Sistem Penguasa Abadi

Sistem Penguasa Abadi
Chapter 50 : Monster Buaya Darat!


__ADS_3

[Selamat tuan, karena mendapatkan Pedang Naga Kuno.]


[Zonk!]


[Zonk!]


"Eh!"


Qin Chen memiringkan kepalanya, untuk pertama kalinya ia mendapatkan zonk dalam hidupnya. "Dasar curang! Kau mengambil hadiahku lalu menukarnya dengan hadiah kosong! Tidak punya hati!"


[Tuan, box hadiah tidak semuanya berhadiah, semuanya tergantung pada keberuntungan. Jika tuan beruntung, maka semua box akan memiliki hadiah.]


"Urghh! Sial! Keberuntunganku sudah aku gunakan sebelumnya, tapi sudahlah! Aku telah mendapatkan keuntungan dari keberuntunganmu sebelumnya, sekarang mendapatkan pedang tidak buruk."


Ia pasrah, lalu melihat kanan dan kiri hanya ada hutan lebat yang belum pernah dijangkau oleh siapapun di dunia ini. Melihat hal tersebut membuat Qin Chen penasaran, ia lalu menoleh kearah dua gadis kecil sebelumnya.


"Komandan, jaga kapal ini sampai aku kembali. Aku akan mengecek kondisi hutan ini sebentar, dan kirimkan beberapa anak-anak untuk mengumpulkan informasi tentang hutan ini."


"Baik."


Qin Chen melesat pergi dari kapal menuju hutan yang lebat, dengan kecepatannya dan ketinggiannya. Qin Chen melihat dataran yang penuh dengan hutan dan aliran sungai dimana-mana memisahkan dunia tersebut.


***


Hutan Sembilan Bentuk


Didalam hutan, ia berhenti di depan batu besar yang membentuk sebuah ukiran zaman kuno dimana Qin Chen seperti mengingat ataupun mengetahui hal tersebut, ia mengamati lebih jelas dimana ukiran tersebut seolah bergerak membuat Qin Chen terkejut.


"Bukankah ini ukiran zaman batu? Kenapa ada disini? Apa mungkin terhisap lubang hitam lalu keluar dari lubang putih."


"Siapa disana!"


Tiba-tiba orang-orang dibalik semak-semak keluar mengagetkan Qin Chen yang tengah sendirian didalam hutan. "Dasar brengsek! Kau mengagetkanku!"


"Huh! Seorang bocah!"


"Sialan! Sudah mengagetkanku, lalu menghinaku sebagai bocah! Apa kau tidak tahu bagaimana mengucapkan minta maaf?!"


"Bacot! Kau yang seharusnya mengatakan minta maaf pada kami, karena kau kami semua tersesat!"


"Apa urusannya denganku!"

__ADS_1


"Tangkap bocah sialan ini! Jadikan dia kambing hitam saat ada monster, agar di tahu bagaimana mati di cabik-cabik oleh monster kelaparan!"


Tap ... Tap ... Tap ...


Qin Chen dikepung dan ia berada di situasi yang membuatnya ingin memukul mereka dengan keras. Ia lalu menarik pedangnya yang baru saja ia dapatkan dari hadiah box, dengan kecepatan tangannya ia menebas.


Slash! Slash! Slash!


Dengan disusul langkah pembunuh dewa membuat skill pedang Qin Chen sangat mematikan. Dalam waktu singkat, mereka tergeletak tak bernyawa lagi dengan deringan sistem memberikan selamat atas mendapatkan Poin Sistem dan Exp.


"Bocah! Sekarang giliranmu, kau membuatku kesal hari ini, jadi jangan salahkan aku melukai sedikit tubuhmu."


Ia melesat kesampingkan dan memotong adik kecilnya dengan pedangnya, awalnya tampak biasa dan tiba-tiba suara teriakkan kesakitan membuat burung-burung di pohon beterbangan dan sekumpulan monster berdatangan.


Qin Chen tersenyum kecil dengan mata tajam kearahnya. "Apa sakit? Auww, itu benar-benar menyakitkan!"


"Ke- Keparat! Aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan nyaman, saat aku kembali, aku akan memberitahukan keluargaku!" Balasnya dengan menahan rasa sakit, tubuhnya gemteran dengan keringat dingin bercucuran keluar.


Qin Chen tertawa kecil. "Itupun jika kau bisa keluar dari pedangku!"


Srash!


Tanpa menunggu waktu ia membalasnya, Qin Chen telah mengayunkan pedangnya membelahnya menjadi dua bagian. Ia mengambil harta mereka dan pergi karena sekumpulan monster lapisan 9 tahap raja mulai berdatangan dan ada yang berada di tahap Kaisar.


