Sistem Penguasa Abadi

Sistem Penguasa Abadi
Chapter 60 : Penginapan


__ADS_3

Pusat Kota


Qin Chen turun kebawah secara bersembunyi-sembunyi, ia tiba dekat dengan wanita tua sebelumnya. Disana, ia melihat kanan dan kirinya banyak orang-orang yang memiliki sikap yang tidak sopan santun dengan orang tua, mereka menganggu wanita tua disana dengan cara mengambil tongkat untuk ia berdiri dan mempermainkannya.


Melihat hal ini, Qin Chen sangat kesal bukan karena cucu manisnya, melainkan rasa hormat mereka terhadap wanita tua. Meski itu hanyalah samaran, namun ia tetaplah seorang wanita, seperti ibunya yang melahirkannya.


Ia mendekati mereka, dan menerjang satu-persatu seperti senior yang memberikan pelajaran pada juniornya.


Bugh! Bagh!


"*Cough!"


"Sial! Siapa kau! Menyerang kami secara tiba-tiba!"


"Bacot! Mana sopa santun kalian pada orang tua! Biarkan aku yang memberikan pelajaran pada orang yang tidak memiliki etika seperti kalian ini!"


Ia melompat dan menghajar mereka satu-persatu hingga babak belur dan berlarian dengan beberapa orang membuang air kecil di celana. Melihat hal itu, Qin Chen tertawa kecil karena mereka sudah dewasa namun masih seperti anak kecil.


Qin Chen mengambil tongkat yang mereka ambil sebelumnya, lalu membantu wanita tua itu dan memberikan tongkat tersebut membuatnya tersenyum puas.


"Terimakasih anak muda, karena menolong wanita tua ini."


"Sama-sama, ngomong-ngomong sebenarnya nenek mau kemana? Aku bisa membantu nenek jika nenek mengizinkannya."


Ia bersikap lembut sambil tersenyum manis layaknya bocah kecil yang polos.


"Nenek hendak kembali kerumah, namun saat di jalan diganggu oleh mereka. Mereka benar-benar tidak memiliki rasa simpati pada orang tua ini."


"Hahaha ... Itu biasa karena mereka masih muda, ayo, biarkan aku mengantarmu nenek."


"Terimakasih anak muda."


"Hmm."


***


Bukit belakang kota


Disana, Qin Chen melihat rumah tua yang tidak sudah tidak layak lagi di huni. Bahkan, tempatnya sangat kotor berdua karena hanya ditinggalkan oleh wanita tua ini, melihat ini Qin Chen terharu dan ingin menangis.


"Terimakasih banyak anak muda karena mengantarkan nenek sampai kerumah."


"Sama-sama nek, karena sudah sampai dirumah, aku akan kembali bekerja lagi."


"Tunggu dulu, tolong terima ini sebagai hadiah. Berguna atau tidaknya, kamu akan tahu nantinya tolong simpan ini."


Ia memberikan plat diamond dengan simbol yang aneh, dimana Qin Chen tidak mengetahui apa kegunaannya. Qin Chen tidak menolaknya dan mengambilnya sambil tersenyum melihatnya.


"Baiklah, nek, aku akan menerima ini."

__ADS_1


"Baguslah."


Qin Chen lalu kembali ke kota karena mau mencari rombongannya. Sementara wanita tua itu tersenyum puas setelah Qin Chen tidak ada disana, ia berubah menjadi muda kembali melihat ke arah kota.


"Pemuda yang menarik, aku harap dia sampai di Domain Dewa dan menjadi menantuku." Katanya sambil melesat terbang menghilang di langit menghilangkan semua bukti-bukti di dunia seperti rumah sebelumnya.


Sedangkan Qin Chen, ia yang melihat plat itu dibawah pohon mengamati dengan sungguh-sungguh.


"Plat apa ini? Apa ini plat suatu Sekte, atau hal lainnya."


[Ding!]


[Selamat tuan, karena berhasil menyelesaikan misi sampingan.]


[Selamat tuan, karena mendapatkan plat diamond dari Dewa Bumi.]


"Huh? Dimana cucu manisnya? Aku berharap mendapatkannya, tapi malah mendapat diamond ini. Tapi sudahlah, aku orang baik yang suka menolong tanpa imbalan, kalau tidak dapat belum rezeki."


