
Tidak berselang lama, mereka mendekati Qin Chen yang terduduk di puncak bukit dengan didampingi makanan lezat disampingnya. Mereka menelan ludah karena belum makan beberapa hari ini, karena mereka tidak memiliki uang sama sekali.
Qin Chen yang melihat reaksi mereka, ia mengeluarkan banyak makanan dan meletakkan semuanya diatas kain putih miliknya. "Duduklah, kalian dapat memakannya."
"Apa boleh paman?"
"Tentu, kalian mungkin menyukainya, ini adalah beberapa kue yang dibuat oleh temanku di suatu tempat." Balas Qin Chen menawarkannya makan kue yang dibuat oleh wanita itu, Qin Chen telah memakannya tadi dan ia merasakan sensasi yang luar biasa karena benar-benar enak.
"Tapi paman, paman tidak menculik Meimei kan. Meimei takut diculik, nanti dijual oleh paman dan meimei terpisah oleh saudari satu-satunya Meimei punya."
"Hahahaha." Qin Chen tertawa lepas mendengarnya, ia mengusap air matanya yang berada di sudut. "Paman tidak mungkin menculik gadis kecil yang manis seperti kalian, makanlah. Paman memiliki banyak, dan tidak mungkin menghabiskannya sendirian."
"Terimakasih banyak paman." Kata mereka berdua sambil membungkuk mengucapkan terimakasih kepada Qin Chen.
Mereka duduk dan mengambil kain mengelap tangan masing-masing, mereka begitu pintar sampai-sampai Qin Chen tidak perlu mengajari mereka untuk hal ini.
Setelah itu, mereka makan sebelum ketempat pemakaman ayah dan ibu mereka. Qin Chen meminum segelas minuman soda, karena ia tidak mungkin minum alkohol dekat dengan anak kecil.
"Gadis kecil, bagaimana dengan makanannya?"
"Sangat enak paman, pasti teman paman sangat hebat membuat kue ini. Ini terasa sangat manis saat di kunyah dan lembut saat di gigit."
"Baguslah."
Mereka melahapnya dengan sangat menikmatinya, ia duduk disana sambil menikmati hembusan angin ditemani oleh dua gadis kecil yang polos, mereka manis dan cantik.
Setelah mereka makan dan minum, mereka duduk didepan Qin Chen dengan bingung memandangi Qin Chen yang melihat mereka seperti melihat anaknya sendiri.
"Paman, terimakasih banyak atas makanannya, makannya sangat enak, Meimei sangat menyukainya."
"Terimakasih banyak, paman, karena mengizinkan kami untuk makan, makanan sebelumnya."
"Sama-sama, lalu kalian berdua akan kemana?" Tanya Qin Chen.
"Kami akan ketempat pemakaman keluarga kami, karena hari ini adalah hari peringatan kematian mereka. Kami mendatangi pemakaman untuk memberikan doa semoga ayah dan ibu tenang di surga."
"Begitu rupanya, lalu setelah itu kalian akan kemana? Dimana kalian tinggal."
"Kami tidak memiliki tempat tinggal, setiap hari hanya akan mencari tempat untuk berteduh saat malam dan paginya kami mencari makan di pedagang-pedagang yang baik." Balasnya dengan nada kecil.
__ADS_1
Qin Chen mengusap-usap kepala mereka berdua dengan lembut dan berkata. "Bagaimana dengan ikut paman? Paman memiliki teman yang bisa mengurus kalian berdua seperti putrinya sendiri, disana akan ada banyak kue manis yang bisa kalian makan. Tempat tinggal yang nyaman dan bisa berpetualang melihat dunia ini."
"Apa paman ingin menculik kami?"
[Ding!]
[Selamat tuan, karena mendapatkan gelar. Paman penculik gadis polos.]
"Tidak, paman kasihan melihat kalian berdua, kalian begitu manis dan cantik, paman tidak tega membiarkan kalian berdua di kota yang besar ini sendirian tanpa perlindungan. Jika kalian bersama paman, paman akan memberikan tempat tinggal, makanan, pakaian dan game untuk kalian."
"Mencurigakan ... "
Hati Qin Chen tercabik-cabik melihat ekspresi mereka begitu manis mencurigai Qin Chen sebagai penjahat. Meski begitu, sistem telah memberikan gelar paman penculik gadis polos padanya.
Ia mengusap-usap kepalanya. "Apa paman terlihat seperti paman yang mencurigakan?" Tanya Qin Chen.
"Tidak, tapi paman mencoba menculik kami, kami takut nanti dijual oleh paman dan paman mendapatkan banyak uang." Balasnya dengan nada kecil.
