
Paviliun Nianqing Zuzi
Qin Chen berada disana setelah ia lolos dari wanita-wanita cantik berdada besar di dalam ruangannya. Saat ia keluar, ia terengah-engah tidak sanggup menghadapi banyak wanita cantik yang menggodanya.
Boing! Boing!
Pada saat itu, ia menabrak sesuatu yang kenyal dan sangat besar di hadapannya. Menyentuhnya dan mencoba merasakan, apa yang sebenarnya ia tabrakan sekarang ini.
"Ah~ Little Chen ... "
'Eh? Suara sebelumnya, coba aku periksa lagi.'
Ia menyentuhnya lagi dan suara itu terdengar kembali menyadari Qin Chen yang terperangkap di antara dua gunung surgawi besar milik Pemilik Paviliun Nianqing Zuzi, Yuanqi.
"No- Nona Yuanqi!"
Yuanqi sedikit memalingkan wajahnya dengan malu, wajahnya memerah dengan nafas terengah-engah melihat Qin Chen. "Little Chen benar-benar membuatku hampir gila."
"Ughh!" Qin Chen menyentuh dadanya karena merasakan sakit hati untuk pertama kalinya, ia tidak percaya bahwa ada orang seperti Yuanqi di dunia ini. "No- Nona, ini ... Ini salah paham, aku tidak sengaja menabrakmu."
"Tidak apa-apa. Jika Little Chen menyukainya, little Chen bisa menemui gadis kecil ini sesuka hati." Katanya sedikit malu membuat wajah Qin Chen memerah. Yuanqi lalu berbicara kembali. "Little Chen, orang-orang yang little Chen minta telah di siapkan."
Plak! Plak! Plak!
Ia menepuk tangannya beberapa kali, dan tiba-tiba dari belakang muncul wanita-wanita cantik berjumlah 8 orang. Mereka berdiri dibelakang dengan pakaian yang berbeda-beda, mereka terlihat cantik.
"Ini adalah Pelayan yang Little Chen minta, Yuanqi sudah menyiapkannya sesuai dengan keinginan Little Chen."
"Ah! Terimakasih Nona Yuanqi, ini lebih dari cukup. Aku membutuhkan mereka untuk membantu mengurus bagian makanan, karena tanpa mereka kami akan mati kelaparan di laut lepas ini."
"Fufu~ Little Chen benar-benar pandai mengelaknya, tapi gadis kecil ini menyukainya." Ia mendekati Qin Chen dan menyentuh saudara kecil Qin Chen yang meronta-ronta di dalam sangkarnya.
Saat kepalanya berada disampingnya, ia membisikkan sesuatu. "Kapan-kapan datanglah lewat belakang, gadis kecil ini akan melayani Little Chen dengan baik."
Glup! Glup! Glup!
Tidak bergerak, bahkan suaranya tidak terdengar, ia menelan ludahnya berkali-kali menahan diri dari godaan wanita super sexy di hadapannya. Jika ia menolaknya, ia seperti pria munafik, kalau ia menerimanya, ia seperti seorang pria malang yang kesepian, semuanya serba salah.
"Nona Yuanqi, yakinlah. Aku akan datang saat waktunya, pada saat itu, aku tidak akan membiarkanmu lepas dari domain milikku sampai pagi maupun esok harinya."
"Fufu~ Sangat berani."
__ADS_1
Ia melepaskan Qin Chen dan saudara kecilnya kembali mereda setelah hampir lepas kendali. Qin Chen mengambil nafas kecil, ia melihat wanita-wanita disana sudah cukup untuk masak di kapalnya.
"Nona Yuanqi, sekali lagi terimakasih karena telah memilihkan beberapa pelayan untuk saya. Pertemuan selanjutnya, saya akan membalas kebaikan ini."
"Tentu Little Chen."
"Kalau begitu, saya permisi."
Yuanqi memberikan lambaian tangan kecil, ia melihat kepergian Qin Chen membawa delapan pelayan wanita yang pandai memasak dan melayani laki-laki.
"Anak-anak, kita kembali!" Kata Qin Chen didalam ruangan itu.
"Baik kapten!"
"Sampai nanti, kakak cantik!"
"Nanti kita bertemu lagi, hehehe ... "
"Muwahh! Byae~ byae~ cantik, kalian semua juga!"
Mini Qin Chen seperti bersenang-senang didalam ruangan itu menyantap makanan dan dilayani wanita-wanita cantik di sampingnya membuat mereka menggila dan bersemangat untuk bekerja.
