
Dunia ini memiliki kekuatan abadi dan merupakan kekuatan terakhir yang ada di dunia. Kekuatan itu dibagi menjadi beberapa tahap; Immortal Realm, Human Immortal, Earth Immortal, Celestial Immortal, Profound Immortal, Golden Immortal, Immortal King, Supreme Being, Nine Heavens Supreme.
Setiap tahap memiliki lapisan yang sama seperti kekuatan di bawahnya, 1-9. Sedangkan untuk Immortal King, Supreme Being, dan Nine Heavens Supreme memiliki tiga lapisan; Awal, Menengah, dan Puncak.
***
Duarr!
Sebuah ledakan besar menghempaskan sekitarnya, uap panas bercampur dingin membuat ledakan uap susulan dimana hawa panas menerkam tubuh mereka dan seluruh pakaian mencair seperti es batu dipanaskan diatas panci.
Qin Chen tercengang karena serangannya tidak mempan dan membuat naga itu terbangun dari tidurnya. Ia melihat Qin Chen tengah berada di atas tubuhnya tengah mencoba melukainya, awalnya melihat dengan bingung, secara tiba-tiba berubah ganas.
Roarrr! Wushu!
Duarr!
"Kuegkkk!" Ia terhempas kebelakang dan menghantam dinding gunung, memuntahkan seteguk darahnya dimana Qin Chen tersansang di dingin tidak bergerak, tulang 6 tulang rusuknya patah dan tulang punggungnya ikut-ikutan patah sehingga ia tidak bisa berdiri untuk saat ini.
Regenerasi miliknya bergerak secepat kilat menyembuhkan Qin Chen, sementara rombongan Peng Chao terhempas kebelakang dan terluka-luka, mereka tidak mungkin bisa memenangkan pertarungan ini dengan bermodalkan nekat.
Setelah beberapa menit berlalu, Qin Chen kembali berdiri dimana memberikan reaksi tertegun oleh naga itu.
"Dasar kadal brengsek! Aku akan mencincang tubuhmu, membuat makanan sop buntut! Lihat saja, aku sedang marah sekarang ini, haaaaaaaaaa!"
Meledak-ledakkan, aura Qin Chen meledak-ledak membuat orang-orang itu tercengang. Aura merah, kuning, hijau, dan biru membentuk pelangi menyelimuti Qin Chen seperti nyala api.
Rambutnya berdiri tegak ke atas dengan warna putih, seolah ia tengah memasuki mode Saint Seiya. Kekuatannya berlipat-lipat ganda dikalikan oleh kekuatan tubuhnya yang meningkat.
Tubuh abadi abadi sejati menekan kerusakan fisik sehingga pertarungan akan seimbang meski hanya bisa digunakan sekali sehari dengan batas waktu beberapa menit kedepan saja.
"Ayo mulai!"
Boom!
Ia melesat kedepan sambil menghancurkan dinding sebelumnya, naga itu meraung keras memecahkan keheningan. Tiba-tiba di mulutnya terbentuk sebuah bola lava yang besar dimana ia dilemparkan ke arah Qin Chen sekarang.
__ADS_1
Saat bola itu terlempar, Qin Chen menarik palu besar miliknya dan mengayunkan ke langit membentur serangan bola api besar itu hingga membuat sebuah ledakan supermasif yang besar.
Duarr!
"Kuegkkk!"
Keduanya terluka akibat serangan itu, Qin Chen terhempas ke dinding yang hancur dan naga itu terhempas kebawah menghantam lava dan meledak ke langit menyemburkan lava panas itu ke langit dan membanjiri kaki gunung.
Kedua orang itu kembali berdiri dengan pemulihan diri yang sangat hebat, karena mereka sama-sama abadi tidak akan mati hanya terluka seperti ini.
"Keparat ini! Aku akan mencincang, serius!"
Qin Chen melesat dengan kecepatan tinggi, bersama dengan naga itu menyerang Qin Chen dengan cakarnya. Mereka berdua beradu kekuatan fisik, bahkan daratan dibawah dihancurkan.
Pulau terapung itu mulai turun secara signifikan kebawah, mereka hampir menabrakan pulau ke lautan yang luas dibawah. Jika itu terjadi, akan ada Tsunami besar yang menenggelamkan daratan disekitarnya.
Bang! Bang! Bang!
