
Tengah Malam
Setelah menyerap energi di sekitarnya cukup banyak, ia membuka matanya dan melihat bawahan Peng Chao dan Peng Chao sendiri tengah memegang senjata masing-masing karena disekitar mereka sudah tidak aman lagi dimana ada banyak monster-monster berkeliaran disekitarnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Ternyata saudara telah bangun, sebelumnya ada banyak pergerakan monster yang mengepung tempat ini. Apa saudara mengetahui apa yang terjadi sekarang?"
Qin Chen langsung berdiri, ia melihat dengan matanya sendiri dan tertegun karena ada banyak monster Saint di sekitarnya dan ribuan monster dibawahnya.
"Saudara, bawa semua orang bersembunyi, mereka kesini untuk mengincarku karena membunuh monster saint sebelumnya."
"Apa! Tidak mungkin aku meninggalkan saudara Chen yang tengah terluka."
"Tidak apa-apa, mereka lebih mudah diurus dibandingkan monster kuno sebelumnya. Dia benar-benar lawan yang merepotkan, karena sekarang aku telah meningkat sehingga akan memudahkanku mengalahkan mereka."
Qin Chen menyentuh pundaknya, lalu ia melesat ke langit memburu monster saint yang mencoba mengepung dirinya yang tengah terluka melawan monster kuno. Namun sayangnya, Qin Chen memiliki kemampuan regenerasi sehingga lukanya akan dipulihkan kembali.
***
Pinggir Pulau Terapung
Qin Chen berada disana sambil memegang palunya, ia tengah melakukan leveling besar-besaran melawan monster keroco sebelum melawan monster saint untuk mendapatkan peningkatan kekuatan yang lebih sehingga mudah baginya melawan nanti.
[Ding!]
[Selamat tuan, karena berhasil membunuh ... ]
[Selamat tuan, karena ... ]
[Selamat ... ]
[ ... ]
"Mantap! Hajar terus sampai habis, oraaa ... Oraaa ... Oraaa ... "
Boom! Boom! Boom!
Ia mengayunkan ribuan kali dengan kecepatan rata-rata, bahkan monster-monster dibelakangnya ketakutan melihat Qin Chen seperti iblis gila suka membantah monster tanpa perasaan sedikitpun.
"Lari? Lebih baik aku lari!"
Jika mereka dapat bicara, mungkin itu adalah kata yang ingin mereka ucapkan sekarang ini. Sementara itu, Qin Chen tertawa seperti hantu kecil yang ganas, dengan wajah polosnya seperti anak kecil membabi-buta menyerang segala tempat.
Duarr! Boom! Boom!
__ADS_1
"Tinju Pemecah Air!"
Ia mengarahkan pukulannya ke arah badak petir cap gajah dihadapannya dengan keras hingga badak itu terlempar ke belakang menghantam pepohonan hingga tulangnya patah.
Qin Chen melirik kesamping dimana monster-monster itu tercekik dan tiba-tiba berlarian menjauh tempat tersebut karena takut dengan Qin Chen.
"Kenapa mereka kabur? Aku belum mencapai Kaisar lapisan 8 loh! Sial, Poin Sistem dan Exp berhargaku kabur karena ketakutan melihatku sekarang."
[Selamat tuan, karena mendapatkan gelar Solo Leveling.]
"Bagus! Solo leveling ada gelar yang normal dibandingkan gelar yang lain, benar-benar suatu keajaiban aku mendapatkan gelar yang normal lagi."
Setelah itu, ia melesat ke tempat lain yang berada dekat dengan aliran sungai abadi dimana air dari pulau terapung terus turun ke lautan tanpa kering selama ribuan tahun lamanya.
Disana, Qin Chen melihat ribuan monster berkeliaran di air dengan kekuatan tubuh cukup sulit ditembus untuk pembudidaya biasa, sementara Qin Chen, ia langsung melompat ke langit dan memberikan hantaman keras dengan palunya.
Duarr!
[Selamat tuan, karena berhasil membunuh ... ]
[Selamat tuan, karena ... ]
[Selamat ... ]
[ ... ]
Sementara ditempat itu juga ada banyak orang yang berkumpul karena tersesat, pertarungan Qin Chen sempat terganggu oleh mereka dan kembali bertarung kembali.
"Telapak tangan penghancur awan!"
Wushh!
