
Dataran Semi
Qin Chen menurunkan mereka dan tergeletak dengan nafas tersengal-sengal, "Huft! Huft! Kau sangat berat nona, aku kelelahan mengangkatmu dari sudut dunia hingga ketengah dunia."
"Apa! Dasar tidak senonoh! Aku tidak gendut, berat badanku sangat ideal, aku selalu memperhatikan penampilanku!"
"Baik-baik, pergilah sebelum mereka mendekati tempat ini, aku ingin tidur." Kata Qin Chen memalingkan wajahnya kesamping, ia ingin beristirahat dan menetralkan energi yang kacau dalam dirinya.
"Eh! Dasar tidak punya hati, sudah menculikku lalu menyuruhku pergi? Aku tidak tahu tempat ini, bagaimana caraku kembali ... "
"Merepotkan, tinggal pergi ke arah timur kau akan berada di kota terdekat."
"Apa! Humph! Aku tahu dari awal kalau laki-laki itu sama semua, sudah mendapatkan keuntungan lalu meninggalkan, benar-benar tidak memiliki hati!"
Qin Chen membuka matanya, ia lalu menoleh ke arah gadis di belakangnya. "Nona, aku berterimakasih karena membantuku, tapi sekarang musuh sedang mencari orang yang membuat keributan, aku sudah memberikan hati yang baik, tapi kamu meminta jantung."
"Tapi kamu meninggalkan aku ditempat entah berantah ini! Aku akan adukan pada ayahku, agar kau dihukum olehnya, lihat saja saat aku kembali."
"Hohoho! Siapa ayahmu? Apa dia kuat, aku tidak keberatan untuk memukul orang setelah semua ini."
"Humph!"
Ia melangkah meninggalkan Qin Chen, Qin Chen menghela nafasnya, ia lalu berdiri dan mengikutinya dari belakang, karena ia masih berhutang budi dibantu memberikan buff sebelumnya.
"Kenapa kau mengikutiku!"
" ... Aku merasa bertanggung jawab membawamu, sekarang aku akan mengantarmu sampai ke kediamanmu, dimana itu? Aku akan membawamu kesana."
"Tidak perlu, aku bisa sendiri!"
Qin Chen geram dengan sikapnya, ia lalu meletakkan tangannya ke atas kepalanya membuat gadis itu tidak bergerak dan ketakutan melihat wajah Qin Chen yang menyeramkan.
"Gadis kecil, aku sudah sangat baik padamu, sekarang kau menolakku? Aku bisa memakanmu hidup-hidup disini tanpa sepengetahuan orang lain. Jadi, bekerjasamalah atau aku benar-benar memakanmu!"
"Ba- Baik ... Lepaskan tanganmu, kau menyeramkan."
Ia mengetuk kepalanya tiga kali. "Bagus, kita ke kota untuk sekarang, dan ceritakan padaku tempatmu agar aku bisa mencari tahu tempat tersebut."
"Ba- baik."
Didalam hantinya, ia sangat geram dan ingin mencabik-cabik Qin Chen. 'Lihat saja saat aku kembali, aku akan mengadukannya pada ayahku, lalu mengikatnya dan menghukumnya setiap hari!'
__ADS_1
Ia mengepalkan tangannya dengan geram menahan diri, Qin Chen tertawa kecil karena ia tahu apa yang dipikirkan olehnya, karena hal itu sudah sering terjadi pada orang yang mengutuknya.
"Berhati-hatilah saat mengutuk seseorang, karena seseorang itu bisa saja kembali mengutuknya." Kata Qin Chen tersenyum tipis ke arahnya.
Gadis itu tertegun, apa yang di pikirannya dapat dibaca oleh Qin Chen.
***
Kota Dewa,
"Kemana kau membawaku?"
"Apa kau lupa? Aku akan membawamu ke penginapan, tentunya untuk menghangatkan ranjang tuan muda ini. Sungguh sayang kecantikan bulan tidak dinikmati segara setelah mendapatkannya."
"Dasar tidak sopan!" Gadis itu lalu kesamping pelayannya, ia melihat ke arah Qin Chen seperti melihat sampah.
Pelayan itu hanya diam, karena ia tidak tahu harus berbuat apa lagi, semuanya disebabkan oleh nonanya sendiri, dan ia hanya ikut terlibat didalam pelariannya.
Tepat didepan penginapan, kedua gadis itu baru kembali dari membelah cemilan melihat Qin Chen. "Paman," mereka melompat ke arah Qin Chen dan memeluknya, karena sudah beberapa jam tidak melihatnya karena Qin Chen sangat sibuk sampai-sampai tidak memiliki waktu untuk mereka.