"Tidak mungkin, kalian begitu manis bagaimana bisa paman menjual kalian. Kalau begitu, paman janji akan mengurus kalian, ini adalah janji seorang pria dewasa seperti paman."
Ia mengacungkan jari kelingkingnya, mereka berdua saling melihat dan membuat janji pada Qin Chen di atas bukit bung yang begitu luas di pulau tersebut.
"Baguslah, siapa nama kalian agar paman bisa memangil kalian nantinya."
"Meimei, namaku Meimei."
Setelah memperkenalkan diri mereka, mereka kembali ketempat pemakaman keluarga mereka untuk memberikan doa. Selesai itu, mereka keluar dari sana meninggalkan Qin Chen yang berada disana sendirian berdiri didepan makam keluarga kedua gadis kecil tersebut.
"Hiduplah dengan tenang kalian disana, aku Qin Chen akan merawat mereka sampai tumbuh dewasa menjadi gadis hebat. Setelah itu, mereka dapat memilih jalan mereka sendiri, kembali membalaskan dendam atau mencari jalan keabadian."
Ia menutup matanya dan beberapa menit kemudian ia melangkah meninggalkan tempat tersebut. Bayangan sepasang kekasih melihat kepergian kedua putrinya dengan pria yang penuh kebijakan membuat mereka tenang dan bisa pergi den dengan tenang.
Diakhir tidurnya, ia melambaikan tangannya mengucapkan selamat tinggal kepada mereka berdua dan tiba-tiba angin berhembus kencang menerpa punggung Qin Chen dan lainnya membuat Qin Chen menyadari sesuatu.
"Baiklah, naik ke pundak paman, paman akan membawa kalian mencari pakaian bagus untuk dikenakan di kota."
"Horee!"
Qin Chen mengangkat mereka berdua dan melangkah masuk kedalam kota menuju toko pakaian anak kecil untuk membelikan pakaian mereka berdua, sekaligus ia akan mengajari mereka kultivasi nantinya saat mereka mau belajar.
__ADS_1
***
Toko Pakaian
Qin Chen duduk membiarkan mereka berdua memilih pakaian masing-masing, meksi begitu ia memilihkan pakaian mereka berdua yang cocok khusus dari Qin Chen sendiri. Tidak lama kemudian, mereka berdua keluar mengenakan pakaian yang Qin Chen pilih sebelumnya.
"Berapa semuanya?" Tanya Qin Chen yang melihat kedua gadis kecil itu sangat manis dengan pakaian berwarna biru dan merah muda berdiri bersama.
"Semuanya 100 ribu Koin Emas."
Qin Chen membayarnya tanpa pikir panjang, karena ia memborong semua yang ada di dalam toko hanya untuk kedua gadis kecil tersebut.
"Terimakasih tuan, karena telah berbelanja di toko kami, silahkan datang lagi."
"Sama-sama."
Ia keluar setelah membeli banyak pakaian, saat ia keluar dari pintu, mereka berpapasan dengan rombongan kapten yang hendak kembali ke kapal melihat Qin Chen membawa dua gadis kecil disamping habis belanja pakaian.
"Kapten!"
Mereka mendekati Qin Chen, dan melihat kedua gadis itu bersembunyi di belakang Qin Chen karena takut melihat mini Qin Chen yang setinggi mereka berdua.
"Komandan? Apa kalian akan kembali ke kapal?"
"Benar kapten, kami telah melakukan banyak hal di kota dan hari akan malam, jadi kami memutuskan untuk kembali ke kapal. Lalu, kapten, siapa dua gadis kecil yang manis ini?"
"Mereka adalah keluarga baru, mulai sekarang kalian akan bertugas melindungi kedua gadis kecil ini saat aku tidak ada disampingnya. Untuk pelayan, kalian siapkan makanan untuk anak kecil, setidaknya berikan yang terbaik untuk pertumbuhan mereka."
"Baik!"
"Baguslah, kita akan kembali ke kapal!"
Qin Chen mengendong mereka berdua di bahunya membawa mereka ke kapal. Disepanjang jalan, mereka melihat kebelakang karena baru pertama kalinya melihat orang-orang yang kecil seperti mereka mengikuti Qin Chen.
"Paman, siapa mereka?"
"Mereka? Mereka adalah bawahan paman, atau lebih tepatnya keluarga besar paman di kapal paman. Mulai sekarang, kalian berdua bisa meminta bantuan pada mereka saat kalian kesusahan."
"Baik paman."
__ADS_1
...
*Bersambung ...