
Saat ia membuka pintu ruangan, Qin Chen melihat wanita cantik dengan pakaian pelayan berdada besar terduduk dengan ekspresi malu-malu membuat Qin Chen terlempar kebelakang dengan hidung mengeluarkan banyak darah.
Slurpt!
"*Cough! *Cough! Sial! Maid darimana ini, kenapa begitu cantik! Tunggu, aku melupakan satu wanita cantik sebelumnya. Apa mungkin dia pembunuh bayaran sebelumnya, benar-benar tidak menyangka!"
Ia menutup hidungnya dengan tangannya memberhentikan darah yang mengalir, Qin Chen masuk kedalam melihat dan semakin deras dalam waktu singkat.
"Dasar pria me*um! Lepaskan aku dari sini, aku akan membunuhmu! Kau benar-benar pantas mati, pria me*um! Baj*ngan! Jomblo ngenes! Pria malang! Penculik anak kecil!"
Ughh! Ughh! Ughh!
Ia menyentuh dadanya tidak kuat menahan serangan mental, jantungnya seperti ditusuk-tusuk oleh banyak pedang dalam yang bersamaan secara langsung.
'Ughk! Kesalahan membawa wanita keras kepala, menyakitkan!'
Saat ia mengangkat kepalanya, ia langsung terlempar kebelakang karena sekilas melihat sesuatu yang berharga. Wanita itu menunjukkan reaksi malu dan marah kepada Qin Chen.
"Nice! Paha yang mulus dan putih, tidak buruk, pantas menjadi penghangat ranjang tuan muda arogan! Aku memang hebat dalam segala hal, menaklukkan wanita cantik, mendesain pakaian, tampan sejak lahir, bahkan langit dan. Para Dewa akan iri melihatku!"
"Dasar keparat! Narsis! Menjauhlah, kau akan menularkan narsis gila yang kau miliki!"
"Apa! Nona cantik, kamu membuatku kesal! Aku ini tampan, tampan dari lahir!" Qin Chen mendekatinya dengan ekspresi kesal dan mengangkatnya secara langsung lalu melemparkannya ke atas ranjang.
"A- Apa yang kau lakukan! Jangan mendekat!"
Qin Chen melepaskan pakaiannya membuat wanita itu merangkak ke dinding, ia ketakutan setengah mati. Nyatanya, Qin Chen tidak melakukan apapun, tidur di laut lebih nyaman tanpa pakaian berat dan hanya menunggu boxer berwarna pink bergambar Hello Kitty.
"Nona cantik, kau hanya ada dua pilihan! Pertama, menjadi pelayan seperti yang lainnya. Atau kedua, menjadi nona muda penghangat ranjang tuan muda arogan! Kalau kau tidak memilih, maka aku yang akan memilihkannya, dimulai dari 3 detik dari sekarang."
"3"
Ia kebingungan dengan perkataan Qin Chen.
"2"
"1"
"Aku akan menjadi pelayan, apa kau puas sekarang! Cepat lepaskan aku dari ikatan ini, kau menyakitkan tanganku!" Katanya dengan kasar membuat kerutan dikening Qin Chen bermunculan.
'Wanita sialan! Lihat saja, aku akan mengerjaimu!'
__ADS_1
Qin Chen mendekatinya dengan senyuman misterius membuatnya tidak nyaman saat Qin Chen mendekati. Ia perlahan melepaskan ikatan tersebut, dan menariknya kedalaman genggam Qin Chen dan tidur!
"Pria sialan! Lepaskan aku!"
Mau seberapa keras ia bersuara, ruangan Qin Chen telah didesain kedap suara sehingga suara dalam tidak akan terdengar diluar, sebaliknya suara luar akan terdengar di dalam sana.
Malam ini, Qin Chen tidur dengan memeluk guling yang menggoda.
***
Paginya
Qin Chen terbangun dan melihat wanita itu melihatnya dengan marah karena tidak bisa lepas dari genggaman tangan Qin Chen sehingga mau tidak mau ia harus tidur di pelukannya.
"Apa kau menyesalinya, nona?"
"Keparat! Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi dua kali! Aku akan pastikan membunuhmu!"
"Hohoho, sungguh berani. Sayang sekali, aku sebelumnya hanya mengatakan dua pilihan dan belum menjelaskan pilihan kedua."
"Apa maksudmu!" Ia mulai gugup sekarang, pandangan matanya ingin membunuh Qin Chen cepat atau lambat.
