
Didalam hutan ini, ia tidak berbicara lagi setelah Poin Sistem miliknya di potong oleh sistem. Bahkan, sekalipun ia ingin melawan lagi, ia akan menahannya karena tidak mau kehilangan banyak poin sistem, karena sistem kali ini menggunakan mode tsundere yang kadang-kadang baik dan kadang-kadang menyebalkan.
"Tch! Seharusnya aku menyadari dari awal dari niatanmu memancing emosiku! Kalau seperti ini, aku rugi bandar! Poin Sistem yang bisa digunakan untuk menyewa wanita cantik malah hilang karenamu."
[...]
"Tidak mengatakan minta maaf? Awas saja, aku akan melawanmu nanti kalau sudah kuat! Untuk sekarang, aku akan memanfaatkan fungsimu bertambah kuat, dengan begitu aku tidak akan rugi nantinya!"
[...]
Hari ini, Qin Chen bertengkar dengan sistem sampai-sampai mereka berdua saling membuang muka satu sama lainnya. Bahkan suara notifikasi tidak muncul membuat Qin Chen geram, ia lalu mencari bahan untuk di pukul.
"Sini kau! Hantu sialan, karenamu Poin Sistem milikku berkurang!"
"?"
Tiba-tiba sebuah serangan fisik menyerang wajahnya lagi hingga terhempas begitu jauh kebelakang. Qin Chen menyalakan api dan membakarnya hingga mengeluarkan suara jeritan kesakitan.
Burung-burung gagak beterbangan ketakutan saat suara itu masuk kedalam gendang telinga mereka. Karena suara itu seperti tawa hantu seorang wanita, ini membuat merinding Qin Chen yang seorang pembudidaya hebat di ranah Kaisar.
"Uhhh! Dia benar-benar hantu yang menyeramkan! Kapan-kapan aku akan mencoba menjadi hantu dan menakutkan semua orang disatu kota, siapa tahu aku mendapatkan sesuatu yang menarik!"
Setelah itu, i melesat pergi meninggalkan tempat tersebut dimana hutan dibelakangnya terbakar oleh nyala api. Karena Qin Chen tidak memiliki perasaan dan menyadarinya, ia meninggalkan tempat tersebut dimana monster-monster pada berlarian menjauh hingga membuat badai monster ditempat tersebut.
***
Bagian barat
Ia berada di langit, tepatnya di atas kapal yang tersansang di akar pohon yang besar dengan lambung kapal pecah kemasukan air dan mulai tenggelam ke dasar sungai, meski kapal itu besar, namun kedalaman dan lebar sungai itu sangatlah luas sehingga tidak mungkin untuk lolos.
Qin Chen melihat tidak ada satupun orang disana, dan bahkan jejak kaki mereka seperti dihilangkan untuk menghindari monster-monster di sekitarnya mereka. Ia turun kebawah dan menginjak akar besar itu.
__ADS_1
"Apa mungkin mereka menggunakan akar ini untuk ke daratan? Mungkin saja, mengingat monster didalam sungai ini mengerikan, bahkan yang didarat saja sangat kuat, apa lagi di sungainya."
Ia melangkah mengikuti akar pohon untuk berada, dibawahnya ada banyak monster besar mengintainya. Saat Qin Chen sedikit saja masuk kedalam air, maka ia akan berhadapan dengan monster-monster kuno didalam air itu, karena itu ia tidak masuk kesana.
Daratan tepi sungai, Qin Chen tidak menemukan siapapun, bahkan hanya ada jejak kaki yang begitu banyak.
"Kyaaa~ Tolong~"
Qin Chen langsung mendapatkan rasa merinding di sekujur tubuhnya saat suara pria berteriak seperti sebelumnya. Jika itu kecil tidak masalah, karena suara itu begitu keras sampai-sampai membuat Qin takut bertemu orang gila.
Tap ... Tap ...
Saat suara itu mendekati, dan tiba-tiba dari semakan muncul pria dengan pakaian compang-camping melihat Qin Chen yang selangkah mundur kebelakang.
"Mas ... Tolongin saya~"
Mata Qin Chen terbuka lebar dan berteriak. "Dia benar-benar orang gila! Sialan! Dunia ini benar-benar gila!" Ia berlari menjauhi orang itu ketempat lain karena tidak sanggup melihat ekspresi pria sebelumnya.
