
"Paman!" Kata si kembar melambaikan tangannya dari ruangan atas melihat Qin Chen tengah berjalan-jalan di luar. Qin Chen menoleh ke atas dan melihat mereka, ia sedikit melambaikan tangannya dan memberikan kode untuk menunggunya di atas sana.
Qin Chen melangkah berkeliaran di kota mencari tahu kota ini selama beberapa waktu. Bahkan, ia sesekali mampir untuk minum kopi agar matanya tidak ngantuk maupun bisa melihat lebih jelas.
"Sekarang aku mengerti, kota ini memiliki kekuatan yang hebat, ditambah dengan kekuasaan keluarga bangsawan atau keluarga besar membuat tempat ini ramai dikunjungi oleh kekuatan besar dari luar. Untuk seorang sepertiku, aku mungkin akan mati sekali pukul melawan mereka."
Ia melangkah pergi, karena sudah mengetahui beberapa hal dengan digabungkan informasi yang ia beli dari petugas keamanan kota. Kembali ke penginapan untuk beristirahat hingga pagi tiba.
***
Paginya, saat matahari berada di cakrawala langit, Qin Chen yang hendak meningkatkan level di hutan karena ia membutuhkan banyak Exp agar bisa sebanding dengan Pemimpin kota dan bisa melindungi dirinya maupun orang-orangnya dari kekuatan Yang Mulia Matahari.
"Oi berandalan! Kita bertemu lagi, bukan? Sekarang, aku membawa banyak orang-orang yang menangkapmu dan menyiksamu karena berani berurusan dengan Fraksi kami!"
"Owh! Kalian berandalan sebelumnya, karena kalian aku kehilangan banyak waktu. Sekarang, kalian akan menjadi Poinku dan meningkatkan levelku!"
"Bicara apa kau! Tidak jelas!"
"Bacot! Makan ini!" Qin Chen menghantam rahangnya hingga ia terlempar ke langit tinggi-tinggi sekali.
Duarr!
Saat jatuh malah meledak, mereka tercengang tidak meragukan kekuatan Qin Chen. "Kumpulkan anak-anak, tangkap bocah ini dan seret ke Pemimpin Fraksi!"
Sring! Sring! Sring!
Kilauan-kilauan gemerlapnya pedang membuat mereka tampak sangar, Qin Chen menggelengkan kepalanya. "Domain abadi dipenuhi orang gila, di Domain Dewa dipenuhi dengan orang sombong, benar-benar dunia yang serba bisa! Tidak apa, jika tidak ada orang gila, maka aku akan menjadi orang gila yang membuat keributan di Domain Dewa!"
"Bacot!"
"Itu kata-kataku sialan!" Qin Chen kesal lalu memukulnya kebelakang hingga menghantam bebatuan. Orang-orang dari berbagai sisi mengayunkan pedangnya, namun semuanya dapat Qin Chen hindarkan dengan begitu mudahnya.
"Makan ini, Sentilan Pemecah Kehidupan!" Ia mengarahkan jarinya tepat di bagian kehidupan seorang pria sejati, lalu melepaskan tembakan kejutan.
Crack!
"Urghh!" Saat kehidupannya di pukul, matanya hampir keluar dengan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan. Orang itu melompat-lompat seperti kanguru membuat mereka langsung menutupnya dengan tangan mereka.
"Dasar licik! Kau menggunakan cara yang tercela!"
"Oioi! Kalian mengeroyokku, sekarang aku menggunakan kepintaranku untuk melawan kalian. Jadi, kemarilah dan aku siap memecahkan telur untuk di dadar!"
"Ughh!" Tanpa melawan, mereka sudah merasakan ngilu, bahkan orang sebelumnya terguling-guling seperti cacing kepanasan memegang telurnya yang hancur satu.
__ADS_1
"Kehehehe! Kemarilah anak-anak baik, kakekmu ini akan memotongnya dan pelan-pelan ... pelan-pelan ... " Qin Chen mengeluarkan goloknya dan mengayunkannya ke batang pohon dengan kasar hingga pohon tersebut tumbang.
"Lari! Kita harus melaporkannya kepada Pemimpin Fraksi bahwa ada orang gila menyerang!"
Tap ... Tap ... Tap ...
Dalam sekejap mata, mereka menghilang dari pandangan Qin Chen, Qin Chen kebingungan melihat ini. Tapi, ia melepaskan goloknya dan melanjutkan perjalanan mencari monster-monster di hutan.
***
Ditengah hutan,
"Nona, bagaimana kalau kita kembali saja, di sini sudah sangat menyeramkan. Keluarga nona pasti khawatir melihat nona tiba-tiba menghilang dari ruangan."