***


Rawa Buaya Darat


Disana, ia berdiri di ranting pohon yang cukup besar mengamati sekumpulan buaya darat tengah berkumpul berbicara, mungkin. Sekumpulan buaya darat itu memiliki jumlah kisaran 7.963 monster dengan di tahap Kaisar beberapa ratus dan tahap raja lapisan 9 sisanya.


"Peledakku tersisa yang anak-anak sementara nuklir sudah habis. Sayang sekali, aku harus menggunakan ketrampilanku sesekali untuk mengasah lebih tajam."


Ia mengeluarkan pedangnya lalu memegangnya di tangan kiri dan palu besar di tangan kanannya. Setelah siap, ia melompat ke langit membuat buaya darat menoleh ke arah Qin Chen dan menyemburkan nyala api.


Qin Chen melempar pedang ke langit dan dengan bantuan palu ia mengharamkan gagangnya hingga melesat semakin cepat kebawah.


Duarr!


Sebuah ledakan besar mengguncang gunung dan air rawa meluap naik ke langit membuat geram mereka. "Makan ini, Palu Surga Penghancur Gunung!"


Ia mengayunkan palunya kebawah membawa tekanan yang memercikkan api yang terang membakar langit. Saat serangan Qin Chen menyentuh tanah, sebuah ledakan besar lagi-lagi terdengar hingga membuat sekumpulan monster lainnya bergerak mendekati sumber suara.

__ADS_1


Suara deringan sistem membajari kepalanya dengan notifikasi mendapatkan banyak Poin Sistem dan Exp kali ini. Qin Chen masih bergerak dengan langkah dewa miliknya membanti habis semua monster dekat dengannya.


[Ding!]


[Selamat tuan, karena berhasil naik level Kaisar lapisan 2.]


"Huh! Akhirnya, aku naik level dengan leveling monster! Baiklah, malam ini aku akan bergadang meningkatkan kekuatan sampai seluruh monster di hutan ini menghilang tidak meninggalkan apapun!"


Ia pergi ketempat lain mencari monster-monster di sekitar kapalnya untuk melindungi secara diam-diam. Karena ada anak kecil yang ai bawa disana, karena itu ia membantai habis monster-monster di sekitarnya.


Ditanah yang kering, hanya ada ranting-ranting kayu yang bergelantungan dimana-mana, suara-suara tawa gadis yang membuat Dejavu, Qin Chen merinding ketakutan meringkuk di sudut pohon.


"Huhuhu ... Tolong aku, meski aku seorang tiran bumi, aku tetap takut hantu! Dia bisa saja tiba-tiba muncul didepan mataku dan mengejutkan hingga jantungku hampir copot! Bagaimanapun, dia musuh alamiku!"


[...]


Bahkan sistem sendiri kebingungan dengan sikapnya, bagaimana bisa tiran bumi ketakutan dengan hantu dan malah bersenang-senang melawan monster mengerikan seperti sebelumnya.


Qin Chen yang meringkuk mendengar suara itu semakin kecil dan pertanda bahwa hantu mulai mendekatinya. Tiba-tiba hawa merinding membajarinya, dan suhu disekitarnya mulai memanas membuat Qin Chen semakin gemeteran.


Tepat didepan matanya, sosok wanita buruk rupa dengan rambut panjang melayang tepat didepan matanya. Qin Chen menahan nafasnya karena tidak kuat melihat rasa takutnya sendiri.


Saat wanita itu berhenti, ia menoleh ke arah Qin Chen dengan mata tajam membuat Qin Chen berteriak dengan suara jantan. "Kyaaa~"


Tangan kanannya melesat ke wajahnya hingga ia terlempar jauh kebelakang menembus pepohonan. Qin Chen gemeteran lalu menarik tangannya, ia melihat hantu wanita itu tidak terluka dan marah mengganas.


Kikikiki! Hahahahahah!


"Bukankah dia semakin marah!"


[Seperti yang tuan lihat, hantu wanita mulai mengamuk karena tuan pukul kecantikannya. Dia sekarang dalam mode pelakor! Menyantap para lelaki hidung belang seperti tuan.]


"Eh! Kau masih bisa bercanda di situasi aku sedang sekarat! Kurang ajar, aku akan memotong sistemmu! Lihat saja!"


[Ding!]


[Poin sistem dipotong; 10 Kuadriliun.]


"Urghhk! Si- Sial! Aku susah payah mengumpulkannya, dan kamu mengambilnya! Tch! Sistem tsundere!"


[Mau di potong lagi?]

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2