Kau kira aku apa? Jangan panggil aku bocah paman, namaku Qin Chen. Panggil aku Qin Chen."
"Masa bodoh! Kau akan kami jual!"
"Baiklah, kalian memintanya sendiri!" Qin Chen mengeluarkan peledak yang cukup besar di tangannya, ini membuat orang-orang itu membuka matanya.
Mata mereka hampir lepas dengan rahang bawah hampir tidak dapat disangkal lagi. Ledakan besar itu sudah cukup memancing monster-monster di hutan ini ketempat mereka sekarang.
"Bocah gila! Apa yang kau lakukan sebelumnya!"
"Memanggil monster? Apa yang salah? Bukankah lebih seru kalau ada monster, kalian bisa berolahraga dengan meraton sepanjang puluhan kilometer. Menguatkan tulang kaki, dan jatung baja." Balas Qin Chen dengan polos tanpa sentuhan apapun.
Hanya dapat menelan ludah menghadapi bocah gila yang polos didepannya. Begitu datar sampai-sampai air liur mereka kering merasakan hawa membunuh di punggung mulai memberat.
"Wow, magic!" Kata Qin Chen membulatkan bibirnya mengatakan dengan mudahnya saat segerombolan monster sudah ada di belakang mereka siap menerkam hidup-hidup. "Kalian semua, semoga dewa memberkati kalian, aku akan mendoakan kalian di kuburan kalian dengan membakar dupa setiap harinya. Selamat tinggal rekan-rekanku yang berjasa."
Air mata palsu keluar seolah tengah bersedih membuat semua orang geram dengan wajah yang buruk. Menghadapi Qin Chen lebih menyebalkan dibandingkan menghadapi monster yang nyata.
Qin Chen lari duluan meninggalkan mereka, dan tiba-tiba kembali mengambil cincin ruang mereka satu-persatu. Bahkan mereka tidak dapat merespon saat Qin Chen memintanya secara langsung.
"Ah, saudara-saudaraku, terimakasih banyak." Kata Qin Chen yang kembali berlari menjauh dari mereka.
__ADS_1
Sesaat setelah itu, mereka sadar. "Sialan! Bocah itu menggunakan trik licik!"
"Diam goblok! Apa kau tidak lihat siapa dibelakang kita sekarang! Apa kau ingin mati, sekarang bagaimana caranya menghadapi mereka!"
"Senjataku ada di cincin ruang, pil penyembuhan ada di cincin ruang. Sialan, kenapa aku harus bertemu perampok di hari pertama!"
Sementara itu, Qin Chen tengah duduk di atas batu mengamati mereka sambil menghitung keuntungan hari ini begitu banyak. Bahkan lebih banyak dibandingkan sebelumnya, ini merupakan perampokan yang menarik.
"Wow, mereka memiliki pil penyembuhan yang bagus, aku akan simpan ini saat situasi mendesak nanti. Selanjutnya pedang ini tidak menarik, aku tidak suka pedang. Lalu ini ... Wow!" Qin Chen menemukan sarung tangan berwarna merah cerah seperti ia pernah melihatnya sebelumnya.
"Ha! Ini milik si botak sebelumnya, ini bagus menghindari luka tangan saat memegang benda tajam."
Ia memakainya dan berdiri dengan bangga, karena tangannya sekuat tekadnya. "Yosh! Satu pukulanku dapat menghancurkan gunung!" Qin Chen melompat ke langit sambil mengayunkan pukulannya.
"Tinju Penghancur Air!" Katanya dengan keras di langit.
Segerombolan gorila dibelakang melihat serangan Qin Chen begitu besar, bayangan pukulannya seperti air yang transparan begitu kuat dengan tekanan yang menekan mereka.
Bagh! Bugh! Bagh!
Tangannya memukul dadanya sendiri dengan memamerkan kekuatan fisik yang tiada duanya. Qin Chen tersenyum dan mendorongnya dengan kerasa bersamaan gerombolan monster itu menyerang.
Duar!
Boom! Boom! Boom!
Sebagian besar daratan dibelakangnya hancur berlubang, dan beberapa gorila mati di dalam serangan tersebut.
[Ding!]
[Selamat tuan, karena berhasil membunuh 346 gorila gila, Penyempurnaan Qi (7). Memperoleh; 207.600.000 Exp + 207.600.000 Poin Sistem.]
"Bukankah ini, jackpot!"
...
__ADS_1
*Bersambung ...