"Dasar baj*ngan! Aku akan membunuhmu."
Qin Chen tertawa menghindari serangan-serangan wanita itu dan pergi keluar setelah itu mengunci pintu ruangan miliknya agar tidak ada yang bisa masuk kedalam sana tanpa persetujuan Qin Chen.
Diluar, Qin Chen melihat pulau bunga yang ia katakan sebelumnya, disana kota yang makmur berada. Pelayan yang ia pekerjakan melihat pemandangan ini, mereka benar-benar cantik saat matahari bersinar menerangi wajah mereka.
'Aku sudah cukup baik melepaskannya, tapi malah melawan. Rasakan itu, aku akan mengurungnya selama beberapa hari agar dia menyesalin perbuatannya!'
"Kapten, kita akan tiba di pulau bunga dalam beberapa menit lagi. Apa ada sesuatu yang ingin kapten sampaikan?"
"Hmm ... Katakan pada anak-anak untuk bersiap-siap melepaskan jangkar, karena kita akan berpetualang di pulau ini selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan kembali!"
"Baik."
Mereka pergi untuk bersiap-siap, Qin Chen berdiri disana sambil melihat-lihat sekitarnya ada banyak orang-orang yang berhenti di pulau untuk mengisi bahan bakar dan lain sebagainya.
'Sistem, kapal ini akan memberikan makanan secara otomatis untuk dia, bukan?'
[Benar tuan, tuan tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut, karena kapal yang dibeli dari sistem dapat diatur oleh sistem sebaik mungkin.]
__ADS_1
'Baguslah, selama aku pergi berikan dia makanan agar dia sehat. Kurangin saja Poin Sistem milikku yang melimpah itu, aku akan menggunakannya nanti karena masih mikir-mikir mau untuk apa.'
[Baik tuan.]
Saat berada pelabuhan pulau bunga, kapal mereka berhenti dan semua kru kapal melangkah keluar meninggalkan kapal untuk berpetualang. "Komandan, anak-anak dan lainnya akan aku serahkan keselamatannya padamu, aku ada urusan lain di pulau ini, kalian dapat kembali sebelum matahari terbenam, mengerti."
"Baik kapten."
Qin Chen melesat pergi meninggalkan mereka semua disana, ia pergi duluan karena bersama mereka akan merepotkan dan sulit untuk bergerak bebas.
***
Pusat kota
"Paman, bagaimana menurutmu tentang wanita ini? Bukankah dia sangat cantik seperti bulan dan menawan seperti bunga?"
"Hohoho ... Matamu memang tajam tuan muda, mendapatkan wanita secantik akan membuat siapapun iri. Apa dia wanitamu?"
"Hehehe, paman kau membuatku malu. Benar, dia wanitaku. Sayangnya, aku tidak bisa membawanya karena satu alasan, ha! Aku menyesal karena tidak bisa membawanya."
"Kalau sudah takdir, maka akan bertemu kembali. Ngomong-ngomong tentang ini, apa yang ingin tuan muda pesan?"
"Hmm ... Makanan terbaik disini."
"Baiklah tuan muda, pria tua ini akan menyiapkannya."
Pria itu adalah pedagang pinggir jalan yang memiliki pengetahuan tentang barang antik. Qin Chen telah berkonsultasi dengannya, tentang lukisan wanita cantik yang Qin Chen lukis beberapa waktu lalu.
Setelah beberapa menit, ia menyantap makanan tersebut sambil mengobrol tentang kota ini mencari informasi dari pria sebelumnya.
"Tuan muda, bagaimana dengan lukisan ini?"
"Ambil saja untuk Paman, dia adalah Keberuntunganku, selama paman menyimpannya, maka Paman akan mendapatkan keberuntungan, karena dia adalah Dewi Keberuntungan."
Pria itu tertegun mendengarnya melihat kepergian Qin Chen memberikan lukisan yang ia buat sendiri. Lukisan itu adalah lukisan istrinya di bumi, meski ia mati karenanya namun ia adalah Keberuntungan Qin Chen.
Qin Chen sekarang pergi ketempat lain mencari sesuatu yang hebat. "Ha! Berpetualang seperti ini benar-benar membosankan, kenapa harus ada lautan luas memisahkan pulau-pulau! Jika tidak ada seperti ini, aku bisa langsung kesana kesini sesuka hati!"
...
*Bersambung ...
__ADS_1