Sistem Penguasa Abadi

Sistem Penguasa Abadi
Chapter 30 : Kembali ke kota


__ADS_3

"Huh? Apa kau tidur selama ini? Jika kau tidur selama ini, apa yang kau dapatkan di hutan sembilan gunung monster ini? Semua orang disini berdatangan untuk mengumpulkan Core Monster, dan harta yang baru lahir. Jika kau tidur, berarti kau tidak mendapatkan apapun?" Balasnya dengan sedikit melirik Qin Chen dengan ragu.


"Ha! Apa harus aku katakan sendiri? Apa yang mereka katakan adalah benar, aku merampok mereka semua dan menghajar mereka semua karena menyebalkan! Jika mereka memiliki ketampanan sepertiku, aku tidak akan memukul mereka."


Dengan angkuhnya menyombongkan dirinya dihadapan mereka, suara gerangan kesal semakin keras dengan mata penuh amarah yang membulat-bulat.


"Lihat, apa yang kau katakan akan menjadi bumerang sendiri. Mereka sekarang marah padamu, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang ini?"


Qin Chen langsung berdiri dan menarik kedalam domainnya. Dimana Bai Chyou berada di sudut batu dengan nafas yang berat dan sedikit memerah diwajahnya saat Qin Chen memberikan dorongan sebelumnya.


"Wo–" tiba-tiba mulutnya langsung ditutup oleh teman-temannya, dan melihat adegan romantis yang pernah dibaca di Paviliun Perpustakaan.


"Adegan ini! Suasana ini, dan tempat ini! Master benar-benar Master Perselingkuhan Sejati! Master benar-benar hebat dalam hal seperti ini."


Mengangguk dan orang-orang dibelakang menelan ludah melihat satu dunia seperti miliknya sendiri didepan sana tanpa memperdulikan sekitarnya ada banyak orang-orang yang melihat.


Qin Chen melihatnya dengan serius dan menunjuk hatinya. "Mereka bukan ancaman bagiku, ancaman bagiku hanya ini ... " Ia menunjuk tempat dimana hati Bai Chyou berada. "Apa hati yang terkunci rapat itu bisa terbuka dan menerimaku."


"Aku menolak!"


Tanpa ekspresi ragu, ia langsung menolak Qin Chen secara terang-terangan di depan matanya langsung.


"Urghh!" Qin Chen sempoyongan melangkah kebelakang setelah mendengar kata tanpa perasaan keluar dari bibirnya.


"Master!" Teriak mereka langsung mendekati Qin Chen yang terduduk lemas sambil menggerakkan jarinya ditanah membuat lingkaran.


"Baru kali ini, aku di tolak mentah-mentah didepan mata, urghh! Apa ini rasa sakit jadi pria terlalu tampan?" Kata Qin Chen sambil tersedu-sedu di sana.


"Huekkk!" Orang-orang dibelakang sana muntah mendengar kepercayaan diri Qin Chen begitu kuat.


"Sial! Bocah gila itu benar-benar tidak punya rasa malu! Aku saja yang mendengarnya ingin muntah, dan dia dengan angkuhnya mengatakan bahwa dia tampan! Huekk! Dunia ini benar-benar gila!"


"Meski begitu, aku salut pada pendiriannya yang hebat! Sial! Kenapa Dewa begitu pilih-pilih dengan kita, sedikit saja aku memiliki keberanian sepertinya, aku akan sangat bahagia sekarang!"

__ADS_1


Beberapa orang gila mengangguk, karena mereka benar-benar mengagumi Qin Chen yang tidak kenal rasa malu. Sementara itu, Qin Chen tengah diam disana dengan wajah masam dan murung.


"Master, ganbare!"


Disampingnya, saudara-saudaranya menepuk pundaknya memberikan semangat kepada Qin Chen untuk mendapat nona besar. Qin Chen mengangguk dan ia tidak patah semangat, sekarang ia berdiri kembali.


"Baiklah, tidak ada kata bersedih lagi! Sekarang, waktunya kembali ke rumah dan tidur. Uang telah terkumpul banyak, bisa sewa wanita cantik dengan dada besar saat di kota!"


"Mantap! Ajak kami master!"


"Hohoho, tentu-tentu saudaraku. Kalian dapat ikut denganku menikmati duniawi dan merasakan kekuatan pria sejati yang sesungguhnya!"


"Yooo!"


***


Keesokan harinya ...


