Sistem Penguasa Abadi

Sistem Penguasa Abadi
Chapter 54 : Melawan 3 Raja Laut


__ADS_3

"Kalian, persiapkan kekuatan kalian! Kita akan membantu suadara Chen menghadapi musuh-musuh kita! Kita tidak bisa berdiam diri melihat saudara kita bertarung untuk kita sendirian di medan perang!"


"Baik kapten!"


Qin Chen mendorong serangan itu hingga meledak disatu tempat, orang-orang itu tergelatak tak dan mati. Qin Chen yang sekarang melihat dengan tatapan mata yang serius, bahkan seperti menantang ketiga Raja Laut.


"Tiga Raja Laut dari tiga mata angin, ayolah, aku sedang melatih kemampuan berpedangku sekarang ini. Jika kalian tidak melawan, aku tidak akan bisa menjadi pendekar pedang yang hebat nantinya."


"Bocah sialan! Siapa kau sebenarnya! Kenapa kau membantai orang-orangku, aku tidak masalah apapun padamu!"


"Memang tidak, aku membantu saudaraku, karena itu aku melawan kalian. Jadi, jangan banyak bicara, karena aku masih harus mencari kapalku yang hilang."


"Keparat!"


Tiga Raja Laut dibuat kesal oleh Qin Chen, orang-orang menggigil karena hawa membunuh tiga orang itu sangat kuat. Sedangkan Qin Chen yang tidak merasakan apapun, ia hanya sedikit memiringkan kepalanya dengan bingung.


"Seni Bumi! Ruangan Naga!"


"Seni Langit, bola api!"


"Seni Bumi, getaran Ilahi!"


Tiga orang berteriak keras membuat serangan-serangan mereka berkumpul di atas sana, secara langsung menyerang Qin Chen tanpa memikirkan apapun, tidak peduli seberapa besar dampak yang akan ditimbulkannya.


Peng Chao berteriak. "Gunakan pertahanan!"


"Pertahanan langit, sembilan lapisan abadi!"


Suara dengungan membentuk lingkaran penuh mengelilingi mereka, pertahanan itu memiliki sembilan lapisan dimana satu-persatu lapisan mulai hancur menahan serangan mereka bertiga.


"Saudara Chen, pergilah! Serangan ini tidak mungkin bisa kami tahan lama, setidaknya suadara Chen bisa pergi dari sini hidup-hidup, cepat!"


"Suadaraku, aku tidak apa-apa. Aku bisa mengatasi ini sendirian, karena itu aku minta saudaraku mengurus cecunguk -cecunguk itu, dan biarkan aku menghadapi tiga Raja Laut lainnya."


"Tapi!"


"Ini balasan dariku."


Qin Chen melangkah keluar dari pertahanan itu, ia mengeluarkan palu miliknya yang besar dimana ia mulai mengayunkan palu tersebut ke langit.

__ADS_1


"Seni Surga, Palu Penghancur Gunung!"


Dengan kecepatan dan kekuatan yang ia miliki, sebuah hempasan besar menerbangkan orang-orang disekitarnya. Serangan Qin Chen yang dahsyat menghantam serangan mereka dan meledak di langit menyebabkan ruang hancur dan robekan langit cukup besar.


Mata ketiga raja laut terbuka lebar, dan orang-orang terbatuk-batuk darah merasakan serangan kejutan. "Sial! Apa-apaan itu tadi, kekuatan itu seperti meruntuhkan fondasi dan menghancurkan tulang-tulangku!"


"Tidak hanya kau saja, aku hampir mati oleh serangan itu. Tiga tulang rusukku patah, dan empat tulang belakang menembus organ dalamku."


"Huh! Dramatis sekali, bukankah sekarang kau sudah mati? Kenapa masih hidup?"


"Benar juga, aku sudah mati, buarrrrr!"


Darahnya muncrat keluar dari mulutnya dan tiba-tiba tergeletak dan mati. Orang itu melihat secara langsung, dan matanya tidak berkedip sama sekali, Qin Chen tersenyum tipis dengan notifikasi sistem terus berbunyi.


"Ah! Lumayan, dapat setengah Exp dari ful Exp! Jika di cicil sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit!"


Tiba-tiba, serangan lainnya melesat ke arah Qin Chen dengan kecepatan luar biasa, itu membuat ia harus menghindarinya dan melihat sebuah jangkar besar dengan rantai di sisinya untuk menariknya kembali.


"Sial! Aku hampir di hook oleh Raja Laut!"


Ia mengertak kesal, lalu melesat kedepan dengan tangan kosong menyerang Raja Laut sebelumnya.