"Apa kalian membeli cemilan?"
"Benar, ibu angkat membawa kami berkeliling membeli cemilan dan komandan melindungi kami dari berbagai tempat, lalu paman baru kembali."
"Dia? Paman tidak tahu, karena paman mengambilnya dari hutan, kasihan bukan? Karena itu paman menolongnya dan membawanya."
"Kasihan ... " Kata mereka berdua dengan suara yang terdengar sedih, ini membuat gadis itu mengembungkan pipinya karena di ledekin Qin Chen sepanjang jalan.
Qin Chen tertawa kecil, ia meminta dua gadis kecilnya untuk masuk kedalam penginapan terlebih dahulu, karena Qin Chen ingin berbicara dengan wanita yang merawat mereka berdua.
"Apa ada informasi yang menarik saat pergi keluar?"
"Tidak ada tuan, semuanya tampak netral. Tapi aku mendapatkan sesuatu yang mencurigakan."
"Apa itu?"
"Beberapa orang-orang dari Istana Matahari datang ke kota dan mencari orang-orang yang membuat keributan besar yang menyebabkan langit di selimuti asap hitam yang tebal."
Ia sedikit khawatir, karena orang yang menyebabkan kekacauan itu adalah dirinya sendiri. "Baiklah, apa masih ingin tinggal ditempat ini? Karena aku akan mengantar mereka ke kota besar, tepatnya di Istana Matahari, karena mereka tersesat sampai kota ini."
"Sungguh kasian, saya akan membereskan barang-barang dan besok dapat melanjutkan perjalanan. Karena kedua gadis kecil itu mungkin kelelahan setelah berkeliling di kota ini."
__ADS_1
Qin Chen mengangguk, ia menyuruhnya masuk dan tiba-tiba gadis itu menarik pakaian Qin Chen. "Apa yang kau katakan, aku bukan orang yang tersesat, aku di culik olehmu sampai ke tempat ini. Jika bukan karenamu membuat keributan disana, aku tidak akan sampai ke kota kecil ini."
"Ya maaf, itukan salahmu sendiri ikut menyerang monster itu. Jadi, saat aku tertangkap nanti, aku akan menyeretmu dan pelayanmu sebagai dalang atau komplotan pembuat onar."
"Aaaaa! Dasar laki-laki tidak memiliki hati, sudah mengambil keuntungan dan sekarang membuangnya!"
Semua orang berhenti dan melihat ke arah Qin Chen, tatapan mereka membuat Qin Chen merasa seperti sampah. Kesempatan ini di ambil oleh gadis kecil di hadapannya, ia tersenyum licik membuat kerutan di sudut keningnya muncul.
"Dasar laki-laki tidak bertanggung jawab, kau menodaiku lalu sekarang kau ingin meninggalkanku, dasar baji*gan!"
Orang-orang mulai membicarakan Qin Chen, layaknya sampah.
"Tch! Dasar laki-laki bajin*an, setelah meniduri gadis kecil yang malang, dia tidak bertanggung jawab lalu mencoba pergi, sampah!"
"Dasar sampah, sikapnya lebih bau dari pada sampah!"
"Nona, perhatian sikapmu." Pelayan itu mencoba menarik nona mudanya karena sudah membuat keributan dan mengundang banyak perhatian orang-orang.
Qin Chen tersudut dengan kutukan orang-orang yang memandangnya seperti sampah, tidak dapat menolaknya maupun melawannya karena dukungannya lebih besar dibandingkan dirinya sendiri.
'Gadis sialan! Rusak sudah reputasiku!'
[Apa tuan punya reputasi?]
[Gelar : [Master Perselingkuhan.] - [Perusak hubungan orang lain.] - [Perusak suasana enak-enak.] - [Orang Gila.]
'Ughh!' Bahkan sistem berada di pihak musuh dibandingkan pihaknya, sekarang ia benar-benar tersudut dengan bukti-bukti bahwa Qin Chen sendiri memang tidak memiliki reputasi sedikitpun.
Ia lalu menutup mulut gadis dihadapannya, lalu membawanya masuk kedalam penginapan yang tidak ia ketahui bahwa pikiran orang-orang disana mengatakan bahwa Qin Chen akan melecehkannya lagi di dalam penginapan.
"Dasar sampah, dia ingin melecehkan gadis malang itu lagi di penginapan, benar-benar sampah!"
"Dobrak pintunya, dan arak si sampah keliling kota! Ayo warga kota, serang!"
[Ding!]
[Selamat tuan, karena mendapatkan gelar istimewa, Laki-laki Magang!]
[Selamat tuan, karena mendapatkan gelar istimewa, Pria Sampah.]
...
__ADS_1
*Bersambung ...