"Hueekkkk!" Qin Chen muntah di samping pohon, ia tidak sanggup melihat sebelumnya karena benar-benar membuatnya geli meski sebelumnya ia tidak menyadari bahwa ia juga mengeluarkan suara aneh.
Setelah memenangkan dirinya, ia pergi dari sana mencari orang-orang dari kapal sebelumnya. Ia meninggalkan orang itu karena orang itu benar-benar orang gila, saat berada di hutan tebu.
Qin Chen mendapatkan panen yang melimpah, ia tidak mengharapkan akan menemukan tebu di hutan ini. Karena ini dapat digunakan menghasilkan gula yang bisa ia jual di bumi nantinya.
"Waktunya panen! Sebagai petani tebu, ini adalah keberuntungan besar!" Ia mengeluarkan pedangnya, dan menggunakan topi Cowboy, dengan paddy di giginya yang ia gigit seperti seorang Cowboy senior.
Srash! Srash! Srash!
Sementara di tempat lain, orang-orang berlarian dari kejaran kelabang petir yang sangat besar. Disana, mereka terengah-engah karena nafas pendek, kurang olahraga dan kurang minum air putih.
"Huft! Huft! Sialan! Monster itu benar-benar mengelikan! Tidak hanya panjang, dia juga sangat besar! Sekali tusuk, pasti akan membuat siapapun berteriak kesakitan saat merasakan pertama kalinya!"
__ADS_1
"Pikiran apa itu! Kau membuatku hampir kehilangan akal sehat mendengar perkataanmu!"
"Huh! Dasar otak me*um! Kau kira apa! Oh! Aku tahu, kau pasti memikirkan soal enak-enak bulan! Sialan! Apa pikiranmu semuanya tentang hal-hal me*um!"
"Salah siapa mengatakan hal-hal aneh, tinggal bilang kalau taringnya panjang dan tajam! Tidak perlu bahasa yang membuat pikiranku berubah ke hal aneh-aneh!"
"Mau ku hajar?"
"Gass Kun!"
Perkelahian antara dua orang bodoh membuat keributan di tempat mereka, mereka yang lainnya kabur secara perlahan meninggalkan mereka yang mulai di kelilingi oleh monster-monster sebelumnya.
"Dasar orang-orang bodoh! Mati saja kau disana jangan bawa-bawa aku disamping kalian! Benar-benar orang yang merepotkan! Kenapa aku harus menaiki kapal yang sama dengan orang bodoh itu."
"Tuan muda, tampaknya di sana adalah tempat yang aman, kita bisa bersembunyi disana sampai situasi membaik."
Dibelakangnya ada beberapa orang mengikutinya karena mereka adalah bawahan tuan muda dari pulau lainnya. Mereka semua pergi kearah Qin Chen yang tengah memanen tebu di hadapannya, dan tidak ingin menyia-nyiakan sedikitpun.
Saat disana ...
"Siapa orang gila itu? Di tengah hutan seperti ini dan dipenuhi oleh ribuan monster hebat, dia malah bersantai dan malah memanen tebu di tengah-tengah hutan ini, apa dia benar-benar waras?"
"Jangan bicarakan dia, dia nanti mengigit kita dan ikut gila, lebih baik diam dan menghindari tempat ini, karena sebentar lagi tidak akan aman untuk berlindung."
Pemuda sebelumnya melirik ke arah Qin Chen yang hanya tersenyum sambil memotong tebu dengan pedangnya. "Tch! Hanya orang gila yang bodoh ditengah hutan memanen umbi-umbian tidak berguna untuk menyelamatkan hidup."
"Benar tuan muda, dia hanya orang gila yang suka umbi-umbian."
"Lebih baik kita menjauh dari orang gila ini, karena takutnya akan ketularan sampai cucu buyut kita nantinya, ihhh ... Mengerikan!"
Qin Chen mengerutkan keningnya, ia seperti mendengar seseorang mengatakan dirinya orang gila. "Hummm ... Apa hanya perasaanku saja? Sudahlah, aku gila, mereka gila, dunia ini gila! Siapa yang tahu, hehehe! Terpenting, aku bisa kaya saat kembali ke bumi nantinya! Menjual tebu kualitas terbaik memang terbaik!"
__ADS_1
...
*Bersambung ...