Bang!


Terhempas dan menghantam bebatuan, dua lainnya menggerakkan matanya secepat kilat karena Qin Chen secara tiba-tiba muncul disampingnya, dengan langkah surga pembunuh dewa membuatnya bergerak lebih cepat dibandingkan suara.


"Hohalo!"


Bang!


Satu persatu Qin Chen berikan salam hangat, mereka terhempas kebelakang membuat anak buahnya tidak berkutik. Orang-orang dari kelompok Peng Chao bergerak menangkap mereka satu-persatu, Qin Chen menarik salah satu dari Raja Laut dan menghajarnya dengan tangannya sendiri hingga bonyok.


Bagh! Bugh! Bagh! Bugh!


Melihat Qin Chen seperti ini, mereka ketakutan dan kabur menghindari kelompok Peng Chao dan meninggalkan Raja mereka disana dengan kondisi tidak baik. "Cepat serahkan harta kalian, jika tidak aku akan menghajar kalian sampai tidak diketahui lagi!"


Bahkan untuk bicara saja sudah tidak bisa, Qin Chen benar-benar menghajarnya habis-habisan. Qin Chen melempar mereka ke tanah dan ia kesal. "Tch! Dimana kapal mereka, aku ingin merampoknya hingga tidak ada sedikitpun sisanya."


"Saudaraku, biarkan hal ini anak buahku yang mengurusnya. Saudara bisa menunggu disini dan membiarkan mereka yang mengambilkannya untuk saudara."

__ADS_1


"Apa kau yakin? Harta mereka bertiga cukup banyak, kita dapat membagi dua."


"Tidak-tidak, saudara telah menyelamatkan saya dan reputasi saya semakin tinggi berkat suadara, bagaimana bisa saya mengambil hak milik saudara."


"Baik-baik, ngomong-ngomong tentang harta yang kalian bicarakan, apa kau perlu bantuan dariku? Aku tidak akan ikut bagian, karena aku sudah mendapatkan harta yang bagus dibandingkan harta lainnya."


"Kalua begitu, maaf merepotkan saudara karena harta ini di jaga oleh monster kuno ranah abadi. Kemungkinan besar akan sulit, karena itu kami membutuhkan bantuan saudara, saya janji untuk membayarnya."


"Baiklah, itu lebih baik seperti menyewa pelindung. Ngomong-ngomong tentang ini, saudara apa kau tahu kapal kecil kesayanganku? Aku kehilangan mereka karena getaran sebelumnya, karena aku membuat keributan di daratan bawah."


"Huh! Apa tadi adalah pertarungan saudara dengan monster saint?"


"Benar, aku membuat banyak keributan dibawah sampai-sampai kehilangan kapalku. Apa saudara melihatnya, setidaknya sedikit saja agar aku bisa kembali kesana."


"Maafkan saudara, aku tidak melihatnya sama sekali, karena saat getaran itu terjadi, aku telah berada di pulau terapung ini dan berkumpul cukup lama disini."


"Begitu rupanya."


Qin Chen diam karena sistem masih dalam mode tsundere dimana ia tidak bisa berbicara dengan sistem apa lagi minta bantuan dengannya. Sistemnya benar-benar unik, sampai-sampai Tuan-nya sendiri di diamin sampai sekarang.


Setelah semuanya selesai, mereka berdua berdiri di puncak gunung melihat kebawah ada harta yang melayang di tengah-tengah lava dan di sekitarnya adalah naga merah tengah mengelilinginya.


Naga itu begitu besar dengan kekuatan api dan lava, kulitnya sekeras batu surga. Melihat hal tersebut membuat Qin Chen semangat, ia ingin menguji kemampuan fisiknya dan kemampuan palu miliknya sampai dimana sekarang ini karena ada samsak gratis.


"Dia adalah naga merah kuno, monster yang memiliki kekuatan abadi sehingga menjadi satu-satunya Raja di Segitiga Bermuda ini. Harta di tengah itu adalah Artefak Waktu, bisa digunakan untuk memperlambat waktu dan mempercepat."


"Huh? Itu menarik, tapi aku belum tertarik untuk sekarang ini!"


"Bagaimana saudaraku? Apa kita mulai sekarang?"


"Tentu saja, untuk ini aku akan lebih awal mengetes kulitnya dan setelah aku memberikan aba-aba, kita serang bersama-sama, okay!"


"Siap!"


Qin Chen melompat kebawah dengan senyuman puas, ia menarik tangannya kebelakang dengan bersungguh-sungguh dalam mengetes kemampuan fisik naga tersebut.


"Tinju Pemecah Air!"


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2