Satu demi satu pukulannya terus beradu, Qin Chen dan naga itu membuat orang-orang sebelumnya tercengang tidak dapat mengikuti kecepatan, kekuatan, dan ketangkasan mereka berdua dalam bertarung.
"Sial! Dia kuat!"
Qin Chen berada di atas bebatuan yang masih bertahan meski diterpa oleh lava, bahkan lava itu menetes di lautan hingga mengeluarkan uap panas dan air mendidih sekilas setelah itu menghilang seperti tidak terjadi apapun.
Ia mengeluarkan pedangnya karena pertarungan serius, naga itu sama halnya, ia mengepakkan sayapnya beberapa kali lalu terbang ke langit melihat Qin Chen dengan begitu tajam.
Secara tiba-tiba, mereka berdua melesat satu sama lainnya saling bertabrakan saat pedang Qin Chen menghantam kepalanya begitu keras membuat gelombang energi yang mengejutkan di pulau.
"Haaaaaa!"
Sedikit kepalanya tergores dan terluka, melihat kesempatan ini ia membakar lebih banyak energi menyerang naga itu dengan kekuatan penuhnya.
Swoosh!
Slash! Slash! Slash!
__ADS_1
Dari kepala hingga ujung ekornya terbelah menjadi dua bagian, naga itu menyemburkan darah yang begitu banyak dan terjatuh kebawah.
Qin Chen yang telah membunuhnya ikut terjatuh kebawah karena ia kehilangan banyak energi. Sebelumnya membakar energi untuk mengangkat kekuatan dirinya sementara, karena itu ia terjatuh karena lemas.
Dari samping, Peng Chao melompat dan menangkap Qin Chen yang terjatuh karena dibawah dipenuhi lahar lava yang panas. Mereka semua berkumpul di atas bebatuan yang besar dimana tempat yang tidak terjangkau oleh lava yang mengalir.
***
Setelah beberapa waktu berlalu, Qin Chen perlahan membuka matanya.
"Kapten, saudara Chen telah bangun." Kata bawahannya yang membuat mereka terkejut dan langsung berdiri dan pergi ketempat Qin Chen.
Qin Chen yang membuka matanya ia melihat ke langit yang mulai malam, matanya sedikit silau dan energi dalam dirinya belum pulih sepenuhnya karena terkuras habis. "Ha! Itu tadi melelahkan sekali."
Ia beranjak untuk duduk dibantu oleh Peng Chao di sampingnya. "Saudara, apa kau telah baikan sekarang?"
"Sedikit, aku telah membakar energi begitu banyak sampai-sampai kehilangan kendali dan membuatku tak sadarkan diri. Apa saudara Chao telah mengambil harta itu?"
"Ya, aku telah mengambilnya setelah memastikan saudara Chen baik-baik saja. Saudara Chen hampir membuat jantungku lepas, saudara memiliki kekuatan hebat, bukankah mudah menjadi Raja Laut, namun saudara seperti orang biasa."
"Hahaha ... Aku lupa mengatakannya, aku berasal dari daratan manusia, dan berpetualang mencari keabadian sejati. Lalu menjadi penguasa dunia ini, lalu mencari banyak istri untuk disimpan setiap hari satu, lalu hidup bahagia dengan para istri-istri manisku!"
Mata Peng Chao tidak dapat menahan keterkejutan dirinya, ia tidak tahu apapun tentang Qin Chen dan hanya mengetahui bahwa ia memiliki sifat yang unik. Tidak tahu malu, dan suka membuat keributan, meski begitu ia mengagumi kekuatannya.
"Khahahhaha! Saudaraku benar-benar orang yang menarik, aku tidak berharap kau mengatakan hal ini, tapi ternyata saudara mengatakannya secara terang-terangan."
"Hahahaha ... Kalau disembunyikan berarti munafik, aku tidak akan melakukan hal ini, aku akan langsung pada point utamanya, katakan dengan jelas dan jujur, karena itu pendirianku saat ini."
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak di atas bebatuan itu dimana bawah Peng Chao ikut tertawa mendengar pembicaraan mereka berdua disana.
Setelah itu, Qin Chen menutup matanya bermeditasi menyerap energi sekitarnya untuk menggantikan energi yang telah terkuras melawan naga sebelumnya.
...
*Bersambung ...
__ADS_1