Sistem Penguasa Abadi

Sistem Penguasa Abadi
Chapter 25 : Narsis tingkat Dewa (8)


__ADS_3

Roarrr! Roarrr! Roarrr!


Setelah ia ngerusuh di berbagai tempat membawa banyak monster-monster yang mengamuk dibelakang, Qin Chen berlarian membawa mereka ketempat yang startegis dimana bisa menggunakan banyak kemampuannya.


Dibelakangnya tidak lain adalah: lebah, singa perak bersayap, serigala petir, beruang besi, banteng gila, dan burung pemangsa mayat hidup.


Dari sekian banyak monster, mereka hanya mengejar Qin Chen yang telah membuat keributan dan onar dimana-mana. Perilaku Qin Chen benar-benar tidak dapat di atasi lagi, dan sekarang mereka ingin membungkamnya.


Saat Qin Chen berlarian membawa segerombolan monster, ia tiba-tiba melihat sekelompok orang dengan pakaian penuh armor tebal dimana-mana. Melihat hal tersebut ia langsung mendekatinya dengan getaran dibelakang dan pepohonan yang tumbang.


"Kalian semua ... Lari ... Ada monster yang menyerang!" Teriak Qin Chen dengan baik hati membantu mereka meloloskan diri dari segerombolan monster.


Seketika, pandangan mereka semua langsung menoleh melihat Qin Chen dimana dibelakangnya ada banyak gerombolan monster tahap Penyempurnaan Qi tingkat 6 dan 7.


"Nani!" Teriak mereka dengan mata hampir keluar dari tengkoraknya. "Cepat angkat gerobaknya dan bawa lari!"


Tap ... Tap ... Tap ...


Mereka berlarian membawa gerobak yang berisikan seseorang didalamnya, sementara Qin Chen berhenti yang tengah duduk dibalik pepohonan sambil mengambil nafasnya agar bisa hidup.


"Huft! Melelahkan, akhirnya aku mengerti bekerja di negeri orang untuk mendapatkan sesuap cuan benar-benar melelahkan! Setelah keluar dari hutan ini, aku akan menyewa wanita cantik dengan dada besar, mimpi seorang pria tidak akan pernah gagal!" Matanya berapi-api membara dengan penuh semangat kembali bergerak.


"Kemana selanjutnya? Lebih baik aku farming, karena monster-monster sebelumnya sangat banyak dan siap menjadi Poin Sistem." Katanya sambil melompat pergi dari sana menuju tempat berkumpulnya monster-monster sebelumnya.


***


Hutan ungu


Dikedalaman hutan ungu, ia tiba disana dan melihat pasukan sebelumnya telah banyak yang tumbang. Bahkan, gerobak sebelumnya telah hancur dengan banyak cakaran, disampingnya ada banyak monster-monster berkeliaran.


Qin Chen dari langit turun kebawah dengan bangga memperlihatkan tangan kanannya yang kuat. "Tinju Pemecah Air!"


Seketika, pandangan para monster melihat ke langit dan tiba-tiba bayangan tangan besar menghantam wajah mereka tanpa memberikan waktu.


Duarr! Duarr! Duarr!


[Ding!]


[Selamat tuan, karena berhasil membunuh 23, singa bersayap perak, penyempurnaan Qi (6). Memperoleh; 13.800.000 Exp + 13.800.000 Poin Sistem.]


Roarrr!

__ADS_1


Tap ... Tap ... Tap ...


Ribuan langkah kaki menggetarkan daratan dan kilatan cahaya terus membentur pertahanan Qin Chen. Didalam kabut tebal, Qin Chen bergerak bebas memukul kepala monster dengan tangannya.


Bugh! Bagh! Bugh!


"Meow!"


"Makanya jangan melawan!" Kata Qin Chen menendang singa bersayap perak ke langit dan mengarahkan one puch man miliknya ke langit.


"Oraaaaaa!"


Wushh!


Boom! Boom! Boom!


Ledakan-ledakan di langit menghempaskan awan gelap dari atas kepalanya, ia dapat melihat langit cerah tanpa awan sedikitpun. Sementara disampingnya, ada banyak monster-monster yang terluka di wajah setelah di hajar oleh Qin Chen.


"Hehehehe ... " Tawanya seperti iblis membuat sekumpulan monster tersebut merangkak ketakutan, Qin Chen langsung menoleh dan nyala api keluar dari telapak tangannya. "Bakar semuanya!"


Tiba-tiba nyala api melesat melingkari mereka dan membakarnya di hamparan tersebut. Sebenarnya tidak, Qin Chen tengah memurnikan mereka sebagai Pil Darah, karena mereka memiliki kekuatan yang sempurna di gabungkan.