Sebuah bayangan telapak tangan Qin Chen melesat dengan kecepatan tinggi dalam bentuk besar ke arah mereka, dalam lingkup yang luas sebuah ledakan besar menggerakkan pulau terapung sedikit kebawah dengan monster-monster itu mati.
Deringan sistem terus-menerus menghantam dirinya, Qin Chen berhenti dan tidak ada satupun monster tersisa. Sementara disampingnya, orang-orang itu ketakutan bersembunyi dibalik bebatuan.
"Keluarlah, kalian benar-benar merepotkan menganggu pertarungan serius sebelumnya. Kenapa kalian berada ditempat ini, apa kalian tersesat."
Satu-persatu keluar dan melihat Qin Chen, pakaian mereka ada yang robek karena berlarian menghindari monster-monster sebelumnya.
"Benar, kami tersesat dan terpisah dengan kelompok kami masing-masing. Apa tuan juga tersesat kedalam hutan ini, bisakah tuan membantu kami."
"Tidak, aku bukan orang baik, dan aku tidak tersesat karena aku memang datang ketempat ini untuk membantai monster-monster disekitar sini untuk kesenangan. Jadi menjauhlah dariku, karena aku bukan orang baik."
Qin Chen bergerak meninggalkan tempat tersebut karena ia masih banyak urusan, walaupun ada beberapa wanita cantik disana yang bisa ia rekrut menjadi kru kapalnya nanti, namun ia sekarang mementingkan leveling sampai mentok.
__ADS_1
***
Lembah Air
Sekumpulan monster saint berada disana menunggu kedatangan Qin Chen yang dimana mereka menyanyikan bahwa Qin Chen akan datang ketempat tersebut dan memulai aksinya melawan mereka yang telah berkumpul bersama menghadapi Qin Chen.
Qin Chen yang berada di balik bebatuan besar, ia mengeluarkan nuklir terakhir miliknya untuk memusnahkan mereka semua sekaligus. Meski harus melawan sebentar untuk mengakhiri pertarungan.
"Oh Istriku yang memiliki keberuntungan tinggi, aku memohon padamu untuk meminjamkan keberuntunganmu untukku saat ini."
Ia menggerakkan tangannya dan melemparnya kedepan setelah meminta keberuntungan dari istrinya. Nuklir itu melesat dengan kecepatan tinggi dan menukik kebawah membawa percikan api sekitarnya.
"Meledaklah dan berubah menjadi keberuntunganku!"
Pada saat nuklir itu lewat disamping mata mereka, mereka tidak bereaksi karena hanya melihat sebongkah benda aneh yang seperti batu dilempar ke arah mereka, namun tanpa mereka sadari bahwa itu adalah peledak Qin Chen dengan hulu nuklir yang dapat menghancurkan mereka berkeping-keping.
Duarr!
Sebuah ledakan besar tepat dibawah mereka menyebabkan getaran hebat dimana-mana, dan sekali lagi pulau itu jatuh kebawah dimana orang-orang dan monster berterbangan menghindari kematian instan.
Ledakan itu menghancurkan mereka dan Qin Chen mendapatkan banyak Poin Sistem dan Exp, ia menembus lapisan 9 dan memasukkan level Nirvana.
[Selamat tuan, karena berhasil menembus level Nirvana.]
[Selamat tuan, karena mendapatkan bingkisan dari dia karena dapat menembus level Nirvana.]
"Wowo! Bingkisan, buka itu aku penasaran apa yang dia kirimkan padaku."
[Selamat tuan, mendapatkan kecupan kening transparan.]
[Selamat tuan, karena mendapatkan 1 buah Golden Apel Immortal.]
[Selamat tuan, karena mendapatkan kemampuan transposisi.]
"Eh!"
Qin Chen mendapatkan banyak hadiah bagus, terutama kecupan transparan dimana saat membukanya, ia mendapatkan sebuah kecupan di kening meski tidak langsung namun ia mendapatkan perasaan dari bibir kecil di keningnya.
"Hehehe, ternyata dia tertarik dengan ketampananku, benar-benar deh! Aku ini memang Tampan dari lahir, dan para dewa dan surga akan iri. Permaisuri surga dan dia akan tergila-gila melihatku, apa lagi saudara kecilku begitu tangguh berdiri seperti singa dan bergerak secepat cheetah, benar-benar besar seperti gajah!"
Begitu narsis sampai-sampai roh disekitarnya memuntahkan seteguk air dari mulutnya tidak kuat menahan geli di telinganya.
...
*Bersambung ...
__ADS_1