[Plat itu adalah tanda bahwa tuan di pilih oleh Dewa Bumi sebagai menantunya, dan Dewa Bumi menunggu kedatangan tuan ke Domain Dewa agar bisa menikahi cucu manisnya.]


"Wow! Berarti saat aku ke domain, aku dapat istri manis dong! Ini benar-benar keberuntungan pria tampan sepertiku, benar-benar deh! Ketampananku ini melebihi dewa, dan bahkan keberuntunganku ini melebihi langit."


[...]


[Ini karena sistem memberikan misi, tuan.]


[Tuan, sistem memang tidak memiliki perasaan, hanya sebuah teknologi baru yang mencoba membantu tuan mencapai puncak kekuatan dan kekuasaan.]


"Humph! Dasar tidak memiliki perasaan sama sekali, kamu benar-benar jahat."


[...]


[Poin Sistem, dikurangi 100 Triliun.]


"Urghh! Jangan main potong-potong dong!"


[...]


"Sial! Kamu benar-benar kejam pada tuanmu, baiklah. Aku akan mengalahkan padamu kali ini, namun berikan aku keberuntungan yang hebat agar lebih menyenangkan lagi."


[Bisa di atur tuan, selama Poin Sistem memadai, maka sistem dapat mengabulkan apapun.]


"Itu lebih baik, bagus! Aku akan mencari banyak-banyak Poin Sistem dan mendapatkan keberuntungan hebat."


Ia memiliki tujuan kali ini, karena sistem memberikan sebuah masukkan yang menarik. Karena ia bisa memberikan apapun selama Qin Chen memiliki Poin Sistem, termasuk keberuntungan yang lebih tinggi dibandingkan sekarang.


Qin Chen melesat pergi mencari rombongannya lagi karena besok akan pergi dari sana dan ke Domain Dewa.


***

__ADS_1


Penginapan


"Selamat datang tuan, akhirnya tuan sampai di tempat ini, kami telah menunggu lama tuan disini."


"Ya, ngomong-ngomong dimana si kecil kembar itu?"


"Mereka tengah bermain di dalam ruangannya, apa tuan ingin makan? Kami akan menyiapkannya."


"Tentu, antarkan makanan itu kedalam ruanganku."


"Baik."


Selama berada di lorong, komandan memberikan laporannya kepada Qin Chen tentang apa ia temukan selama menuju penginapan.


Laporannya mengatakan bahwa besok akan ada badai di hutan sehingga banyak orang-orang tidak akan keluar. Jika mereka keluar saat badai, maka akan kesulitan melewati badai itu.


Namun Qin Chen tetap nekad pergi, karena badai bukanlah sesuatu yang harus di khawatirkan. Dengan bantuan badai, ia bisa leveling sampai mentok budidaya mortal dan menuju keabadian.


"Kapten, kalau begitu apa kita akan siap-siap sekarang untuk besok?"


"Ya, kau siapkan untuk anak-anak. Sekaligus, persiapkan diri untuk masuk Domain Dewa. Karena mungkin ada banyak kekuatan yang melebihi kita, karena itu kita bisa membuat kita kewalahan disaat aku sendiri masih ditahap Nirvana."


"Baik kapten, kami akan menyiapkan semuanya agar tidak menganggu kapten."


"Baguslah, pergilah."


"Baik."


Setelah ia pergi, makanan Qin Chen tiba di dalam ruangannya. Disana, ia menikmatinya sambil ditunggu oleh wanita-wanita cantik disampingnya, ia begitu menikmatinya karena ditemani wanita cantik.


Hingga selesai, Qin Chen menghabiskan semuanya. Setelah itu, pelayan itu membawa piringnya kembali ke belakang meninggalkan Qin Chen didalam ruangan.


"Sangat nikmat."


Ia terbaring di atas tempat tidurnya dan tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan kedua gadis kecil itu melompat ke tempat Qin Chen dan mereka memeluknya dengan erat.


Qin Chen terbatuk-batuk sambil melihat mereka berdua yang ingin tidur bersama, mereka semua tidur di samping Qin Chen dengan nyenyak.


Qin Chen mengipasinya dengan kipasnya, ia melihat mereka berdua yang tersenyum karena tidur disampingnya.


"Ha! Si kembar manis ini, mereka tidur begitu cepat tanpa mengatakan apapun, hanya tersenyum senang dan tidur disampingku."


[...]


Qin Chen ketiduran disana setelah mengipasinya sampai pagi harinya tiba tanpa lelah.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2