[Ding]


[Selamat tuan, karena berhasil membunuh 356 Serigala petir, Penyempurnaan Qi (6). Memperoleh; 213.600.000 Exp + 213.600.000 Poin Sistem.]


[Selamat tuan, karena berhasil membunuh 78 banteng gila, Penyempurnaan Qi (7). Memperoleh; 54.600.000 Exp + 54.600.000 Poin Sistem.]


[Selamat tuan, karena berhasil membunuh 57 burung besi, Penyempurnaan Qi (6). Memperoleh; 34.200.000 Exp + 34.200.000 Poin Sistem.]


Selamat tuan, karena berhasil membunuh 12 burung pemangsa mayat hidup, Penyempurnaan Qi (6). Memperoleh; 7.200.000 Exp + 7.200.000 Poin Sistem.]


[Ding!]


[Selamat tuan, karena berhasil memurnikan Pil Darah Monster (Abadi.).]


[Sebagai apresiasi pemurnian, sistem menghadiahkan Topi Cowboy. Dengan memakainya, tuan akan bertambah tampan!]


"Nani! Hehehehe ... Sistem, kamu membuatku malu, benar-benar deh! Aku memang tampan dari lahir, kalau ditambah tampan, nanti Janda muda sebelumnya nyantol, hehehehe ... " Qin Chen berpura-pura menolaknya meski ia sebenarnya menginginkannya.


Bahkan, ia memakai topi tersebut dengan mengigit bunga mawar di mulutnya. Melihat ke kaca yang ia beli, Qin Chen begitu angkuhnya melihat penampilannya. "Lihat depan aku tampan, lihat samping aku tampan, dimana-mana aku tetap tampan."

__ADS_1


Tanpa disadari, di sudut bebatuan dekat dengannya, beberapa orang muntah mendengar perkataan Qin Chen. "Huekk ... Kenapa ada orang gila seperti dia disini, bagaimana bisa dia begitu angkuhnya dengan ketampanannya!"


"Siapa disana keluar!" Kata Qin Chen sambil menunjuk tempat tersebut.


Mereka keluar dari sana dengan luka-luka di tubuhnya, mereka benar-benar seperti orang gila kehabisan obat. "Ah! Aku ingat, kau orang yang menggunakan armor sebelumnya, dan kau orang berada didalam kereta kuda sebelumnya, bukan?"


"Siapa kau sebenarnya?"


"Aku? Aku adalah orang yang memberitahukan kalian bahwa ada monster sebelumnya. Kenapa kalian masih terluka? Kasihan, aku turut berdukacita atas apa yang menimpa kalian."


Mereka saling melihat satu sama lain, dan mengira bahwa Qin Chen adalah orang baik. "Tidak-tidak, seharusnya kami berterimakasih karena tuan telah memberitahukan kami. Jika bukan karena tuan, mungkin kami sudah tidak ada di dunia ini."


"Begitu rupanya, baiklah." Qin Chen mendekati mereka sambil memberikan makanan untuk mereka.


"Terimakasih banyak tuan."


Qin Chen tersenyum. "Ayo-ayo makanlah, kalian kelaparan sekarang, nanti mati bisa gawat." Katanya menyuruh mereka makan roti yang ia bawa.


"Baik-baik."


Setelah beberapa menit berlalu, mereka menghabiskan makanan yang Qin Chen berikan. Qin Chen tersenyum puas, ia duduk di atas batu melihat mereka dibawah sana tengah kekenyangan.


"Karena sudah selesai makan, sekarang bayar makanan yang kalian makan sebelumnya."


"Eh?" Mereka bertiga saling melihat dengan kebingungan.


"Kenapa, eh? Cepat bayar, kalian kira makanan itu gratis! Setiap orang bayar 1.000 Koin Emas, tidak lebih tidak kurang!"


"Apa! Bukankah tadi tuan sendiri yang menawarkannya!"


"Coba kalian ingat, apa aku pernah mengatakan memberikan kalian secara gratis? Dasar otak udang! Cepat bayar, atau aku akan mengambilnya sendiri!"


"Gerrrrr!" Mereka seperti kucing yang menggerang karena kesal.


"Kelamaan!" Qin Chen turun dan merobek-robek segalanya, dan merampok barang-barang yang mereka memiliki sekarang, tanpa sedikitpun perlawanan mereka menyerah.


"Begitu dong! Ini barunya pembayaran yang adil dan merata, terimakasih karena telah membeli produk kami. Selamat tinggal saudara-saudaraku." Katanya sambil melompat ketempat lain setelah mengambil barang-barang mereka dan meninggalkan mereka dengan pakaian compang-camping seperti orang gila.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2