Sistem Penguasa Abadi

Sistem Penguasa Abadi
Chapter 61 : Menuju Domain Dewa


__ADS_3

Paginya


Setelah beristirahat semalam, mereka berkumpul di alun-alun kota yang tidak terlalu ramai akan orang-orang mau bangsawan lainnya. Disana, mereka berbaris dihadapan Qin Chen yang tengah duduk di pinggir dinding kolam air.


"Kapten, semuanya telah siap mengikuti perintah."


"Baguslah, hari ini kita akan pergi ke Domain Dewa dengan melewati dinding kota. Jika melewati gerbang, kita akan mengalami banyak kesulitan karena itu kita akan menggunakan jalan kedua."


"Paman, apakah Domain Dewa sangat hebat? Karena Paman ingin kesana, berarti Domain Dewa sangat hebat, ya?"


"Hmm ... Paman tidak tahu, hanya saja paman rasa tempatnya adalah tempat yang nyaman dan damai. Ditambah, mungkin ada banyak sekali bunga-bunga bermekaran disana dikarenakan tempatnya sangat bagus."


"Benarkah! Kalau begitu, ayo kita kesana paman."


Mereka berdua bersemangat sambil memegang tangan Qin Chen, Qin Chen tersenyum lalu melirik ke arah ibu angkat mereka berdua. Ia tersenyum berterimakasih padanya, ini membuat momentum malu-malu kucing yang membuat anak-anak mengangguk seolah ini adalah sikap raja sebenarnya.


Tanpa waktu lama, mereka berdua bergerak melewati dinding meskipun ada banyak prajurit yang mencoba mengejarnya.


Namun sebelum mereka pergi, Qin Chen telah meminta komandan untuk menyiapkan kapal untuk orang itu membangun rumah untuknya di daratan persik. Sekaligus, membeli pemandu untuk memandu mereka semua.


***


Hutan Seribu Nyawa


Dikedalaman hutan, rombongan Qin Chen berlari melompati pepohonan maupun melangkah di daratan. Mereka mempercepat langkah mereka karena dibelakang ada banyak monster besar mengintainya dan siap menyerang kapapun.


Meski bisa melawan, namun tempat mereka masih dibilang rawan akan tebing longsor maupun kebakaran hutan.


"Kapten, ada 658 monster mengikuti kita dari belakang, mereka menyembunyikan keberadaan mereka dan siap menyerang kapapun mereka siap."


"Biarkan, pancing sebanyak mungkin monster ke sisi kita dan tempatkan pada satu titik sehingga bisa di basmi semuanya tanpa meninggalkan sedikitpun sisa."


"Baik!"


Ia memerintahkan pasukannya berpencar dan menarik gerombolan monster ke arahnya. Sedangkan Qin Chen, ia mengamati struktur hutan ini dan menemukan bahwa ada sebuah jurang yang misterius dihadapannya.


'Bagus!'


"Kalian, mendekat sekarang! Aku memiliki rencana yang bagus, dan untuk komandan seret semuanya ikut ketempatku."

__ADS_1


"Baik!"


Qin Chen membawa mereka semua ke samping Jurang tersebut dimana gerombolan monster dan ledakan-ledakan di hutan membuka mata mereka saat mereka melihat monster-monster melompat dan jatuh kebawah.


Sedangkan Qin Chen, ia tengah scroll layar sistem mencari sebuah nuklir untuk di gunakannya.


[Ding!]


[Selamat tuan, karena berhasil membeli Nuklir. Harga; 500 Triliun Poin Sistem.]


Pada saat itu, Qin Chen menarik keluar nuklir besar itu dari penyimpanan miliknya dan membuat semua orang terkejut. Qin Chen melemparnya kebawah.


"Meledaklah!"


Wushh!


Saat nuklir itu masuk kedalam jurang dan menyentuh permukaan, sebuah getaran hebat mengguncang daratan tersebut dengan di suara ledakan susulan yang menggema di seluruh daratan.


Suaranya bagaimana gemuruh guntur yang mengamuk, suara deringan sistem membajari kepalanya dimana Qin Chen meningkat pesat karena mereka memiliki kekuatan yang berada di tahap abadi.


"Beres, sekarang kita pergi."


Qin Chen menepuk tangannya menghilangkan debu-debu yang menempel, mereka tercengang karena ini pertama kalinya melihat Qin Chen menggunakan benda aneh dan meledakkan sebuah gunung, mungkin.


