
"Apa kau telah mendengar berita tentang harta langit di lautan segi tiga bermuda? Katanya, ada banyak orang-orang berkumpul di sana untuk memperebutkan harta langit (tinggi). Harta itu sangat berharga sampai-sampai mereka membawa rombongan masing-masing untuk melawan musuh yang tidak diketahui."
"Apa mereka gila? Tapi mereka terkenal dengan kekuatan masing-masing, meski terdapat harta langit di segi tiga bermuda, ada banyak monster-monster laut yang ganas dengan kekuatan mengerikan berasal dari sana."
"Bagaimana dengan bencana di pulau-pulau sekitarnya? Bukankah akan berdampak buruk, saat pertarungan terjadi di segi tiga bermuda, maka tsunami besar akan menenggelamkan ratusan pulau yang berdekatan dengannya."
"Apa mereka peduli? Saat harta langit muncul, perasaan mereka hanya akan tertuju pada harta tidak pada keselamatan. Pulau ini mungkin akan tenggelam, meski jaraknya cukup jauh namun kita tidak tahu seberapa besar dampak dihasilkan dari pertarungan mereka dan monster."
Qin Chen yang berdiri disamping dinding sambil menikmati sebatang surya dan secangkir bir berwarna merah mendengarkan pembicaraan serius orang-orang di kedai.
'Segi tiga bermuda, harta langit? Apa mungkin Peng Chao pergi kesana, mengingat waktu yang hampir bersamaan membuatku yakin bahwa dia akan pergi kesana.'
Ia keluar dari sana dan pergi meninggalkan tempat tersebut setelah mendengar pembicaraan orang-orang sebelumnya. Qin Chen berhenti di bangunan besar, tidak lain adalah tempat orang-orang membuat kapal untuk orang-orang.
Didalam, ia melihat ada banyak model-model kapal, meski mereka dapat terbang di langit, mereka lebih memilih untuk menggunakan kapal sebagai tumpangan dan dapat membawa banyak orang sekaligus harta hasil rampokan.
"Bagaimana mungkin, kemarin aku melihat harga kapal ini hanya beberapa ratus juta, sekarang melebihi satu miliar koin emas. Setidaknya ini setara dengan satu juta permata murni!"
"Kau tidak lihat, baca baik-baik plang bertuliskan di harganya. Spesial Edisi, edisi terbatas kapal dengan kualitas terbaik dan memiliki banyak ruang beserta senjata kuat lainnya."
"Sial! Aku telah menabung selama sepuluh tahun untuk membelinya, sekarang harganya semakin tinggi, aku sangat kesal ingin mengamburkan uang ini ke wanita-wanita di rumah bordil!"
"Oioi! Apa kau sudah tidak waras? Karena harganya haik kau malah menyerah! Seharusnya kau berjuang lebih keras lagi, karena tidak mungkin bagi tidak kesampaian, mau itu sepuluh tahun, seratus tahun, selama kau berjuang pasti akan dapat hasilnya!"
"Tapi ... Ha! Kau benar, aku seharusnya tidak menyerah sekara—"
"Paman aku beli kapalnya." Kata Qin Chen sambil mengeluarkan uang yang banyak kepada orang itu membuat pria sebelumnya muntah darah dan terjatuh.
"Ughh!"
__ADS_1
"Temanku!" Dengan kaget ia cepat-cepat berlutut menenangkan temannya yang kehilangan harapan karena kapal impiannya Qin Chen beli setelah melihat bentuknya sangat keren.
"Terimakasih tuan muda, kapal ini sekarang milik tuan muda." Katanya sambil menyerahkan sertifikat hak milik.
Qin Chen mengambilnya dan memasukkannya kedalam penyimpanan sistem, karena koleksi barang-barang ini sangat menarik. Ia kembali melihat-lihat meninggalkan pria malang sebelumnya tengah menenangkan mentalnya.
Setelah memborong banyak barang-barang kapal antik, Qin Chen pergi dari sana dengan kebingungan. "Kenapa aku buang-buang uang untuk ini? Padahal uang sangat berguna untuk menyewa wanita-wanita cantik! Sial! Aku terhasut setan na*su mengamburkan uangku!"
"Tangkap dia! Dia pencuri bakpao, siapapun yang menangkapnya akan aku berikan 4 bakpao gratis!"
"Nani! Tangkap dia!"
Qin Chen yang tidak tahu apapun ditangkap masal oleh orang-orang disana. "Oi lepaskan aku, aku tidak bersalah apa-apaan kalian semua ini!"
