
"Aku mendapatkan gelar yang sangat gila, bagaimana bisa perusakan hubungan orang lain. Ngomong-ngomong, setelah kadal bumi bertanduk petir mati, bukankah si kadal betina jadi janda? Hehehe, lelucon dunia aneh ini benar-benar menjengkelkan!" Kata Qin Chen yang kembali melompat ke langit mencari sekumpulan monster lagi untuk farming.
Saat ia berada di hutan yang lebat penuh dengan warna kuning, ada beberapa kelompok lain tengah melakukan observasi di sana. Mungkin mereka mendapatkan harta, ia langsung terjun kedalam medan.
Qin Chen langsung disambut dengan lebah-lebah yang berterbangan di sekitar pohon. Mengingat kenapa kelompok sebelumnya melangkah dengan pelan-pelan tidak membuat suara maupun mengeluarkan keberadaan mereka, ini semua untuk menghindari lebah disekitar mereka.
"Aduh! Aduh! Aduh!" Ia melompat-lompat sambil mengibas-ngibaskan tangannya untuk menghindari lebah yang menggigitnya.
Wuung! Wuung! Wuung!
"Makan ini!" Qin Chen membakar satu pohon disamping dan menghasilkan asap yang tebal. Ia dapat menghindari lebah sesaat, namun sesaat kemudian sekumpulan lebah berterbangan di langit membentuk barisan perang.
Seperti jendral memerintahkan pasukan untuk menyerang dan melindungi sang ratu didalam sarangnya. Serangan mereka membuat Qin Chen geram dan membakar hutan dengan apinya, ini membuat kabut asap yang tebal di lapisan kedua membuat kelompok tersebut batuk-batuk.
Qin Chen lari ke tempat yang aman, ia duduk di atas pohon besar. Dimana di atas kepalanya ada madu besar berwarna kuning, tidak lebih tepatnya keemasan sedikit dengan begitu kental.
"Sangat manis! Bisa dibuat gula ataupun selai roti." Setelah mencicipi rasa madu, ia membeli ribuan toples untuk memasukkan madu tersebut kedalam toples.
***
Sementara itu, ditempat kelompok tersebut, mereka batuk-batuk tidak kuat mengirup nafas karena asap yang cukup tebal. Semuanya karena ulah Qin Chen yang tidak dapat diam saat berada di satu tempat, ia membakar hampir setengah hutan untuk menghindari lebah sebelumnya.
"Uhukk ... Uhukk ... Siapa yang membakar hutan, sialan! Aku sebentar lagi akan mati, tidak tolong aku ... Uhukk ... Uhukk ... Sayang, aku harap kamu bahagia, tapi jangan dengan dia, uUhukk ... Uhukk .." Katanya yang tiba-tiba runtuh mencoba meraih langit dengan tangannya.
Matanya lemah, perlahan menutup dengan suara detak jantung yang mulai mengecil. Terlihat nyata, seolah sudah di ambang kematiannya.
Plak!
Suara tamparan mendarat di wajah pria tersebut dengan keras. "Sudahi aktingmu, sekarang bantu yang lain mencari tempat yang tidak ada asapnya."
__ADS_1
Mata pria itu berkaca-kaca sambil menyentuh wajahnya yang merah. "Huhuhu, nona kau jahat sekali ... Setidaknya biarkan aku akting yang bagus, siapa tahu aku dapat direkrut menjadi pemain teater, dan menjadi artis terkenal di dunia."
"Tch! Merepotkan! Cepat bantu mereka, atau gajimu aku potong 90%!"
"Siap nona!" Ia langsung berdiri dengan tegap memberikan hormat, dan kembali bekerja membantu yang lain tengah lemas kebanyakan menghirup udara kotor.
Wanita itu melirik kesamping dan menemukan tempat yang aman meski terlihat jauh. "Kita akan ke barat, bantu yang lain untuk berjalan kesana. Kita hanya memiliki beberapa waktu untuk hidup, atau mati karena sesak nafas."
"Baik Nona!" Kara para pria dengan sigap berjalan membantu yang lain ke tempat wanita itu tunjuk.
Setelah beberapa menit berlalu, mereka tiba ditempat yang tidak tercemar oleh asap tebal sebelumnya. Diatas mereka, Qin Chen tengah memeras madu dimasukkan kedalam toples kaca yang cukup besar.
"Kalian semua dapat beristirahat dan menstabilkan energi kalian, bersihkan tulang-tulang kalian dan otak bodoh kalian agar tidak terinfeksi oleh pria disana!" Katanya sambil menunjuk ke arah pria sebelumnya yang berakting di dalam bencana.
"Baik Nona!"