Qin Chen melirik dengan bingung, bingung dengan reaksi mereka semua. Saat mengingat kembali, ia menyadari bahwa benda sebelumnya memang aneh dan sulit dijelaskan kepada mereka.


"Lupakan soal sebelumnya, kita memiliki misi penting untuk ke Domain Dewa."


Mengangguk paham, mereka semua melanjutkan perjalanan menuju gerbang yang semua orang maksud ada di luar kota ini dimana gerbang/portal Perpindahan ada disana.


***


Pinggir Laut


Dihadapan mereka, lautan yang tidak terlihat ujungnya membentang luas di depan mata. Begitu jernih, dan begitu luas sampai-sampai Qin Chen kebingungan menemukan portal itu ada dimana.


Sepanjang jalan, ia telah melihat hutan namun tidak melihat hal yang mencurigakan, dan hanya satu yang mencurigakan yaitu lautan yang membentang luas ini.


"Bagaimana kapten? Saya tidak menemukan sedikitpun sumber yang mencurigakan disini, kemungkinan besar portal itu berada di pulau terpencil di lautan ini."

__ADS_1


"Kau benar, komandan. Kemungkinan besar memang disana" Qin Chen langsung mengeluarkan kapalnya dan naik sebelum berangkat mencari portal tersebut berada sekarang.


Sebelum berangkat, ia melihat pinggiran daratan ini sedikit aneh seolah ada sesuatu yang membelahnya. Namun, Qin Chen mengabaikan itu dan bersikap optimis bahwa portal itu mungkin ada di pulau dekat dengan daratan tersebut.


Mereka melaju mencari pulau yang mereka cari, dimana Qin Chen dengan teropongnya di atas kapal melihat kanan dan kiri. Di sekitarnya ada dua gadis kecil, dan satu wanita cantik membantunya mencari.


"Paman, aku melihat sesuatu yang besar bergerak dengan kecepatan luar biasa di depan sana." Katanya sambil menunjuk ke arah dimana ia melihat.


Qin Chen dan lainnya langsung melihat dimana sesuatu bergerak dengan kecepatan luar biasa. Saat memastikan lebih dekat, ia terkejut melihat pulau yang bergerak, ini sesuatu yang mengejutkan.


"Apa itu Ancient Tortoise? Dimana ia membawa sebuah pulau besar di cangkangnya sebagai hukuman dari Dewa Matahari? Untuk pertama kalinya, aku melihat hal yang menakjubkan seperti ini." Kata wanita itu dengan suara yang terkejut sekaligus kagum.


"Apa kau mengetahui tentang kura-kura ini?"


"Umm ... Ini adalah cerita legenda yang pernah diceritakan secara turun-temurun dari leluhur kami. Ini adalah pertama kalinya aku melihat apa yang diceritakan itu secara nyata, dan ini bukan kebohongan."


"Begitu rupanya ... Apa mungkin portal itu berada di cangkangnya dan membawa menjauhi daratan. Dalam beberapa tahun akan kembali."


"Kemungkinan besar memang seperti ini, namun lebih baik kita memastikannya secara langsung apa benar ada portal ke Domain Dewa."


"Komandan, kejar kura-kura di sana."


"Baik!"


Komandan memerintahkan anak buahnya bergerak lebih cepat membakar bahan bakar untuk mengejar kura-kura dihadapannya. Qin Chen juga memuji kedua gadis kecilnya karena sudah membantu dan menemukan kura-kura ini.


Sebagai hadiah, ia memberikan cemilan manis untuk mereka nikmati sambil menunggu sampai di Domain Dewa.


'Ini benar-benar menyenangkan, dapat melihat hal-hal baru yang tidak pernah aku lihat dan mengubah pandanganku sendiri bagaimana cara menjadi penguasa yang benar.'


Ia tersenyum puas menerima kehidupan kedua ini, karena bagaimanapun ia pernah gagal sekali meski ia adalah Penguasa. Mendapatkan pengalaman kehidupan, cinta dan lain sebagainya menyadarkan dirinya yang sekarang ini.


"Tuan, sebentar lagi kita akan tiba disampingnya."


"Kalian semua bersiap mendarat!"


Para mini Qin Chen begegas, yang lainnya ikut begegas dan berpegangan sesuatu karena akan mengalami sedikit guncangan saat mendekati kura-kura tersebut.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


Blm sehat, masih sedikit ambyar


__ADS_2