"Diam pencuri! Kau bisa berbicara nanti di sidang! Sekarang angkat dia dan bawa ketempat paman bakpao!" Katanya sambil menyuruh anak buahnya mengangkat Qin Chen digotong ramai-ramai ke tempat pedagang bakpao.
Didalam ruangan, Qin Chen diikat dan terduduk di lantai melihat ia tengah dikelilingi oleh pria-pria bringas. "Apa-apaan ini, aku tidak melakukan kesalahan apapun, kenapa kalian menangkapku."
Brakkk!
Suara hentakan tangan ke atas meja membuat Qin Chen kebingungan, pedagang sebelumnya masuk kedalam barisan dan melihat Qin Chen. "Bocah sialan! Cepat bayar apa yang kau makan sebelumnya! Jika tidak, aku akan membawamu ke walikota untuk menerima hukuman penjara seumur hidup!"
Krakk!
Keningnya mengeluarkan urat-urat kesal mendengar dan dituduh sebagai pencuri bakpao. Qin Chen melepaskan ikatannya dan membuat orang-orang didalam sana tercengang.
"Keparat! Kau menuduhku mencuri, baiklah akan aku lakukan yang kau mau!" Qin Chen dengan cepat mengambil bakpao itu dan memasukkan kedalam mulut pedagang tersebut dengan ganas, satu, dua, tiga, bahkan puluhan bakpao ia paksa masuk kedalam mulutnya sampai-sampai pedagang itu kewalahan dan pingsan.
"Tch! Sebagai ganti rugi mentalku, aku akan mengambil bakpao yang tersisa. Jika kau keberatan, datang padaku dan aku akan memberikan hadiah yang tak terlupakan untukmu!"
__ADS_1
Ia melangkah mengambil bakpao yang tersisa ratusan di wadah tersebut. Qin Chen memasukkannya kedalam penyimpanan sistem dan memakannya beberapa sambil keluar dari ruangan tersebut meninggalkan orang-orang yang tercengang disana.
"Tch! Aku orang baik tidak pernah mencuri maupun merampok, dan malah dituduh sebagai pencuri! Dasar orang gila bilang orang lain gila!"
Didalam ruangan ...
"Hey, apa yang terjadi? Apa kau melihatnya, atau aku yang ketinggalan informasi tentang bocah sebelumnya?"
"Tidak, aku jelas-jelas melihatnya dengan mataku sendiri, dia memaksa pedagang itu memakan banyak bakpao dalam waktu singkat dan keluar membawa bakpao yang tersisa di keranjang."
"Lalu, bagaimana dengan makanan kita?"
Mereka semua melirik kearah pedagang bakpao yang tercekik merasakan atmosfer disekitarnya semakin panas dan menekan. Pada saat itu, orang-orang mengambil segala sesuatu yang ada di ruangan tersebut sebagai balas budi pedagang.
***
Sekarang, ia berada di daratan dan bukit penuh dengan macam-macam bunga dan warna. Disana, ia duduk sambil menikmati bakpao dan selai madu yang ia peroleh dari hutan kuning di sembilan gunung monster.
"Saudari ... Lebih cepat, kita sebentar lagi akan sampai di pemakaman ayah dan ibu. Ayo saudari, Meimei tidak sabar untuk melihat makam ayah dan ibu."
"Pelan-pelan, Meimei. Jangan terburu-buru, nanti kamu jatuh dan terluka, saudari tidak memiliki cukup uang untuk membeli obat-obatan."
"Tidak apa-apa, saudari, Meimei ini sangat kuat dan hebat. Luka kecil bukanlah masalah, karena Meimei akan bertemu dengan ayah dan ibu."
Dua gadis kecil yang mungkin memiliki usia 8 tahun dengan pakaian biasa mendaki bukit untuk ketempat pemakaman keluarganya. Qin Chen yang duduk disana melihat mereka berdua termenung, ia mengingat apa yang ada didalam ingatannya.
Tentang istrinya yang menginginkan seorang anak namun ia tidak bisa melahirkan seorang anak sehingga membuatnya mengalami depresi. Mengingat hal tersebut membuat Qin Chen membeku, ia melihat mereka berdua yang mendekati ketempat pemakaman yang dikelilingi oleh daratan bunga.
"Saudari, siapa paman disana?" Tanya Meimei menunjuk ke arah Qin Chen.
__ADS_1
...
*Bersambung ...