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin melihat-lihat hutan ini sebentar, setelah itu kita akan kembali sebelum mereka mengetahui bahwa aku tidak ada didalam ruangannya."
"Tapi nona ... "
"Percayalah padaku, bibi. Untuk sekarang, bibi temani aku melihat-lihat hutan ini dan mencari bunga-bunga yang bermekaran di musim ini, karena mereka benar-benar cantik."
Pelayan itu hanya dapat mengangguk, karena ia hanya seorang pelayan yang melayani nona muda dari keluarga bangsawan. Mereka menelusuri hutan sampai dimana mereka melihat Qin Chen tengah membakar daging kelinci.
"Eh?! Bagaimana bisa ada orang di hutan ini? Usianya mungkin sebanding denganku."
"Nona hati-hati, di tengah hutan kalau tidak ada manusia pasti ibli jadi-jadian yang menyamar menjadi manusia. Tolong jangan gegabah, nona."
"Siapa kau?" Kata mereka berdua saling melontarkan pertanyaan yang sama dan bersamaan sama.
Qin Chen menarik pedangnya kembali dan menyarungkannya kembali, ia melanjutkan membakar daging kelinci hasil buruan selama beberapa jam ini sambil meningkatkan level miliknya.
'Panel Status!'
[Ding!]
[Nama : Qin Chen]
[Usia : 14 th (36)]
[Level : Nirvana (9)]
[Exp : 792 Triliun/19 Kuadriliun .]
[Exp Storage : 0.]
__ADS_1
[Gelar : Master Perselingkuhan»]
[Tubuh : Abadi Abadi Sejati]
[Blood : Primordial Surga.]
[Profesi : Alkemis (Unknown) - Formasi (Unknown).]
[Pasif Skill : Pemulihan - Regenerasi Abadi]
[Skill : Manual surga : Sembilan Gerbang Surgawi (Unknown) - Sembilan Gerakan Agung (Surga) - Langkah Surga Pembunuh Dewa (Surga) - Telapak Tangan Penghancur Awan (surga) - Palu Penghancur Gunung (surga) - Tinju Pemecah Air (surga). Telapak Tangan Menyegel Surga (Surga) - Transposisi (Unknown).]
[Inti : Inti Abadi Primordial - Inti Elemen Primordial.]
[Nyala Api : Sembilan Surga Pemurnian.]
[Toko : » ]
[Harta : 39.980.840 Koin Emas.]
[Poin Sistem : 94 Kuadriliun 873 Triliun.]
[Inventori : Box misteri (2) - Seribu Pedang Abadi (Surga) - Pembetukan Tubuh Abadi Abadi Sejati (Unknown) - Palu Surga (Surga) - Pil Darah Monster (Abadi) - Topi Cowboy - Sarung Merah Legendaris - Pedang Naga Kuno - Golden Apel Immortal, Plat (???) »» ]
'Dilevel selanjutnya adalah Saint, dan selanjutnya masuk ke jajaran mahkluk abadi. Tidak buruk, selanjutnya leveling monster besar agar lebih cepat meningkatkan kekuatan.'
Dengan segelas teh madu, dan daging bakar, Qin Chen menikmati lauk yang ia buat sendiri tanpa memberikan kepada orang lain.
Kryukkk!
Suara cacing kelaparan terdengar ditelinga Qin Chen, gadis disana malu-malu dengan wajahnya yang merah karena ia lapar belum makan pagi hari ini dan sekarang hampir sore hari.
Qin Chen meliriknya sedikit. "Duduklah, kau dapat memakan daging ini, tapi tidak gratis, kau harus membayarnya dengan harga yang cukup."
"Te- Terimakasih."
Ia malu mengeluarkan uang dan memberikannya kepada Qin Chen, lalu ia dapat menyantap daging bakar milik Qin Chen sambil mendapatkan bonus teh madu yang hangat menyegarkan tubuh.
Ia membeli dua untuk dirinya dan untuk pelayannya, mereka duduk agak jauh dari Qin Chen karena tidak saling kenal dan berwaspada. Setelah Qin Chen selesai, ia hanya duduk sambil mengamati hutan tersebut dengan matanya.
'Semakin dalam hutan, maka semakin kuat monster berada. Bahkan mereka berada di level abadi, sehingga memudahkanku meningkatkan level. Ngomong-ngomong tentang mereka, kenapa ada gadis cantik berada di tengah hutan? Melihat caranya makan dan duduk, dia seperti seorang bangsawan kelas atas di suatu tempat.'
Mengalihkan perhatiannya, karena ia merasakan sesuatu yang mendekati mereka dan itu adalah monster dengan ukuran tubuh seperti raksasa!
__ADS_1
...
*Bersambung...