Qin Chen menguap di sana melihat mereka sambil tersenyum kecil membuat amarah dikepala mereka meledak-ledak seperti gunung berapi.


"Kalian, siapa yang melakukan ini pada kalian? Kejam sekali, padahal aku belum puas memukuli kalian sebelumnya. Ha! Aku harus berterimakasih kepada yang memukul kalian sebagai penggantiku. Terimakasih orang baik." Kata Qin Chen memberikan ucapan terimakasih kepada dirinya sendiri.


Jika mereka bisa berbicara, mereka tengah mengutuk Qin Chen sekarang. Bahkan dalam hatinya, mereka tengah mengutuk Qin Chen secara brutal tanpa belas kasih sedikitpun di hati mereka.


"Ha! Seperti ada banyak kutukan yang mendarat ke arahku kali ini, bahkan awan-awan hitam berputar di atas kepalaku dan menyelimutiku." Gumam Qin Chen sambil menghela nafasnya.


Tiba-tiba dihadapan mereka muncul portal sebelumnya di bawah kaki mereka dan cahaya yang terang menerangi hutan tersebut dan mengirim mereka semua kembali ke kota pohon willow.


***


Kota Pohon Willow


Setibanya di kota, mereka semua menggerang dengan suara keras melihat Qin Chen yang tengah berdiri ditengah-tengah lingkaran sambil melamun. Rombongan Bai Chyou pergi setelah sampai disana, karena mereka tidak memiliki urusan dengan orang-orang yang tengah marah disana.

__ADS_1


Qin Chen melihat Panel Statistik miliknya lagi karena penasaran telah mendapatkan apa saja dan mengabaikan orang-orang di sekitarnya. Ia melangkah dan mendorong kepala botak sebelumnya kesamping karena menghalangi jalan.


"Dasar botak, minggir dari jalanku, aku sedang terburu-buru!"


"Gerrrrr! Bocah sialan, kembalikan sarung legendaris milikku!" Ia mencoba merebut dari Qin Chen, dan sayangnya Qin Chen tendang bokongnya hingga tersungkur ke tanah.


"Merepotkan, aku ada urusan dengan Penguasa Kota. Jika kalian ingin membalaskan dendam, lebih baik besok bawa banyak orang-orang berkumpul di depan Pintu keluar Kota ini, aku akan kesana untuk menyelesaikan masalah kita!"


"Huh! Bocah sombong, lihat saja besok! Kau tidak akan menang disaat kami membawa banyak bala bantuan dari keluarga, pada saat itu, aku akan mencubit ginjalmu dengan tanganku!"


"Ya ... Ya ... Ya ... Sudah selesai? Kalau sudah aku akan pergi." Balas Qin Chen dengan mengabaikan mereka.


Mereka menggertak giginya dan pergi meninggalkan tempat tersebut, Qin Chen sendirian melangkah ke kediaman Penguasa Kota karena ia ingin meminta penjelasan padanya tentang semua ini.


"Sial! Dia benar-benar manusia berhati iblis! Saat aku tiba disana, aku akan mencubit dua telur berharganya, dan meremukkannya dengan pukulan maut milikku!"


[...]


Ia mengetahui bahwa Penguasa Kota mengirim mereka semua ke dalam sembilan gunung monster sebagai tumbal para monster disana. Dengan begitu, para monster dapat meningkatkan kekuatan dan kembali menyerang daratan tersebut dan daratan lainnya.


Sementara mereka, mereka akan pergi sebelum penyerangan itu dilakukan dengan begitu mereka semua akan selamat dan bisa menjadi satu-satunya sosok hebat yang bertahan didalam badai besar.


Saat memikirkan hal tersebut membuat Qin Chen semakin geram dan ingin mencopot satu-persatu telur Ilahi mereka.


Setelah beberapa menit, ia berada di depan kediaman Penguasa Kota dimana Qin Chen melihat begitu jelas Penguasa Kota tengah mengamati orang-orang yang kembali ke kota dengan selamat meski ada banyak luka-luka ditubuhnya.


Tanpa sepengetahuan Qin Chen dan rencana Qin Chen, Penguasa kota menganggap semua ini sudah cukup meski yang kembali tidaklah banyak. Ia berpikir bahwa mereka diserang monster dan dapat kembali karena portal telah aktif disaat-saat kritis.


"Baiklah, waktunya membereskan kejahatan dan menjadi pahlawan super di kota!" Kata Qin Chen dengan penuh semangat menarik pakaian untuk siap gempur dinding dihadapannya.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2