Sementara Qin Chen, kupingnya berdenyut seperti mendengar suara orang. "Hmmm ... Sepertinya tadi aku mendengar suara wanita, tapi dimana? Ah! Sudahlah, lebih baik panen madu untuk di jual, lumayan cuan cair bulan ini, dan bisa bermain dengan wanita cantik berdada besar di kota, hehehehe."
"Nani! Tuyul dari mana dia! Tidak mungkin dari kekaisaran! Apa kaisar tidak memiliki cukup uang untuk membayar pajak tanah? Dan mengutus tuyul ini mencuri banyak madu di tanah sembilan gunung monster? Untuk dijualnya?!"
"Diamlah, biarkan aku yang mengurus masalah ini." Dengan bangganya, pria dengan kelainan jiwa berdiri di atas batu besar menarik pedangnya dan menancapkan pedang tersebut ke atas batu dengan pose tangan di atas genggaman pedang, seperti pose Raja Arthur.
Hembusan angin dari timur menyapu dedaunan dan rambutnya beterbangan seperti pahlawan sejati dan tiba-tiba cahaya matahari menyorotnya dari depan membuat dirinya menjadi pahlawan gagah berani menghadapi musuh dengan tegap sendirian.
Qin Chen menutup matanya karena silau melihat kepala pria itu botak sebelah habis kebakar. Bahkan kawan-kawannya terkagum sesaat setelah itu tertawa terbahak-bahak melihat silauan yang memantul dari kepalanya.
Wanita itu menutup wajahnya dengan tangannya. "Tidak-tidak, dia bukan anak buahku, aku mohon berhentilah. Kau membuatku malu sebagai bos."
Melihat kepercayaan dirinya begitu kuat, Qin Chen melangkah kedepan dengan gagah melihat kebawah dengan dingin. Semua orang terkagum-kagum sambil menepuk tangan memberikan apresiasi.
__ADS_1
Tatapan mata mereka berdua begitu tajam satu sama lain, ini memberikan suasana yang berbeda. Bahkan, wanita itu membuka matanya dengan terheran-heran melihat anak buahnya begitu hebat dalam berakting.
"Kekekeke ... " Tawa Qin Chen seperti iblis yang membuat pria itu mengertak giginya, dan membalas Qin Chen.
"Wahai bocah Iblis yang di utus oleh kekaisaran, menyerahlah! Kau sudah terkepung oleh pasukanku." Katanya dengan gagah berani di atas batu tersebut.
"Si- Siapa kau ... " Qin Chen berpura-pura terkejut dan gemetar mendengar perkataannya, ini membuat mereka dibawah sana tercengang melihat dua orang gila saling akting satu sama lain.
"Kahahaha! Siapa aku! Kau tidak layak mengetahui siapa aku, bocah iblis. Tapi, karena aku mengagumi keberanianmu, aku akan mengatakannya." Mata Qin Chen serius, ini membuat momentum kekuatan besar dimana hembusan angin menerbangkan rambut dan pakaian seperti berada di puncak gunung. "Aku adalah Raja Tampan! Penguasa keabadian dunia atas, Wehuan!"
"Gaahhh!" Rahang mereka runtuh mendengarnya, tidak sanggup lagi menahan tawa melihat botak sebelah berakting sangat jago di depan sana.
Wanita itu tidak bereaksi saat mendengar, ia menutup wajahnya dan sedikit kesamping membuang muka. "Memalukan, ini benar-benar memalukan."
Qin Chen tersenyum kecil, ia menyelimuti dirinya dengan nyala api. Semua orang langsung terdiam dan berwaspada terhadap serangan Qin Chen, namun tidak dengan pria tersebut.
Musuh terberat di dunia adalah melawan orang bodoh, karena mereka tidak takut apapun. Pria itu masih berdiri dengan gagah menghayati aktingnya. "Kahahaha! Apa kau tahu siapa aku?" Tanya Qin Chen.
"Siapa kau?"
"Aku adalah Raja Akting! Pria tampan yang di sukai wanita muda dan janda! Qin Chen!" Qin Chen berbicara dengan nada serius, ini membuat serangan mental yang sangat kuat kepadanya.
"*Cough!" Pria itu runtuh, dengan tubuh yang gemeteran. "Ti- Tidak mungkin, bagaimana bisa aku kalah disini! Aku tidak terima, aku belum mencicipi wanita muda seumur hidupku. Sial! Aku sangat iri."
"Bergabunglah denganku, aku akan membawamu ke puncak kehidupan dan kenikmatan duniawi!" Qin Chen mengulurkan tangannya, ini memberikan harapan bagi pria sebelumnya yang telah kalah dalam keputusasaan.
"Baik."
...
__ADS_1
*Bersambung ...