***
Setelah menyewa banyak ruangan, mereka kembali kedalam ruangan masing-masing, karena hari telah malam. Didalam ruangan Qin Chen, kedelapan wanita sebelumnya diminta untuk masuk kedalam ruangan karena Qin Chen ingin berbicara.
Clekk!
"Permisi Tuan Chen."
"Masuklah." Balas Qin Chen.
Mereka masuk dan berdiri didepan Qin Chen yang tengah duduk ditempat tidurnya. "Baiklah, karena kalian sudah berkumpul di sini, aku akan menjelaskan tugas-tugas kalian saat dikapal nantinya."
"Baik."
"Pertama, kalian hanya menyiapkan makanan pagi, siang, dan malam. Kebutuhan kalian dan tempat tinggal kalian sudah disiapkan, tentunya dengan standard kenyamanan. Untuk pelayanan atau lain sebagainya, kalian tidak perlu melakukannya karena itu benar-benar merepotkan."
"Kedua, kita akan berpetualang menelusuri lautan yang luas ini, hidup dan mati kalian berada ditanganku. Salah satu dari kalian mati, itu adalah tanggung jawabku. Jadi, selama berada di kapalku, kalian dapat menikmati kehidupan sambil bekerja."
"Ketiga, selama petualangan, kalian tidak diizinkan untuk masuk kedalam ruanganku tanpa aku yang memberikan izin. Karena ruanganku bersifat pribadi, apa kalian mengerti."
__ADS_1
"Kami mengerti tuan Chen."
"Baguslah, mungkin itu saja yang aku katakan pada kalian. Kalian dapat kembali keruangan masing-masing, karena besok kita akan kembali kekapal setelah bahan makanan selesai diangkut."
"Apa tuan Chen tidak membutuhkan pelayanan malam ini?"
"Tidak, kalian dapat kembali. Aku ingin tidur segara."
Mereka mengangguk tidak berbicara dan keluar dari ruangan Qin Chen, Qin Chen langsung terbaring di atas tempat tidurnya sambil memandangi langit-langit ruangan penginapan sekarang ini.
"Aku harap kau masih hidup disana, pada saat aku kembali, aku akan membalaskan dendam atas kematianku. Sekaligus, mengucapkan terimakasih padamu karenamu, aku mendapatkan kehidupan yang aku inginkan selama ini."
Ia menutup matanya dengan lengannya dan perlahan menutup. "Selamat malam, ... Yuxian." Katanya, lalu ia tertidur pulas didalam ruangan tersebut.
***
Paginya, ditempat pelabuhan kapal berada sekarang ini ada banyak orang-orang yang bekerja mengangkut banyak barang makanan untuk stok berbulan-bulan di lautan. Sama halnya ditempat Qin Chen, barang-barang masuk dengan dikomandani oleh komandan mini Qin Chen.
"Kapten!"
Ia melangkah mendekati Qin Chen yang kembali membawa beberapa wanita sebagai pelayan di dapur. "Lapor kapten, bahan-bahan mentah telah dimuat dan bahan-bahan lain seperti anggur, bubuk mesiu akan di angkut sore ini, kemungkinan kita bisa berlayar kembali paginya."
"Begitu rupanya, ternyata masih banyak barang yang belum di angkut. Baiklah, untuk sekarang aku memperkenalkan beberapa wanita yang akan bekerja di bagian dapur kapal, bawa mereka ke ruangan mereka masing-masing dan jelaskan apa saja yang harus dilakukan.".
"Baik kapten!"
Qin Chen melirik kebelakang. "Pergilah, dia adalah komandan pasukan di kapalku. Jangan memandangnya dengan sebelah mata, meski tubuhnya kecil dia adalah prajurit terkuat yang aku miliki."
"Ti- tidak tuan, kami hanya tertegun melihat semua ini, semuanya seperti mimpi."
"Mimpi?"
"Benar tuan, dapat pergi dari Paviliun adalah mimpi bagi kami untuk melihat dunia luar, Paviliun sangat baik, namun peraturan disana sangat sulit sehingga membuat kami tidak dapat melihat dunia luar, ini adalah pertama kalinya kami akan pergi ke dunia luar sehingga membuat kami sedikit gugup."
Qin Chen mengerutkan keningnya, "Begitu rupanya, kalian dapat menikmati dunia luar setelah semuanya selalu. Sekarang ikuti komandan dan mulai membiasakan diri dengan bawahanku."
"Baik."
Mereka pergi mengikuti komandan ke kapal untuk membiasakan diri dengan tempat-tempat disana. Karena kapal Qin Chen begitu luas meski terlihat kecil di depannya, namun kenyataannya didalam begitu luas.
...
__ADS_1
*Bersambung ...